Garda Depan Keselamatan: Inspeksi Armada Bus di Terminal Seloaji Ponorogo Perketat Pengawasan Demi Perjalanan Aman Masyarakat.

By angling dharmaWednesday, 19 November 2025, 15:4112

Upaya tak kenal lelah untuk menjamin keselamatan penumpang angkutan umum terus digencarkan, terutama menjelang periode mobilitas tinggi dan sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan terhadap keamanan lalu lintas. Di Terminal Tipe A Seloaji, Ponorogo, sebuah pusat transportasi vital yang menghubungkan berbagai kota dan provinsi, kegiatan ramp check atau pemeriksaan kelayakan jalan bus telah menjadi agenda rutin yang diperkuat dengan kolaborasi lintas instansi. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ponorogo, bersama dengan petugas Terminal Tipe A Seloaji dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, secara intensif melakukan inspeksi menyeluruh terhadap setiap armada bus yang beroperasi, mencakup baik bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Hasil dari pemeriksaan terbaru menunjukkan bahwa seluruh bus yang diuji dinyatakan dalam kondisi laik jalan, sebuah kabar yang melegakan sekaligus menegaskan efektivitas pengawasan yang diterapkan.

Pentingnya ramp check ini ditekankan oleh Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma, yang menegaskan bahwa kegiatan ini adalah instrumen krusial dalam menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat. Pemeriksaan yang dilakukan bersifat komprehensif, tidak hanya berfokus pada kondisi fisik kendaraan semata, melainkan juga mencakup kelengkapan armada serta memastikan kondisi kesehatan para awak bus, terutama para pengemudi. "Kami memastikan setiap bus dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan pemecah kaca yang mudah dijangkau di dalam bus. Selain itu, kami juga melakukan pengecekan menyeluruh terhadap fungsi lampu utama, lampu sein, lampu rem, hingga kondisi wiper dan ban," jelas AKP Dewo, saat diwawancarai pada Rabu (19/11/2025). Ia menambahkan bahwa setiap detail diperiksa agar bus dalam kondisi prima dan siap menghadapi berbagai kondisi perjalanan, sehingga memberikan rasa aman optimal bagi penumpang.

Detail pemeriksaan fisik kendaraan yang dilakukan tim gabungan mencakup berbagai aspek vital. Pada bagian roda, tidak hanya kondisi ban yang diperhatikan—mulai dari kedalaman alur ban, tekanan angin, hingga potensi retakan—tetapi juga sistem pengereman, mulai dari kampas rem, minyak rem, hingga fungsi rem tangan, diperiksa secara teliti untuk memastikan responsivitas dan daya cengkeram yang optimal dalam berbagai kondisi jalan. Sistem kemudi juga menjadi fokus utama, di mana kelonggaran pada setir dan kondisi komponen kemudi lainnya dipastikan berfungsi dengan baik guna menghindari risiko kehilangan kendali. Selain itu, sistem suspensi, yang berperan penting dalam kenyamanan dan stabilitas bus, turut diperiksa untuk mendeteksi adanya kebocoran atau kerusakan. Kelengkapan lainnya seperti spion, klakson, speedometer, serta fungsi pintu darurat dan palu pemecah kaca juga tidak luput dari perhatian. Semua ini bertujuan untuk memastikan bahwa dalam situasi darurat sekalipun, penumpang dapat mengevakuasi diri dengan aman dan cepat.

Aspek kesehatan pengemudi dan kru bus mendapatkan perhatian khusus, mengingat faktor manusia seringkali menjadi penentu utama dalam insiden kecelakaan lalu lintas. Tim gabungan tidak hanya memeriksa kelayakan kendaraan, tetapi juga melakukan pengecekan kesehatan terhadap puluhan sopir dan kru bus. Menurut AKP Dewo, kondisi fisik dan mental pengemudi adalah faktor krusial yang dapat secara signifikan menekan risiko kecelakaan. "Tes kesehatan, salah satunya mengecek tekanan darah (tensi) para sopir. Kita tidak bisa memastikan kondisi mereka prima atau tidak hanya dari penampilan luar. Ya, mungkin ada yang minum kopi berlebihan atau kurang tidur yang bisa menyebabkan tensi tinggi," ujarnya. Untuk kasus seperti itu, tim menyediakan tempat khusus bagi pengemudi untuk beristirahat sejenak hingga kondisi mereka kembali normal. "Jika sudah dalam kondisi prima dan dinyatakan sehat, barulah mereka diperbolehkan untuk mengemudikan bus," tegasnya, menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap kelelahan dan tekanan darah tinggi yang bisa mengganggu konsentrasi saat berkendara. Lebih dari sekadar pemeriksaan tensi, skrining awal untuk potensi kelelahan, indikasi dehidrasi, atau bahkan pengaruh zat-zat yang dapat menurunkan fokus berkendara juga menjadi bagian dari protokol pemeriksaan kesehatan.

Dalam kesempatan yang sama, AKP Dewo juga memanfaatkan momen ramp check ini untuk menyosialisasikan Operasi Zebra Semeru 2025. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama dua minggu, mulai dari tanggal 17 hingga 30 November, dengan fokus pada penindakan tujuh jenis pelanggaran prioritas yang kerap menjadi penyebab kecelakaan fatal. Pelanggaran tersebut meliputi penggunaan telepon genggam saat berkendara, melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, tidak mengenakan sabuk pengaman, melebihi batas kecepatan, berkendara di bawah pengaruh alkohol, dan pengemudi di bawah umur. Dengan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya para pengemudi angkutan umum, akan pentingnya tertib berlalu lintas semakin meningkat. "Kami berharap kegiatan ramp check ini, ditambah dengan sosialisasi Operasi Zebra Semeru, dapat secara signifikan menekan angka kecelakaan lalu lintas dan pada akhirnya memastikan keselamatan serta kenyamanan penumpang selama perjalanan," tambahnya, menegaskan sinergi antara pemeriksaan teknis dan edukasi hukum.

Garda Depan Keselamatan: Inspeksi Armada Bus di Terminal Seloaji Ponorogo Perketat Pengawasan Demi Perjalanan Aman Masyarakat.

Kepala Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo, Dendy Trias, turut memberikan informasi mengenai operasional terminal. Ia menyebutkan bahwa terdapat sekitar 42 perusahaan otobus (PO) yang secara reguler beroperasi di terminal tersebut. Angka ini terdiri dari 27 PO yang melayani rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan 15 PO untuk rute Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Dendy menegaskan bahwa ramp check internal merupakan prosedur standar yang rutin dilakukan setiap hari sebelum bus diberangkatkan. "Jadi memang kalau dari Terminal Seloaji itu setiap hari memang melakukan ramp check. Jika memang ada bus yang terindikasi tidak laik jalan, maka keberangkatannya akan ditunda sampai semua kekurangan diperbaiki dan dinyatakan laik jalan kembali," pungkasnya. Hal ini menunjukkan komitmen internal terminal dalam menjaga standar keselamatan secara berkelanjutan, bukan hanya saat ada inspeksi gabungan.

Sinergi antara berbagai pihak, mulai dari kepolisian, dinas perhubungan, hingga pihak pengelola terminal, menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem transportasi darat yang aman dan andal. Keberadaan Terminal Tipe A Seloaji sebagai hub penting di wilayah Ponorogo menjadikannya titik strategis untuk implementasi kebijakan keselamatan. Dengan volume penumpang yang tinggi, terutama pada musim liburan atau hari besar, pengawasan yang ketat dan berkelanjutan sangatlah esensial. Ramp check bukan hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah investasi dalam nyawa dan kesejahteraan masyarakat pengguna jasa angkutan umum.

Lebih jauh, pendekatan proaktif ini juga melibatkan edukasi kepada pemilik PO dan para pengemudi mengenai pentingnya pemeliharaan rutin, penggunaan suku cadang asli, serta pelatihan berkala bagi pengemudi untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran akan keselamatan. Program-program pelatihan ini mencakup manajemen kelelahan, pertolongan pertama pada kecelakaan, serta penanganan situasi darurat lainnya. Dengan demikian, keselamatan penumpang tidak hanya bergantung pada kondisi fisik kendaraan, tetapi juga pada kesiapan dan profesionalisme awak bus.

Tantangan ke depan tentu masih ada, termasuk memastikan konsistensi pemeriksaan, adaptasi terhadap perkembangan teknologi kendaraan, serta menghadapi dinamika operasional perusahaan otobus. Namun, dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait, upaya untuk menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh penumpang angkutan umum di Terminal Seloaji Ponorogo akan terus diperkuat dan ditingkatkan. Ini adalah langkah nyata menuju terciptanya budaya keselamatan berlalu lintas yang lebih baik di Indonesia.

Sumber: rakyatindependen.id

Garda Depan Keselamatan: Inspeksi Armada Bus di Terminal Seloaji Ponorogo Perketat Pengawasan Demi Perjalanan Aman Masyarakat.

# # # #