Bupati Bondowoso Tinjau Perbaikan Jalan Rawan Jatuh Menuju Wisata Batu So’on Solor

By angling dharmaSaturday, 22 November 2025, 15:1010

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, pada hari Sabtu, 22 November 2025, secara langsung meninjau proyek perbaikan jalan yang selama ini dikenal rawan kecelakaan di Desa Solor, Kecamatan Cermee. Kunjungan ini merupakan wujud komitmen serius pemerintah daerah dalam mempercepat peningkatan aksesibilitas menuju objek wisata alam Batu So’on Solor, sebuah destinasi yang semakin populer namun terhambat oleh kondisi infrastruktur jalan yang menantang. Ruas jalan yang menjadi fokus perbaikan ini telah bertahun-tahun menjadi momok bagi para pengendara, terutama saat musim hujan tiba, di mana kondisi jalan yang licin dan menanjak tajam seringkali memicu insiden kecelakaan, mulai dari tergelincir hingga jatuh yang mengakibatkan luka-luka.

Objek wisata Batu So’on Solor, yang sering dijuluki sebagai "Stonehenge-nya Bondowoso" karena formasi batu megalitiknya yang unik dan memukau, memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dari berbagai penjuru. Namun, akses jalan yang sulit dan berbahaya menjadi penghalang utama bagi pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah tersebut. Perbaikan infrastruktur di titik krusial ini bukan hanya sekadar upaya tambal sulam, melainkan sebuah investasi jangka panjang yang vital. Lokasinya yang strategis, berada tepat di atas jalur masuk kawasan wisata, menjadikan perbaikan ini sebagai prioritas utama untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pengunjung. Sejarah panjang keluhan masyarakat dan para pegiat pariwisata mengenai jalan ini akhirnya direspons dengan tindakan nyata oleh pemerintah daerah.

Plt Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, menjelaskan secara detail mengenai pekerjaan yang sedang berjalan. Proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) awal tahun 2025, dengan fokus utama pada ruas jalan Solor–Pancur. Panjang ruas yang diperbaiki mencapai 360 meter dengan lebar 3 meter, dan dialokasikan anggaran sekitar Rp400 juta. Angka ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah infrastruktur yang telah lama mendera. “Kegiatan ini berasal dari usulan masyarakat yang sangat kuat dan mendesak. Pada titik yang dikunjungi Bapak Bupati itu, warga memang sering sekali jatuh karena elevasi jalannya yang sangat menanjak dan licin. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menggunakan konstruksi beton pada bagian-bagian yang paling rawan untuk memastikan kekuatan dan daya tahannya,” kata Ansori di lokasi peninjauan, menjelaskan latar belakang teknis keputusan tersebut.

Pemilihan konstruksi beton pada titik-titik menanjak bukan tanpa alasan. Beton dikenal memiliki daya cengkeram yang lebih baik dibandingkan aspal biasa, terutama untuk jalan dengan kemiringan ekstrem, sehingga dapat mengurangi risiko tergelincir. Selain itu, kekuatan beton juga lebih unggul dalam menahan beban berat dan cuaca ekstrem, menjadikannya pilihan ideal untuk jalan yang berfungsi sebagai akses utama ke destinasi wisata. Struktur badan jalan secara keseluruhan dibangun menggunakan kombinasi lapen (lapis penetrasi) pada beberapa bagian, dan akan dilanjutkan dengan overlay memakai aspal ACWC (Asphalt Concrete Wearing Course). Kombinasi ini dipilih untuk menciptakan permukaan jalan yang halus, kuat, dan tahan lama, sekaligus memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna jalan.

Ansori juga memaparkan jadwal pelaksanaan proyek. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) telah dikeluarkan pada bulan Oktober 2025, dengan target penyelesaian keseluruhan pada tanggal 7 Desember 2025. Hingga saat peninjauan oleh Bupati, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 50 persen. “Kami memastikan bahwa pengerjaannya akan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kami bekerja siang dan malam jika diperlukan untuk memenuhi target ini, mengingat pentingnya jalan ini bagi masyarakat dan sektor pariwisata Bondowoso,” tegas Ansori, menunjukkan optimisme dan komitmen timnya.

Bupati Bondowoso Tinjau Perbaikan Jalan Rawan Jatuh Menuju Wisata Batu So’on Solor

Meskipun demikian, ia juga mengakui adanya tantangan terkait anggaran. Warga setempat sebelumnya telah mengusulkan agar seluruh ruas jalan hingga ke aspal lama di bagian atas dikerjakan sekaligus, mengingat keseluruhan jalur memang memerlukan perbaikan. Namun, perbaikan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia pada tahun berjalan. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada keterbatasan, pemerintah tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menanggapi aspirasi masyarakat. Tahap selanjutnya diharapkan dapat dikerjakan pada anggaran berikutnya, seiring dengan peningkatan pendapatan daerah dan prioritas pembangunan.

Peninjauan langsung oleh Bupati Abdul Hamid Wahid ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah penanda kuat bahwa akses menuju Batu So’on Solor terus dibenahi secara serius. Ini adalah jawaban konkret atas berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak yang telah lama menghantui, serta upaya nyata untuk meningkatkan keamanan pengendara, baik warga lokal maupun wisatawan. Kehadiran Bupati di lapangan juga memberikan semangat dan motivasi bagi para pekerja proyek, sekaligus menunjukkan transparansi pemerintah dalam mengelola dana publik untuk pembangunan infrastruktur.

Dampak dari perbaikan jalan ini diharapkan akan sangat signifikan. Peningkatan kualitas infrastruktur jalan diproyeksikan akan secara langsung mendorong kenyamanan dan keamanan kunjungan ke Batu So’on Solor. Dengan akses yang lebih baik, jumlah wisatawan diperkirakan akan meningkat drastis, yang pada gilirannya akan memperkuat ekonomi lokal di Desa Solor dan sekitarnya. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti pemilik warung makan, penginapan sederhana, penjual oleh-oleh, hingga pemandu wisata lokal akan merasakan dampak positif dari peningkatan jumlah pengunjung.

Lebih jauh, proyek ini juga menjadi bagian dari visi yang lebih besar untuk mengembangkan Bondowoso sebagai destinasi pariwisata unggulan di Jawa Timur. Dengan infrastruktur yang memadai, potensi alam dan budaya Bondowoso dapat lebih optimal dieksplorasi dan dinikmati. Jalan yang mulus dan aman tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memudahkan mobilitas warga sehari-hari, meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan pasar. Ini adalah investasi yang multi-dimensi, bukan hanya untuk pariwisata, tetapi juga untuk kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

Proyek perbaikan jalan di Solor ini juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat menghasilkan pembangunan yang relevan dan berdampak. Usulan dari masyarakat menjadi dasar perencanaan, dan implementasi proyek diawasi langsung oleh pimpinan daerah, memastikan bahwa kebutuhan riil di lapangan terpenuhi. Diharapkan, keberhasilan proyek ini akan menjadi pemicu bagi proyek-proyek infrastruktur lainnya di Bondowoso, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memajukan daerah. Dengan demikian, Kabupaten Bondowoso dapat terus bergerak maju, menjadi daerah yang lebih sejahtera, aman, dan menarik bagi investasi serta pariwisata.

Pembangunan jalan ini adalah langkah progresif menuju masa depan yang lebih cerah bagi Bondowoso, di mana potensi daerah dapat terwujud sepenuhnya. Komitmen pemerintah daerah untuk terus berinvestasi pada infrastruktur vital seperti ini akan menjadi kunci utama dalam membuka gerbang-gerbang pertumbuhan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Masyarakat Bondowoso kini dapat menatap optimis, dengan harapan bahwa akses yang lebih baik akan membawa peluang baru dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita rakyatindependen.id.

Bupati Bondowoso Tinjau Perbaikan Jalan Rawan Jatuh Menuju Wisata Batu So’on Solor

# # # #