BOJONEGORO (RAKYATINDEPENDEN) – Cultural Carnival Tahun 2025 Desa Pucangarum, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Peringati HUT Kemerdekaan RI Ke-80, bisa diacungi jempol dan sukses luar biasa.
Hal itu bisa dilihat dari kehadiran penonton tak hanya ribuan tapi hingga puluhan ribu. Pukul 19.00 WIB – 21.00 WIB, Jalan poros Desa Pucangarum ke Kadungrejo dan Jalan Poros Desa Pucangarum ke Kedungprimpen dan Desa Temu Kecamatan Kanor sempat macet total karena sudah ada penonton yang balik dan masih banyak penonton yang baru datang.
Kegiatan yang menghadirkan Sound Horeg itu menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Desa Pucangarum dan sekitarnya. Antusias masyarakat terlihat sejak pukul 15.00 WIB Lapangan Losari dan sepanjang jalan yang dilewati Pawai Budaya itu sudah penuh sesak dengan dipadati penonton yang pengen melihat dari dekat acara yang fenomenal itu.
Cultural Carnival 2025 Desa Pucangarum yang bertujuan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 80 itu, digelar Rabu (27/8/2025), dengan mengambil start dan finish di Lapangan Desa Pucangarum yang berada di Dusun Losari, sehingga masyarakat menyebutnya Lapangan Losari.
Pemerintah Desa (Pemdes) Pucangrum bersama Karang Taruna setempat, rela merogoh kocek sangat besar dengan menghadirkan Sound Horeg yang terkenal itu.
Tak hanya itu, warga masyarakat secara sukarela ikut urunan menyokong terselenggaranya acara yang menggegerkan wilayah Bojonegoro timur itu.
Hadir Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Abdulloh Umar, Kepala Dinas Pariwisata Bojonegoro Welly Firtma, Camat Baureno Dery Aprilian beserta Forpimcam Baureno , Kepala Desa Pucangarum beserta Perangkat Desanya , Karang Taruna dan Lembaga desa yang ada serta tokoh masyarakat Desa Pucangarum.
Tepat pukul 16.00 WIB, 10 Group Peserta Cultural Carnival Desa Pucangarum diberangkatkan secara simbolis oleh Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Abdulloh Umar.
Ketua DPRD kabupaten Bojonegoro Abdulloh Umar dalam kata sambutanya menyampaikan agar masyarakat dan para penonton tetap menjaga ketertiban sehingga acara berjalan tertib lncr dana man.
“Jaga ketertiban, para penonton hendaknya mengiIkuti arahan panitia dan yang penting semuanya kompak agar acaranya lancar dan meraih kesuksesan,” kata Abdulloh Umar menegaskn.
Sementara itu, Kepala Desa Pucangarum Hariadi dalam kata sambutanya menyampikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta sehingga acara ini bisa terselenggara dengan baik dan meraih sukses.
“Saya merasa bangga bisa memberikan hiburan dan tontonan yang cukup ramai yang mungkin hanya bisa di laksanakan di desa Pucangarum yang kita cintai ini,” tegasnya.
Lanjut Hariadi, dengan adanya kegiatan ini masyarakat bisa memperoleh hibura segar dan para pelaku UMKM bisa menjual dagangannya sehingga memberikan penghsilan kepada mereka sehingga bisa meningkat perekonomian warga.
“Dengan Pawai Budaya ini, warga bisa ikut serta tampil sebagai peserta dan anak-muda sebagian sebagai panitia dan parkir, pelaku UMKM bisa laku daganyanya, yang pasti dengan kegiatan ini bisa memperingati HUT Kemerdekaan RI yang Ke-80 sekaligus bisa bersinergi dan bersilaturahmi,” ungkapnya.
Cultural Carnival 2025 ini diikuti oleh seluruh RW yang ada di Desa Pucangarum dan 2 RT yang ikut berpartisipasi sehingga totalnya ada 11 peserta.
Setiap peserta menampilkan perform Sound Horeg dari berbagai kota dan diiringi oleh peserta yang menampilkan cerita budaya bangsa Indonesia yang dijaga dan dipelihara.
Pihak panitia penyelenggara memberikan batasan waktu perform selama 10 menit kepada setiap peserta, hal ini agar nantinya setiap peserta bisa memberikan penampilan terbaik dan memberikan hiburan segar bagi masyarakat yang menontonnya.
Sebagai penampilan terakhir yakni perform Sound Horeg Brewok Audio yang sangat memukau dan dinantikan oleh para penonton yang membanjiri Desa di pinggiran Bengawan Solo itu.
Di saat acara dimulai sempat turun hujan, namun hal itu tak menyurutkan semangat peserta untuk tetap mengikuti kegiatan Cultural Carnival Desa Pucangarum itu hingga tuntas.
**(Kis/Red)