FAJAR.CO.ID, TERNATE — PSM Makassar berhasil menunjukkan ketangguhan mental dan semangat juang tinggi untuk mengamankan satu poin berharga dari markas tim papan atas Malut United. Dalam laga dramatis lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-25 yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Sabtu (7/3/2026), kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 3-3. Pahlawan PSM di laga ini adalah sang rekrutan anyar, Jacques Medina, yang mencetak gol perdananya sekaligus menyelamatkan timnya dari kekalahan di menit-menit akhir pertandingan.
Pertandingan yang sarat tensi ini benar-benar menyajikan tontonan menarik bagi para penggemar sepak bola Indonesia. Malut United, yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri, tampil mendominasi sejak awal babak pertama. Serangan demi serangan dibangun oleh tim berjuluk Laskar Kie Raha ini, namun pertahanan PSM yang digalang oleh duet bek tengahnya mampu meredam beberapa ancaman yang datang. Kendati lebih banyak ditekan, PSM Makassar justru berhasil mengejutkan tuan rumah dengan mencetak gol terlebih dahulu. Gol pembuka keunggulan PSM tercipta di menit ke-37 melalui gol bunuh diri yang tidak disengaja dari bek kiri Malut United, Yance Sayuri. Kesalahan antisipasi Yance saat mencoba menghalau bola justru berujung gol yang membuat PSM unggul 1-0 hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Malut United menunjukkan perubahan drastis dalam pola permainan mereka. Tekanan yang dilancarkan semakin intens, dan pertahanan PSM mulai goyah. Petaka bagi PSM datang di menit ke-48 ketika striker andalan Malut United, David Da Silva, berhasil menyamakan kedudukan. Gol ini lahir dari sebuah blunder yang dilakukan oleh kiper PSM, Hilman Syah. Niat hati ingin menyapu bola jauh ke depan, tendangan Hilman justru mengenai badan David Da Silva yang berada di dekatnya, bola memantul masuk ke gawang PSM. Kebangkitan Malut United berlanjut di menit ke-53. Melalui kemelut di depan gawang PSM, Tyronne del Pino berhasil memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol kedua bagi Malut United, membawa timnya berbalik unggul 2-1.
Tertinggal dua gol, semangat juang PSM Makassar tak padam. Tim Juku Eja terus berupaya mencari celah di pertahanan Malut United. Di menit ke-70, PSM berhasil kembali menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak oleh Savio Roberto. Gol ini membangkitkan kembali asa PSM untuk setidaknya membawa pulang satu poin dari Ternate. Namun, Malut United tidak tinggal diam. Mereka kembali meningkatkan intensitas serangan dan berusaha keras untuk kembali unggul.
Pertandingan seolah akan berakhir dengan kemenangan tipis Malut United, namun di menit ke-88, sebuah momen magis terjadi. Sang rekrutan baru, Jacques Medina, yang masuk di babak kedua, berhasil mencatatkan namanya di papan skor dengan gol debutnya yang spektakuler. Gol tersebut menjadi penentu skor akhir imbang 3-3 dan menjadi penyelamat PSM dari kekalahan. Gol perdana Medina ini tidak hanya membawa pulang satu poin penting bagi PSM, tetapi juga menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh pemain asal Prancis tersebut.
Skor akhir 3-3 ini menjadi bukti betapa ketatnya persaingan di Super League musim ini. Kedua tim sama-sama menunjukkan kualitas permainan yang patut diacungi jempol. Bagi PSM Makassar, hasil imbang ini sangat berharga dalam upaya mereka untuk tetap bersaing di papan atas klasemen. Sementara bagi Malut United, harus kecewa karena gagal memanfaatkan keunggulan kandang untuk meraih poin penuh.
Sejak menit awal pertandingan, kedua tim telah menunjukkan ambisi yang sama untuk meraih kemenangan. Tempo permainan yang tinggi sejak peluit dibunyikan menandakan bahwa tidak ada tim yang ingin memberikan ruang bagi lawannya. Malut United, dengan dukungan penuh dari suporter mereka, memang terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang yang cukup mengancam gawang PSM. Namun, soliditas lini pertahanan PSM di babak pertama, meskipun kerap tertekan, mampu menahan gelombang serangan tuan rumah.
Gol bunuh diri Yance Sayuri menjadi momen yang cukup ironis bagi Malut United. Sebuah kesalahan yang tidak perlu terjadi di saat mereka sedang membangun momentum. Gol ini memberikan keunggulan psikologis bagi PSM dan membuat mereka bermain lebih tenang di sisa waktu babak pertama.

Memasuki babak kedua, perubahan strategi dan pergantian pemain yang dilakukan oleh pelatih Malut United tampaknya membuahkan hasil. Mereka keluar dengan semangat baru dan langsung menekan pertahanan PSM. Blunder kiper Hilman Syah yang berujung pada gol David Da Silva menjadi titik balik yang sangat krusial. Momen tersebut memberikan kepercayaan diri ekstra bagi Malut United dan membuat mereka semakin bersemangat untuk mencetak gol lagi. Gol Tyronne del Pino semakin mempertegas dominasi Malut United di awal babak kedua.
Namun, PSM Makassar bukanlah tim yang mudah menyerah. Pelatih PSM menunjukkan kemampuannya dalam membaca permainan dan melakukan perubahan taktik yang efektif. Masuknya Jacques Medina terbukti menjadi keputusan yang tepat. Medina tidak hanya mampu menjadi tambahan daya gedor, tetapi juga menunjukkan ketenangan dan penyelesaian akhir yang baik. Gol penyama kedudukan dari Savio Roberto menunjukkan bahwa PSM memiliki daya serang yang berbahaya dan tidak tergantung pada satu atau dua pemain saja.
Drama belum berakhir hingga menit-menit akhir. Ketika Malut United berusaha kembali mencetak gol kemenangan, PSM justru berhasil mencuri kesempatan. Gol debut Jacques Medina di menit ke-88 menjadi momen yang tak terlupakan bagi dirinya dan para pendukung PSM. Gol tersebut tercipta melalui skema serangan balik yang cepat, di mana Medina berhasil memanfaatkan celah di pertahanan Malut United dan melepaskan tendangan terukur yang tidak mampu dijangkau oleh kiper lawan. Gol ini disambut dengan euforia oleh para pemain dan staf pelatih PSM.
Pertandingan ini juga menyoroti beberapa aspek penting. Bagi Malut United, meskipun gagal meraih kemenangan, performa David Da Silva yang mencetak hattrick patut diacungi jempol. Namun, mereka perlu mengevaluasi pertahanan mereka yang dinilai masih rentan terhadap serangan balik cepat. Di sisi lain, PSM Makassar membuktikan bahwa mereka adalah tim yang memiliki karakter kuat dan tidak mudah patah semangat. Kemampuan mereka untuk bangkit dari ketertinggalan dan mencetak gol di menit-menit akhir menunjukkan mental juara yang terus diasah.
Gol perdana Jacques Medina tidak hanya menjadi momen personal yang membahagiakan baginya, tetapi juga memberikan suntikan moral yang besar bagi tim. Kehadirannya di lini serang PSM diharapkan dapat memberikan dimensi baru dan menambah variasi serangan tim. Kemenangan atau setidaknya poin dari laga tandang seperti ini sangat krusial dalam perburuan gelar juara Super League.
Secara keseluruhan, laga antara Malut United dan PSM Makassar ini adalah sebuah contoh sempurna dari sebuah pertandingan sepak bola yang penuh drama, tensi tinggi, dan kejutan. Hasil imbang 3-3 ini mungkin meninggalkan sedikit rasa kecewa bagi kedua tim yang sama-sama mengincar kemenangan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa pertandingan ini telah menyajikan tontonan yang menghibur dan menegangkan bagi para penggemar sepak bola Indonesia. PSM Makassar berhak mendapatkan apresiasi atas perjuangan pantang menyerah mereka, dan gol debut Jacques Medina akan selalu dikenang sebagai momen krusial yang menyelamatkan poin penting di kandang lawan.