Destinasi Makin Hidup, Ranu Sentong Ramaikan Penganugerahan Kampung Wisata 2025 di Kota Probolinggo

By angling dharmaSunday, 30 November 2025, 15:4111

Diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo, acara ini menjadi manifestasi nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk memajukan sektor pariwisata secara holistik dan berkelanjutan. Sejak pagi hari, hiruk pikuk kegembiraan memenuhi Ranu Sentong, memancarkan energi positif yang sejalan dengan visi Dispopar dalam mendorong ekosistem pariwisata yang inklusif dan memberdayakan masyarakat. Kepala Dispopar Kota Probolinggo, M. Abas, dalam sambutannya yang penuh semangat dan visioner, menggarisbawahi urgensi dari Lomba Kampung Wisata sebagai sebuah inisiatif strategis. Beliau menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang bukan semata-mata untuk mencari pemenang, melainkan sebagai katalisator untuk memicu kreativitas, inovasi, dan kolaborasi di tingkat kelurahan.

"Lomba Kampung Wisata ini adalah tulang punggung upaya kita memperkuat peran masyarakat dalam pengembangan potensi wisata lokal," ujar Abas, menjelaskan filosofi di balik kompetisi ini. "Kami percaya bahwa setiap kelurahan di Kota Probolinggo memiliki permata tersembunyi, potensi unik yang hanya menunggu untuk digali dan dikembangkan. Melalui kompetisi ini, kami mendorong mereka untuk menggali, mengelola, dan mempromosikannya dengan cara yang paling unik dan otentik, disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing." Konsep ini menekankan pentingnya partisipasi aktif dari masyarakat, di mana setiap Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) didorong untuk menjadi garda terdepan dalam merumuskan dan mengimplementasikan ide-ide segar, mulai dari pengembangan wisata alam yang asri, pelestarian budaya lokal yang kaya, promosi kuliner khas yang menggugah selera, hingga eksplorasi potensi wisata religi yang sarat makna spiritual. "Tahun ini, kami sangat bangga melihat antusiasme yang luar biasa dari seluruh kelurahan. Ada 22 Pokdarwis yang berpartisipasi aktif dalam proses kurasi yang ketat, melalui serangkaian penilaian yang objektif dan transparan, hingga akhirnya terpilih 10 nominasi terbaik yang berhasil melaju ke babak puncak," tambah Abas, memberikan gambaran mengenai ketatnya persaingan dan tingginya kualitas proposal serta implementasi yang ditunjukkan oleh para peserta.

Momen paling dinanti oleh seluruh hadirin adalah pengumuman para juara yang telah melewati seleksi ketat dan menunjukkan dedikasi luar biasa. Dengan sorak-sorai dan tepuk tangan meriah yang membahana di seluruh area Ranu Sentong, Pokdarwis Pilang Istimewa dari Kelurahan Pilang resmi dinobatkan sebagai Juara 1. Keberhasilan mereka diyakini berkat inovasi dan pengelolaan destinasi yang menonjol, menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda, edukatif, dan berkesan bagi pengunjung. Menyusul di posisi Runner Up adalah Pokdarwis Sukma Sukabumi dari Kelurahan Sukabumi, yang menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan ekowisata dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui program-program yang berkelanjutan. Dan yang tak kalah membanggakan, Pokdarwis Ranu Sentong, sebagai tuan rumah acara, berhasil meraih Juara 3. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Ranu Sentong tidak hanya unggul dalam menyelenggarakan acara berskala besar dan meriah, tetapi juga memiliki potensi wisata yang patut diperhitungkan dan terus dikembangkan. Kemenangan ini sekaligus menjadi motivasi tambahan bagi warga Jrebeng Wetan dan pengelola Pokdarwis Ranu Sentong untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas destinasi mereka, memastikan bahwa Ranu Sentong tetap menjadi primadona pariwisata di Kota Probolinggo.

Selain kompetisi yang memacu kreativitas dan semangat kolaborasi, acara ini juga menjadi saksi bisu peluncuran sebuah inovasi digital yang diharapkan akan merevolusi cara wisatawan berinteraksi dengan destinasi di Kota Probolinggo: aplikasi Jelita (Jelajah Wisata Kota Probolinggo). Platform digital berbasis website ini secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, sebagai langkah konkret dan progresif dalam mentransformasi sektor pariwisata menuju era digital yang lebih canggih dan mudah diakses. Aplikasi Jelita dirancang sebagai katalog informasi wisata komprehensif, memungkinkan wisatawan untuk dengan mudah mengakses data akurat dan menarik tentang berbagai objek wisata unggulan, akomodasi yang tersedia, sentra kuliner khas daerah, hingga jadwal acara budaya dan festival yang akan diselenggarakan. "Aplikasi ini adalah jembatan yang menghubungkan potensi pariwisata kita dengan dunia digital yang semakin berkembang pesat," terang Abas dengan antusias. "Dengan Jelita, wisatawan tidak perlu lagi kesulitan mencari informasi atau merencanakan perjalanan. Cukup dengan pemindaian barcode yang akan tersedia di berbagai titik strategis destinasi wisata, mereka bisa langsung mendapatkan detail lengkap, rute menuju lokasi, bahkan ulasan dari pengunjung lain. Ini adalah upaya kita untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih modern, efisien, informatif, dan interaktif, sejalan dengan visi Kota Probolinggo sebagai kota cerdas yang ramah wisatawan dan berwawasan teknologi." Peluncuran Jelita ini menandai babak baru dalam strategi promosi pariwisata Kota Probolinggo, yang kini tidak hanya mengandalkan promosi konvensional tetapi juga memanfaatkan kekuatan teknologi untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam di era digital.

Dalam arahannya yang menginspirasi, Wali Kota Probolinggo, dr. Aminudin, memberikan pandangan strategis yang mendalam tentang kunci keberhasilan sebuah destinasi wisata. Beliau menegaskan bahwa ada tiga unsur fundamental yang harus berjalan beriringan dan saling mendukung untuk memastikan sebuah tempat wisata dapat hidup, berkembang secara berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. "Pertama, harus ada yang dilihat, yaitu daya tarik visual yang memukau, entah itu keindahan alam yang asri, keunikan budaya yang otentik, atau situs bersejarah yang kaya makna. Hal ini yang akan memancing rasa penasaran dan membuat orang ingin datang berkunjung," jelas Wali Kota, sembari menunjuk ke arah Ranu Sentong yang asri dan kini semakin ramai. "Kedua, harus ada pelayanan yang prima. Keramahan penduduk lokal, kebersihan lingkungan, dan ketersediaan fasilitas yang memadai adalah cerminan dari keseriusan kita dalam menyambut dan melayani tamu. Pelayanan yang baik akan menciptakan kesan positif dan membuat wisatawan ingin kembali lagi."

Destinasi Makin Hidup, Ranu Sentong Ramaikan Penganugerahan Kampung Wisata 2025 di Kota Probolinggo

"Dan ketiga, harus ada souvenirnya, produk oleh-oleh khas daerah yang menjadi kenang-kenangan dan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal," lanjut dr. Aminudin. Beliau menekankan bahwa jika ketiga pilar ini – daya tarik visual yang kuat, kualitas pelayanan yang unggul, dan ketersediaan produk oleh-oleh yang menarik – dapat diimplementasikan dengan baik dan sinergis, maka roda pariwisata akan berputar kencang, membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian warga. "Insyaallah, jika tiga unsur ini berjalan dengan harmonis, tempat wisata akan hidup, tidak hanya ramai sesaat, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang, dan yang paling penting, ekonomi warga ikut tumbuh dan sejahtera secara merata," tegasnya, disambut tepuk tangan riuh dari hadirin yang menyadari pentingnya pesan tersebut. Wali Kota juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat dan Pokdarwis atas kerja keras, dedikasi, dan semangat kolaborasi mereka dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan potensi wisata di wilayah masing-masing. Beliau menyerukan agar semangat ini terus dipupuk dan diperkuat, menjadikan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan yang memberdayakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Probolinggo.

Antusiasme dan kebanggaan juga terpancar jelas dari wajah para pengunjung dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) setempat yang merasakan langsung dampak positif dari geliat pariwisata ini. Slamet (47), salah seorang warga asli Jrebeng Wetan, tidak bisa menyembunyikan rasa harunya melihat transformasi Ranu Sentong dalam beberapa tahun terakhir. "Dulu, Ranu Sentong ini sepi sekali, hanya genangan air biasa yang jarang dikunjungi, bahkan terkesan kurang terawat. Sekarang, lihatlah! Banyak sekali kegiatan yang digelar, bahkan ada fun fishing yang membuat anak-anak dan keluarga betah berlama-lama di sini," ujarnya dengan senyum lebar dan mata berbinar. Perubahan ini, menurut Slamet, bukan hanya sekadar estetika atau keramaian sesaat, melainkan juga membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan warga. "Harapan kami tentu makin banyak pengunjung yang datang, tidak hanya dari Probolinggo tetapi juga dari luar kota, bahkan mancanegara. Jika Ranu Sentong ramai, UMKM kami pun ikut laku, dagangan kami cepat habis, dan ekonomi warga sekitar bergerak maju," tambahnya, menyoroti dampak langsung terhadap mata pencarian warga yang bergantung pada sektor pariwisata.

Senada dengan Slamet, Satumi, seorang pedagang minuman yang telah lama menjajakan dagangannya di kawasan tersebut, merasakan betul geliat ekonomi yang dibawa oleh setiap acara yang digelar. "Kalau ada acara begini, dagangan saya cepat habis. Pendapatan meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa," ungkap Satumi dengan gembira. Ia juga menyampaikan harapannya agar pemerintah dan pengelola terus menambah sarana dan prasarana wisata air. "Semoga sarana wisata airnya terus ditambah, seperti variasi perahu atau wahana bermain lainnya yang lebih modern dan aman, agar pengunjung semakin betah, memiliki lebih banyak pilihan aktivitas, dan ingin kembali lagi ke Ranu Sentong," pungkasnya, menunjukkan pemahaman akan pentingnya inovasi berkelanjutan dalam menarik dan mempertahankan minat wisatawan.

Puncak acara ditutup dengan serangkaian kegiatan yang tidak kalah bermakna dan visioner. Wali Kota dr. Aminuddin secara simbolis menyerahkan bantuan sarana pendukung wisata air berupa dua unit kano, dua unit sepeda air, dan dua unit perahu dayung kepada pengelola Ranu Sentong. Penyerahan ini bukan hanya sekadar bantuan fisik, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan daya tarik dan fasilitas rekreasi air di Ranu Sentong, sehingga pengunjung dapat menikmati pengalaman yang lebih beragam dan interaktif. Selain itu, sebagai bagian dari kegiatan Fun Fishing dan upaya menjaga keberlanjutan ekosistem perairan, dilakukan pula penebaran ribuan bibit ikan gurami dan lele. Aksi ini menunjukkan komitmen terhadap pariwisata yang bertanggung jawab, di mana pengembangan ekonomi selaras dengan pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Dengan suksesnya penyelenggaraan berbagai agenda besar ini, Ranu Sentong kembali menegaskan posisinya sebagai ruang publik yang dinamis, multifungsi, dan strategis bagi pengembangan pariwisata Kota Probolinggo secara keseluruhan. Pemerintah daerah memandang kegiatan ini sebagai momentum krusial untuk memperkuat kolaborasi yang telah terjalin erat antara pemerintah, Pokdarwis, dan seluruh lapisan masyarakat. Semangat sinergi ini adalah kunci utama dalam memajukan sektor pariwisata berbasis lokal yang kreatif, inovatif, dan berkelanjutan. Ke depan, diharapkan Ranu Sentong akan terus menjadi mercusuar bagi destinasi wisata lain di Kota Probolinggo, menunjukkan bahwa dengan semangat kebersamaan dan inovasi yang tak pernah padam, potensi lokal dapat diangkat menjadi daya tarik global, sekaligus menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata.

(rakyatindependen.id)

Destinasi Makin Hidup, Ranu Sentong Ramaikan Penganugerahan Kampung Wisata 2025 di Kota Probolinggo

# # # #