Bupati Mojokerto Tekankan Pentingnya Deep Learning untuk Cetak Generasi Unggul

By angling dharmaSunday, 23 November 2025, 05:1011

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui implementasi metode pembelajaran mendalam atau Deep Learning. Hal ini disampaikan dalam sebuah workshop penting yang diselenggarakan untuk para tenaga pendidik di wilayahnya, menandai langkah strategis Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mempersiapkan generasi muda yang adaptif dan inovatif di era digital yang terus berkembang pesat. Inisiatif ini merupakan respons proaktif terhadap tantangan global dan tuntutan masa depan yang membutuhkan kompetensi lebih dari sekadar pengetahuan hafalan.

Bertempat di Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sooko, ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan berkumpul untuk mengikuti Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan Pemanfaatan Digital. Acara ini secara resmi dibuka oleh Bupati Mojokerto, yang akrab disapa Gus Bara, dengan pesan kuat mengenai urgensi pendidikan yang transformatif. Di hadapan para pendidik yang hadir, Gus Bara secara lugas menyatakan harapannya agar para pelajar di Bumi Majapahit tidak hanya menjadi penonton atau pengikut perkembangan zaman, melainkan menjadi "agen pencipta perubahan" yang mampu mengarahkan dan membentuk masa depan. Visi ini melampaui sekadar pencapaian akademis, menekankan pada pengembangan karakter, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan adaptasi yang tinggi, yang esensial untuk menghadapi kompleksitas dunia modern.

Gus Bara menegaskan bahwa pelajar hanya dapat berkembang menjadi generasi unggul jika para tenaga pendidik mampu memberikan pengajaran secara menyeluruh, mulai dari literasi dasar hingga literasi digital dan teknologi. Ini bukan hanya tentang menguasai baca, tulis, hitung (literasi dasar) tetapi juga merambah pada spektrum literasi yang lebih luas dan relevan dengan tuntutan abad ke-21. Dalam konteks ini, literasi digital mencakup kemampuan menggunakan teknologi secara efektif dan etis, memahami keamanan siber, serta mampu berinteraksi dalam ekosistem digital. Literasi data berarti kemampuan untuk menganalisis, menginterpretasi, dan menggunakan informasi yang berasal dari data untuk pengambilan keputusan. Sementara itu, literasi teknologi melibatkan pemahaman tentang cara kerja teknologi, kemampuan untuk berinovasi, dan memecahkan masalah menggunakan solusi teknologi. "Kita ingin menyiapkan generasi yang bukan hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi pencipta perubahan. Kita pastikan bahwa anak-anak Mojokerto tidak hanya cakap dalam literasi dasar, tetapi juga unggul dalam literasi digital, literasi data, serta literasi teknologi," ungkapnya, Sabtu (22/11/2025). Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi pembekalan siswa dengan keterampilan abad ke-21 yang relevan dengan revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0.

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) telah lama menjadi pilar utama dalam strategi pembangunan daerah Kabupaten Mojokerto. Hal ini secara eksplisit tertuang dalam misi kedua Pemerintah Kabupaten Mojokerto, yang berfokus pada upaya mewujudkan SDM yang tangguh, cerdas, terampil, produktif, dan berkarakter. Misi ini tidak hanya sekadar retorika, melainkan panduan konkret bagi seluruh program pembangunan, termasuk di sektor pendidikan. Gus Bara menjelaskan bahwa investasi dalam pendidikan, terutama melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik dan adaptasi metode pembelajaran mutakhir seperti Deep Learning, adalah fondasi untuk mencapai visi SDM yang paripurna tersebut. Ia meyakini bahwa dengan SDM yang berkualitas, Kabupaten Mojokerto akan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional, serta menciptakan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Barra memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif program Deep Learning, menilai bahwa program ini sangat selaras dengan arah pembangunan yang tengah ditempuh oleh pemerintah daerah. Ia kemudian menegaskan tiga komitmen Pemkab Mojokerto untuk memperkuat ekosistem pendidikan modern dan adaptif. Pertama, "Saya ingin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk terus mendorong penguatan kapasitas guru dalam penggunaan teknologi digital." Komitmen ini diwujudkan tidak hanya melalui pelatihan dasar, melainkan peningkatan berkelanjutan dalam pedagogi digital, pemanfaatan platform e-learning, serta integrasi alat-alat digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan personal. Guru-guru akan dibekali dengan keterampilan untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya menarik tetapi juga relevan dengan kehidupan siswa di era digital.

Bupati Mojokerto Tekankan Pentingnya Deep Learning untuk Cetak Generasi Unggul

Kedua, "Penyediaan infrastruktur yang mendukung pembelajaran digital secara bertahap dan berkelanjutan juga menjadi prioritas." Ini mencakup akses internet yang stabil dan merata di seluruh sekolah, penyediaan perangkat keras yang memadai seperti komputer, tablet, atau proyektor, serta pengembangan konten digital yang relevan dan berkualitas yang dapat diakses oleh semua siswa. Pemkab Mojokerto menyadari bahwa teknologi adalah fasilitator utama dalam pembelajaran modern, dan oleh karena itu, investasi pada infrastruktur adalah kunci. Ketiga, "serta kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, komunitas pendidikan, dan dunia usaha." Kemitraan ini sangat krusial untuk memastikan bahwa kurikulum pendidikan relevan dengan kebutuhan industri, siswa mendapatkan pengalaman praktis melalui magang atau kunjungan industri, dan inovasi pendidikan dapat terus berkembang melalui pertukaran ide dan sumber daya. Kolaborasi ini juga bertujuan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik, di mana semua pihak berkontribusi dalam membentuk generasi penerus.

Di hadapan sekitar 450 guru dan tenaga pengajar, Gus Barra kembali mengajak para pendidik untuk terus bekerja dengan dedikasi demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk terus bekerja dengan penuh keikhlasan, meningkatkan kompetensi, mengembangkan inovasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik. Pesan ini bukan sekadar motivasi, melainkan sebuah pengingat akan peran vital guru sebagai garda terdepan dalam pembangunan karakter dan intelektual generasi muda. Guru diharapkan tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga fasilitator, motivator, dan teladan bagi siswa. Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan workshop seperti ini diharapkan dapat memberdayakan mereka untuk menghadapi tantangan pembelajaran yang semakin kompleks.

Kegiatan workshop ini sendiri merupakan inisiatif yang digagas oleh PGRI Kabupaten Mojokerto, organisasi yang secara konsisten berupaya meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Dalam konteks pendidikan, Deep Learning bukanlah konsep baru dalam kecerdasan buatan, melainkan sebuah metode pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, penguasaan kompetensi yang holistik, dan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajarnya. Berbeda dengan pembelajaran permukaan (surface learning) yang cenderung berfokus pada hafalan dan pengenalan fakta tanpa pemahaman mendalam, Deep Learning mendorong siswa untuk menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi informasi, serta menghubungkannya dengan pengalaman pribadi dan dunia nyata. Ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikasi (4C) yang sangat dibutuhkan di masa depan.

Mengutip penjelasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, terdapat tiga prinsip utama dalam proses Deep Learning yang menjadi panduan bagi para pendidik. Pertama adalah "Mindful", yakni belajar dengan kesadaran penuh dan saling menghormati. Prinsip ini menekankan pentingnya kehadiran mental siswa dan guru di kelas, fokus pada proses pembelajaran, dan menciptakan lingkungan yang saling menghargai pendapat dan perbedaan. Dengan kesadaran penuh, siswa dapat menyerap materi dengan lebih efektif dan mengembangkan empati. Kedua adalah "Meaningful", yaitu menemukan makna dan manfaat ilmu. Pembelajaran harus relevan dengan kehidupan siswa, menjawab pertanyaan "mengapa saya perlu belajar ini?", dan menunjukkan bagaimana pengetahuan dapat diterapkan untuk memecahkan masalah di dunia nyata. Ketika siswa menemukan makna dalam apa yang mereka pelajari, motivasi intrinsik mereka akan meningkat secara signifikan.

Ketiga adalah "Joyful", yaitu pembelajaran yang menyenangkan dan memberikan penghargaan atas setiap proses penemuan. Lingkungan belajar yang menyenangkan akan mendorong siswa untuk bereksplorasi, bereksperimen, dan tidak takut membuat kesalahan. Penghargaan terhadap usaha dan proses, bukan hanya hasil akhir, akan membangun kepercayaan diri siswa dan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap belajar sepanjang hayat. Implementasi ketiga prinsip ini diharapkan dapat mengubah paradigma pembelajaran dari yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa, di mana siswa menjadi subjek aktif dalam pencarian pengetahuan.

Melalui implementasi Deep Learning, diharapkan para siswa tidak hanya mengumpulkan informasi, tetapi benar-benar memprosesnya, menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah ada, dan menerapkannya dalam berbagai konteks kehidupan. Ini akan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang kuat, karakter yang tangguh, serta kemampuan untuk beradaptasi dan berinovasi di tengah perubahan yang cepat. Langkah Bupati Mojokerto ini merupakan investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan daerah, memastikan bahwa generasi mendatang tidak hanya siap menghadapi tantangan global, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kemajuan dan kesejahteraan bagi Kabupaten Mojokerto dan bangsa Indonesia.

[tin/kun]

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita rakyatindependen.id

Bupati Mojokerto Tekankan Pentingnya Deep Learning untuk Cetak Generasi Unggul

# # # #