Banyuwangi, sebuah kabupaten yang dikenal dengan keindahan alam dan inovasi pemerintahannya, kembali menjadi saksi bisu dari sebuah perayaan kesehatan yang luar biasa. Pada Minggu, 23 November 2025, suasana pagi di RTH Purwoharjo dipenuhi dengan semangat kebersamaan dan komitmen terhadap kesehatan masyarakat. Ribuan tenaga kesehatan (nakes) dari berbagai latar belakang profesi – mulai dari dokter spesialis, perawat profesional, bidan desa, apoteker, ahli gizi, hingga tenaga medis pendukung lainnya – membanjiri jalanan dalam sebuah parade edukasi kesehatan yang meriah. Acara akbar ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi bagi para pejuang kesehatan, tetapi juga sebuah platform masif untuk mengampanyekan pentingnya gaya hidup sehat kepada seluruh lapisan masyarakat Banyuwangi.
Kemeriahan parade semakin lengkap dengan kehadiran sosok inspiratif Puteri Indonesia 2025, Firsta Yufi Amarta Putri, yang turut mendampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Keduanya berjalan bersama, menebarkan senyum dan energi positif, memperkuat pesan bahwa kesehatan adalah aset paling berharga yang harus dijaga oleh setiap individu. Kehadiran Puteri Indonesia, dengan aura mudanya yang energik dan pesona yang menawan, berhasil menarik perhatian masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap isu-isu kesehatan.
Parade edukasi ini merupakan salah satu rangkaian puncak dari peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Banyuwangi. Setiap langkah, setiap senyum, dan setiap pesan yang disampaikan oleh para nakes memiliki satu tujuan mulia: mengampanyekan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kepada khalayak luas. Dengan mengenakan seragam kebanggaan masing-masing profesi, dihiasi atribut-atribut kreatif bertema kesehatan, para peserta parade secara interaktif menyosialisasikan berbagai aspek Germas. Mulai dari pentingnya konsumsi gizi seimbang, ajakan untuk rutin beraktivitas fisik, hingga langkah-langkah konkret pencegahan penyakit menular dan tidak menular melalui kebiasaan sederhana sehari-hari seperti mencuci tangan pakai sabun, tidak merokok, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bupati Ipuk Fiestiandani, dalam sambutannya yang penuh semangat, menekankan urgensi dari momen HKN ini. "Mari jadikan momentum HKN ini sebagai pengingat untuk terus menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan," ajaknya. Ia menambahkan bahwa kesehatan masyarakat adalah fondasi utama bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Tanpa masyarakat yang sehat, cita-cita untuk menjadikan Banyuwangi lebih maju dan sejahtera akan sulit tercapai. Ajakan Bupati Ipuk bukan sekadar retorika, melainkan cerminan dari komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup warganya melalui program-program kesehatan yang inovatif dan merata.
Mengusung tema "Generasi Sehat, Masa Depan Hebat," parade ini diikuti oleh sekitar 4.000 peserta. Angka ini merepresentasikan kekuatan dan soliditas ekosistem kesehatan di Banyuwangi. Mereka berasal dari berbagai institusi kesehatan, termasuk puskesmas-puskesmas di seluruh penjuru kabupaten, rumah sakit umum dan swasta, klinik-klinik kesehatan, berbagai organisasi profesi kesehatan seperti IDI, PPNI, IBI, IAI, hingga institusi pendidikan kesehatan yang mencetak calon-calon nakes masa depan. Keberagaman partisipan ini menunjukkan sinergi yang harmonis antarpihak dalam mewujudkan masyarakat Banyuwangi yang lebih sehat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4338425/original/067724200_1677423959-WhatsApp_Image_2023-02-26_at_20.49.56.jpeg)
Parade secara resmi dilepas oleh Bupati Ipuk dari Lapangan Purwoharjo. Rute yang dilalui mencakup jalan-jalan raya utama dan permukiman padat penduduk, memastikan pesan-pesan kesehatan sampai langsung ke tengah-tengah masyarakat. Sepanjang perjalanan, iring-iringan nakes menampilkan berbagai atribut kampanye kesehatan, mulai dari spanduk berisi slogan-slogan edukatif, poster berwarna-warni yang mudah dipahami, hingga pertunjukan singkat yang menggambarkan pentingnya pola hidup sehat. Materi edukasi yang disampaikan sangat beragam dan relevan dengan tantangan kesehatan masa kini, mencakup isu gizi buruk dan stunting, pencegahan penularan HIV/AIDS, pengendalian hipertensi dan diabetes, pentingnya kesehatan ibu dan anak, serta sejumlah isu kesehatan masyarakat lainnya yang menjadi prioritas.
Puteri Indonesia Firsta Yufi Amarta Putri juga tidak ketinggalan menyampaikan pesannya. Dengan suara yang lantang dan penuh karisma, ia mengajak seluruh warga Banyuwangi, khususnya kaum muda, untuk menjadi agen perubahan dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat. "Kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga medis, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari mulai dari diri sendiri, dari keluarga, dan ajak lingkungan sekitar untuk menerapkan gaya hidup sehat. Karena masa depan bangsa ini ada di tangan generasi yang sehat dan kuat," serunya, disambut tepuk tangan meriah dari ribuan pasang mata yang menyaksikannya.
Selain parade utama, berbagai kegiatan kesehatan turut digelar untuk memeriahkan peringatan HKN ke-61. Antara lain, senam massal yang melibatkan ribuan warga dan jalan sehat yang menempuh jarak beberapa kilometer. Kedua kegiatan ini dirancang khusus untuk menumbuhkan semangat hidup sehat bersama, mendorong masyarakat untuk lebih aktif bergerak dan berolahraga. Suasana kebersamaan dan keceriaan sangat terasa, menunjukkan bahwa menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan melibatkan seluruh anggota keluarga.
Bupati Ipuk kembali mengungkapkan apresiasinya atas semangat dan kekompakan para nakes. "Hari ini tenaga kesehatan menunjukkan kekompakan luar biasa. Saya harap teman-teman nakes semakin guyub dan nantinya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Banyuwangi," tambahnya. Harapan ini mencerminkan keinginan kuat pemerintah daerah agar sinergi dan kolaborasi antar-nakes terus terjalin, sehingga kualitas pelayanan kesehatan di Banyuwangi dapat terus meningkat dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Ketua Panitia HKN ke-61 Banyuwangi, dr. Nira Ista Dewi, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan HKN di Banyuwangi sebenarnya sudah berlangsung sejak awal November. Ini adalah bukti komitmen panjang dan persiapan matang untuk memastikan pesan-pesan kesehatan tersebar luas. Kegiatannya sangat komprehensif, meliputi bakti sosial di berbagai pelosok, layanan kesehatan gratis yang menjangkau masyarakat kurang mampu, hingga layanan spesialistik serentak di 25 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan. Program-program ini dirancang untuk memastikan akses kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh warga Banyuwangi.
Lebih lanjut, dr. Nira merinci berbagai inovasi dalam peringatan HKN tahun ini. Turut diselenggarakan Festival Posyandu Kreatif, sebuah ajang untuk menampilkan kreativitas dan inovasi posyandu-posyandu di Banyuwangi dalam memberikan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Ada pula lomba senam peregangan yang diikuti oleh berbagai instansi, lomba foto dan video bertema kesehatan untuk menggalang partisipasi publik, serta talkshow kesehatan mental yang menghadirkan Puteri Indonesia sebagai pembicara utama. Talkshow ini sangat relevan mengingat pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
"Hari ini kita gelar senam bersama, jalan sehat, pelayanan kesehatan, dan panggung hiburan. Puncak perayaan HKN di Banyuwangi akan ditutup besok di halaman Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Semua kegiatan kita rangkai untuk semakin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat," terang dr. Nira. Ia menambahkan bahwa upaya-upaya ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat Banyuwangi yang lebih produktif, sejahtera, dan memiliki kualitas hidup yang tinggi. Semangat HKN ke-61 di Banyuwangi bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang komitmen berkelanjutan untuk membangun fondasi kesehatan yang kuat bagi generasi mendatang.
rakyatindependen.id
![]()

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4338425/original/067724200_1677423959-WhatsApp_Image_2023-02-26_at_20.49.56.jpeg)