Samarinda, 15 Maret 2026 – Pertandingan antara Persib Bandung dan Borneo FC yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu, 15 Maret 2026, berakhir dengan skor imbang 1-1 dalam laga tunda pekan ke-21 Liga 1 Indonesia. Momen paling mencuri perhatian dalam pertandingan ini datang dari Adam Alis, gelandang Persib Bandung, yang berhasil mencetak gol penyama kedudukan ke gawang mantan timnya, Borneo FC. Gol tersebut bukan hanya menjadi gol perdana Adam Alis di musim ini, namun juga memiliki makna emosional yang mendalam karena dicetak di kandang klub yang pernah dibelanya. Setelah sorak sorai kegembiraan mereda, Adam Alis justru memilih untuk menunjukkan sikap rendah hati dengan menyampaikan permintaan maafnya kepada segenap keluarga besar Borneo FC, termasuk para pendukungnya yang hadir di stadion.
"Ya alhamdulillah senang bisa balik ke sini dan bisa mencetak gol. Saya minta maaf juga untuk Borneo," ujar Adam Alis dengan tulus, sebagaimana dikutip dari laman resmi Persib Bandung. Pengakuan ini mencerminkan kedewasaan dan rasa hormat yang tinggi dari pemain yang bersangkutan terhadap klub lamanya. Adam Alis menyadari bahwa selebrasi gol yang ia lakukan, meskipun spontan dan merupakan luapan emosi dari momen bersejarah baginya, mungkin dapat menimbulkan perasaan kurang nyaman bagi pihak Borneo FC. Ia menegaskan bahwa tindakannya tersebut murni sebagai respons spontan atas pencapaian golnya, dan tidak sedikitpun mengurangi rasa respeknya terhadap klub yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.
"Saya respek sama tim Borneo, tadi (selebrasi) spontan saya merayakan," tambahnya, menekankan kembali bahwa selebrasi tersebut lahir dari luapan emosi sesaat tanpa niat untuk merendahkan atau menyinggung pihak manapun. Sikap Adam Alis ini patut diapresiasi, mengingat dinamika sepak bola seringkali memunculkan rivalitas yang sengit. Namun, ia berhasil menunjukkan bahwa di balik persaingan di lapangan, tetap ada nilai-nilai sportivitas dan penghargaan terhadap masa lalu.
Pertandingan itu sendiri berjalan dengan tensi tinggi. Borneo FC berhasil unggul terlebih dahulu, memaksa Persib Bandung untuk bekerja keras mengejar ketertinggalan. Gol Adam Alis menjadi momen krusial yang membangkitkan semangat juang para pemain Persib dan akhirnya mengamankan satu poin penting dari laga tandang yang sulit ini. Hasil imbang ini, meskipun tidak memberikan kemenangan penuh, tetap menempatkan Persib Bandung dalam jalur yang positif dalam persaingan papan atas klasemen Liga 1.
Bagi Adam Alis, momen mencetak gol ke gawang Borneo FC tentu memiliki cerita tersendiri. Ia pernah membela tim berjuluk "Pesut Etam" tersebut sebelum akhirnya bergabung dengan Persib Bandung. Pengalamannya bermain di Borneo FC pasti meninggalkan kenangan dan ikatan emosional yang kuat. Oleh karena itu, ketika ia berhasil membobol gawang mantan timnya, perasaan campur aduk antara kebahagiaan pribadi dan rasa hormat terhadap masa lalu menjadi tak terhindarkan. Permintaan maafnya ini menjadi bukti bahwa ia tetap memegang teguh nilai-nilai persaudaraan dalam dunia sepak bola.
Lebih lanjut, Adam Alis menekankan pentingnya menjaga fokus dan kerendahan hati bagi seluruh penggawa Persib Bandung. Hasil imbang yang diraih di kandang Borneo FC merupakan pencapaian yang patut disyukuri, namun ia mengingatkan bahwa perjalanan kompetisi Liga 1 masih sangat panjang. "Hasil imbang yang didapatkan Persib di laga ini membuat mereka masih tetap berada di jalur positif," kata Adam Alis. "Adam Alis menegaskan bahwa seluruh pemain Persib tidak boleh terlena. Ia menilai perjalanan kompetisi masih panjang sehingga tim harus tetap fokus dan menjaga mentalitas."
Pernyataan ini menunjukkan kedewasaan taktikal dan mentalitas yang matang dari Adam Alis. Ia memahami bahwa satu pertandingan yang berakhir imbang bukanlah akhir dari segalanya. Persib Bandung masih memiliki banyak pertandingan penting yang harus dilakoni untuk mencapai target mereka di akhir musim. Oleh karena itu, penting bagi setiap pemain untuk tetap rendah hati, tidak cepat berpuas diri, dan terus bekerja keras dalam setiap sesi latihan maupun pertandingan. Menjaga mentalitas yang stabil menjadi kunci utama untuk menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul di sisa kompetisi.
Adam Alis, dengan gol emosionalnya dan permintaan maaf yang tulus, telah menunjukkan sisi lain dari dirinya sebagai seorang pesepak bola profesional. Ia tidak hanya piawai dalam mengolah si kulit bundar, tetapi juga memiliki kepribadian yang terpuji. Sikapnya ini dapat menjadi inspirasi bagi pemain muda lainnya, bahwa kesuksesan dalam karier tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari integritas, sportivitas, dan rasa hormat terhadap sesama.
Perjalanan Persib Bandung di Liga 1 masih panjang, dan dengan kehadiran pemain-pemain seperti Adam Alis yang memiliki kombinasi talenta dan karakter yang kuat, tim "Maung Bandung" ini memiliki peluang yang cerah untuk meraih hasil terbaik di akhir musim. Permintaan maafnya kepada Borneo FC bukan sekadar pernyataan sesaat, melainkan cerminan dari nilai-nilai luhur yang ia junjung tinggi. Ia telah berhasil membuktikan bahwa di tengah persaingan sengit sepak bola profesional, rasa hormat dan sportivitas tetap dapat dijaga. Ke depan, fokusnya akan kembali tertuju pada performa bersama Persib Bandung, dengan tetap membawa semangat kerendahan hati dan determinasi tinggi di setiap pertandingan yang akan datang.

