7 Fakta Mengejutkan Gewitter 2026: Rahasia yang Tidak Banyak Orang Tahu

By angling dharmaWednesday, 03 June 2026, 18:0013

fenomena alam selalu menyimpan daya tarik tersendiri bagi manusia, salah satunya adalah gewitter yang kerap menghiasi langit dengan kilatan cahaya dan suara menggelegar.

Gewitter bukanlah sekadar hujan biasa, melainkan pertunjukan alam yang kompleks dan menyimpan banyak rahasia ilmiah di balik keganasannya.

Artikel ini akan mengajak Anda menyelami tujuh fakta menarik seputar gewitter yang mungkin belum banyak diketahui orang.

Apa Itu Gewitter?

Secara sederhana, gewitter adalah istilah dalam bahasa Jerman yang mengacu pada badai petir, yaitu peristiwa cuaca yang ditandai dengan keberadaan kilat dan guntur.

Fenomena ini terjadi akibat ketidakstabilan atmosfer yang memicu pertumbuhan awan vertikal raksasa bernama cumulonimbus, tempat muatan listrik terpisah dan akhirnya meledak sebagai kilat.

7 Fakta Mengejutkan tentang Gewitter

1. Istilah Gewitter Berasal dari Bahasa Jerman

Kata gewitter secara harfiah berarti cuaca buruk yang disertai petir dan sering digunakan oleh para meteorolog di negara-negara berbahasa Jerman.

Meski terdengar asing, istilah ini mulai populer secara global karena banyak penelitian iklim dan cuaca ekstrem menggunakan terminologi Jerman dalam literatur mereka.

2. Gewitter Terbentuk dari Awan Cumulonimbus yang Menjulang

Awan cumulonimbus adalah pabrik raksasa penghasil badai yang bisa tumbuh hingga ketinggian lebih dari 12 kilometer, menembus lapisan troposfer.

Gewitter In diesen Regionen warnt der DWD
Gewitter In diesen Regionen warnt der DWD

Di dalam awan inilah terjadi gesekan antara partikel es dan air yang menyebabkan pemisahan muatan listrik positif dan negatif, cikal bakal kilat yang menyambar.

3. Kilat dalam Gewitter Bisa Mencapai Suhu Lebih Panas dari Permukaan Matahari

Suhu inti sambaran kilat dapat mencapai sekitar 30.000 derajat Celsius, atau lima kali lebih panas ketimbang permukaan matahari yang hanya sekitar 5.500 derajat Celsius.

Panas ekstrem ini membuat udara di sekitarnya memuai dengan cepat dan menghasilkan gelombang kejut yang kita kenal sebagai guntur yang menggelegar.

4. Guntur Terdengar Setelah Kilat Karena Perbedaan Kecepatan Cahaya dan Suara

Cahaya kilat merambat dengan kecepatan sekitar 300 juta meter per detik, sedangkan suara guntur hanya bergerak sekitar 340 meter per detik di udara.

Anda bisa memperkirakan jarak badai dengan menghitung selisih waktu antara kilat dan guntur, lalu membaginya dengan tiga untuk mendapatkan jarak dalam kilometer.

5. Gewitter Dapat Menghasilkan Hujan Es dan Angin Kencang

Selain petir, gewitter sering membawa hujan es berukuran besar karena adanya aliran udara naik yang sangat kuat di dalam awan cumulonimbus.

Angin kencang yang dikenal sebagai downburst juga bisa muncul secara tiba-tiba dan menyapu area permukaan dengan kecepatan hingga lebih dari 100 km/jam.

6. Ada Tiga Jenis Utama

# # # # #