IMA Tanam 1.000 Mangrove Bukti Kepedulian Lingkungan di Surabaya.

By angling dharmaSaturday, 29 November 2025, 05:1010

Surabaya, kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan dengan semangat perjuangan yang membara, kembali menjadi pusat perhatian nasional, tidak hanya sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Indonesia Marketing Association (IMA) dan ajang bergengsi IMA UMKM & Tourism Award 2025, tetapi juga sebagai titik tolak gerakan nyata peduli lingkungan yang diinisiasi oleh para pemasar terkemuka di Indonesia. Aktivitas ini menegaskan bahwa kepedulian terhadap kelestarian alam adalah bagian integral dari visi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Pada Jumat pagi yang cerah, 28 November 2025, suasana di Eco Wisata Mangrove Gunung Anyar, Surabaya, dipenuhi oleh semangat kebersamaan dan dedikasi. Para pengurus dan anggota IMA dari berbagai chapter di seluruh Indonesia berkumpul, bukan untuk berdiskusi di balik meja, melainkan untuk turun langsung ke lapangan. Sejak pukul 07.30 WIB, sekitar 1.000 bibit mangrove ditanam serentak oleh puluhan peserta. Aksi tanam ini menjadi pembuka yang unik dan bermakna, sebuah simbol komitmen nyata sebelum memasuki pembahasan strategi organisasi yang lebih formal. Energi positif terpancar dari setiap peserta, mencerminkan sinergi antara visi bisnis dan tanggung jawab sosial.

Eco Wisata Mangrove Gunung Anyar dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu paru-paru hijau pesisir Surabaya yang terus dikembangkan sebagai pusat konservasi dan edukasi lingkungan. Penanaman mangrove di lokasi ini secara langsung berkontribusi pada upaya pemulihan ekosistem yang rentan, sekaligus memperkuat fondasi pertahanan alam kota dari berbagai ancaman, mulai dari abrasi hingga dampak perubahan iklim. Kehadiran para pemasar nasional dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem mangrove.

Yusuf Wiharto, Presiden IMA Chapter Surabaya, dengan lugas menegaskan bahwa inisiatif ini adalah perwujudan nyata dari komitmen IMA terhadap keberlanjutan lingkungan. "Ini adalah bukti bentuk komitmen kita terhadap melindungi kelestarian alam dan sekitarnya," jelas Yusuf. Ia menambahkan, "Kami harus peduli mulai dari hal yang kecil-kecil, sama halnya dengan UMKM, karena dari hal kecil inilah perubahan besar dapat dimulai." Pernyataan Yusuf menyoroti filosofi bahwa upaya konservasi, seperti halnya pengembangan UMKM, memerlukan perhatian terhadap detail dan konsistensi dari langkah-langkah kecil yang berkelanjutan.

Mangrove, dengan sistem perakarannya yang kuat dan kompleks, memainkan peran krusial sebagai benteng alami pesisir. Hutan mangrove efektif dalam mencegah abrasi pantai, mengurangi dampak gelombang pasang, bahkan berfungsi sebagai penahan tsunami. Lebih dari itu, ekosistem mangrove adalah rumah bagi beragam spesies biota laut, seperti ikan, kepiting, dan berbagai jenis burung, menjadikannya pusat keanekaragaman hayati yang penting. Fungsi ekologisnya juga mencakup penyaringan polutan air dan penyerapan karbon dioksida dalam jumlah besar, menjadikannya salah satu solusi alami paling efektif dalam mitigasi perubahan iklim. Oleh karena itu, penanaman 1.000 bibit mangrove oleh IMA bukan sekadar aksi seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan lingkungan dan keberlanjutan masyarakat pesisir Surabaya.

IMA Tanam 1.000 Mangrove Bukti Kepedulian Lingkungan di Surabaya.

Aksi menanam mangrove ini sekaligus menandai dimulainya agenda tahunan IMA yang mengusung tema ambisius: "Rising and Collaborating for a Stronger Economy". Tema ini dirancang untuk tidak hanya memperkuat strategi organisasi IMA dalam menghadapi tantangan ekonomi global, tetapi juga untuk menjadi pendorong utama perkembangan sektor UMKM nasional. Dengan melibatkan para pemasar dari seluruh penjuru negeri, IMA berupaya menciptakan ekosistem kolaboratif yang memberdayakan pelaku UMKM, membantu mereka beradaptasi dengan tren pasar, dan meningkatkan daya saing produk dan jasa lokal di kancah yang lebih luas. Konteks lingkungan dalam tema ini menyiratkan bahwa ekonomi yang kuat haruslah selaras dengan keberlanjutan lingkungan.

Keterlibatan aktif pengurus dan anggota chapter dalam aksi nyata ini menegaskan kontribusi IMA terhadap Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan PBB. Secara spesifik, kegiatan ini mendukung SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 14 (Kehidupan Bawah Air), dan SDG 15 (Kehidupan di Darat), serta secara tidak langsung berkontribusi pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui dukungan terhadap ekowisata dan ekonomi lokal. IMA menunjukkan bahwa organisasi profesi tidak hanya berfokus pada kepentingan anggotanya, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan planet.

Dalam konteks "Rising and Collaborating," penanaman mangrove ini juga menjadi simbol penting dari kolaborasi lintas sektor. IMA, sebagai representasi dari dunia pemasaran, menunjukkan kesediaannya untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas lokal, dan organisasi lingkungan dalam mencapai tujuan bersama. Kolaborasi semacam ini sangat vital dalam membangun ketahanan ekonomi yang tangguh, di mana pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan kualitas lingkungan, melainkan justru mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap aspeknya. Ini adalah pendekatan holistik yang diperlukan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua.

Pengembangan UMKM, yang menjadi fokus utama dalam Rakernas IMA, memiliki keterkaitan erat dengan isu lingkungan. UMKM yang menerapkan praktik bisnis berkelanjutan, seperti menggunakan bahan baku ramah lingkungan, mengurangi limbah, atau mendukung produk lokal yang bertanggung jawab, tidak hanya akan meningkatkan citra mereka tetapi juga membuka peluang pasar baru di tengah meningkatnya kesadaran konsumen akan produk berkelanjutan. IMA, melalui program dan penghargaan yang diselenggarakan, berupaya mendorong transformasi ini, menjadikan UMKM sebagai agen perubahan positif bagi ekonomi dan lingkungan.

Seluruh rangkaian kegiatan yang menggabungkan aksi lingkungan dengan pembahasan strategis organisasi ini berujung pada acara puncak yang sangat dinantikan. Para pengurus, perwakilan chapter, dan tamu undangan dari berbagai wilayah Indonesia akan berkumpul pada 6 Desember 2025 di Ballroom Four Points by Sheraton Hotel, Tunjungan Plaza Surabaya. Acara puncak ini akan menjadi momen perayaan prestasi UMKM terbaik melalui IMA UMKM & Tourism Award 2025, sekaligus forum penting untuk merumuskan arah strategis organisasi IMA di masa depan. Ini adalah platform di mana ide-ide inovatif akan dibagikan, kemitraan strategis akan terjalin, dan komitmen bersama untuk memajukan perekonomian nasional akan diperkuat.

Rakernas IMA 2025 di Surabaya ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan para pemasar, melainkan sebuah deklarasi bahwa pemasaran modern tidak lagi hanya tentang penjualan produk, tetapi juga tentang menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan menanam 1.000 bibit mangrove, IMA telah menanamkan harapan, tidak hanya bagi kelestarian ekosistem pesisir Surabaya, tetapi juga bagi masa depan ekonomi Indonesia yang lebih hijau, inklusif, dan tangguh. Aksi nyata ini menjadi inspirasi bahwa setiap organisasi, terlepas dari bidangnya, memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan planet ini demi generasi mendatang.

Momen di Eco Wisata Mangrove Gunung Anyar ini akan dikenang sebagai salah satu highlight dari Rakernas IMA 2025, sebuah bukti konkret bahwa "Rising and Collaborating" bukan hanya slogan, melainkan panggilan untuk bertindak. Surabaya, dengan semangat kepahlawanannya, kembali menjadi saksi bisu dari sebuah gerakan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan dan kemaslahatan bersama. Ini adalah langkah awal yang signifikan menuju pembangunan ekonomi yang seimbang, di mana pertumbuhan finansial berjalan seiring dengan perlindungan terhadap aset alam yang tak ternilai harganya.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita rakyatindependen.id

IMA Tanam 1.000 Mangrove Bukti Kepedulian Lingkungan di Surabaya.

# # # #