Gudang pabrik PT Ritek Energi Lestari (REL), sebuah fasilitas penting dalam pengelolaan limbah karbon yang berlokasi strategis di Jalan Raya Metatu Km 7, Kecamatan Benjeng, Gresik, kembali dilalap si jago merah. Insiden yang terjadi pada hari Sabtu, 16 November 2025, ini menandai kejadian kedua dalam kurun waktu tiga tahun terakhir di lokasi yang sama, memicu kekhawatiran serius di kalangan warga sekitar dan mengundang sorotan tajam terhadap standar keselamatan operasional di industri pengolahan limbah. Kebakaran sebelumnya terjadi pada tahun 2022, yang juga menghanguskan sebagian besar fasilitas pabrik tersebut. Frekuensi insiden ini menimbulkan pertanyaan mendalam mengenai penyebab berulang dan efektivitas langkah-langkah pencegahan yang telah diterapkan.
PT Ritek Energi Lestari dikenal sebagai salah satu pemain kunci dalam sektor pengelolaan limbah karbon, sebuah industri yang krusial untuk mendukung keberlanjutan lingkungan melalui daur ulang dan pemanfaatan kembali material sisa. Namun, sifat material karbon itu sendiri, terutama dalam bentuk limbah yang telah diproses atau disimpan, seringkali memiliki potensi bahaya kebakaran yang tinggi, baik karena sifat mudah terbakarnya maupun risiko reaksi kimia spontan jika tidak ditangani dengan protokol keselamatan yang ketat. Lokasi pabrik di Benjeng, Gresik, yang merupakan salah satu sentra industri di Jawa Timur, menambah kompleksitas insiden ini, mengingat kepadatan aktivitas ekonomi dan pemukiman di sekitarnya.
Kronologi kebakaran bermula ketika langit cerah di atas Metatu tiba-tiba berubah menjadi kelabu pekat, diselimuti asap hitam tebal yang mengepul tinggi ke udara. Pemandangan mengerikan ini sontak menimbulkan kepanikan di kalangan warga yang bermukim di sekitar pabrik. Banyak di antara mereka yang sedang menikmati akhir pekan harus bergegas keluar rumah, mencari tahu sumber asap dan api yang semakin membesar. Ketika didekati, ternyata kobaran api telah melalap gudang pabrik PT REL dengan intensitas yang sangat besar, memancarkan panas yang terasa hingga jarak tertentu. Material-material yang tersimpan di dalam gudang, diduga kuat merupakan produk olahan atau limbah karbon, menjadi bahan bakar empuk bagi api, mempercepat penyebarannya dan menghasilkan asap hitam pekat yang menjadi ciri khas pembakaran material organik.
Kekhawatiran akan merembetnya api ke area lain, termasuk pemukiman warga atau fasilitas industri terdekat, mendorong warga untuk segera mengambil tindakan. Amin, salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, mengungkapkan kepanikannya. “Api tiba-tiba membesar ditambah asap hitam pekat mengepul di udara. Kami khawatir saja merembet ke tempat lain. Kemudian menghubungi posko Damkarla Gresik,” ujarnya, menggambarkan momen genting saat keputusan untuk melapor diambil dengan cepat. Laporan darurat ini langsung disampaikan ke Posko Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Menganti, Gresik, yang segera merespons dengan mengerahkan tim dan peralatan.
- Skandal Judi Slot Guncang ASN Pemkot Surabaya: DPRD Tuntut Reformasi Pengawasan, Sanksi Tegas, dan Pencegahan Menyeluruh
- TNI-Polri dan Perguruan Silat di Geger Madiun Bersepakat Membangun Fondasi Kampung Aman-Rukun dan Berbudaya.
- Kevin De Bruyne jadi Tumbal Capolista SSC Napoli Usai Kalahkan Inter Milan 3-1
Dalam hitungan menit, sirine mobil pemadam kebakaran meraung memecah keheningan akhir pekan di Benjeng. Tim Damkarla Gresik, yang terdiri dari 7 personel terlatih, didukung oleh satu unit mobil pemadam kebakaran utama dan satu unit suplai air, bergegas meluncur ke lokasi kejadian. Koordinasi cepat dan respons tanggap adalah kunci dalam menangani kebakaran industri skala besar seperti ini, di mana setiap detik sangat berharga untuk mencegah kerugian yang lebih parah.
![]()
Faical Irhansyah, petugas piket Damkarla Gresik, mengkonfirmasi bahwa saat petugas tiba di lokasi dan memulai upaya pemadaman, tidak ada aktivitas produksi maupun karyawan yang bekerja di dalam pabrik. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena hari libur dan tak ada karyawan yang menjalankan aktivitas,” katanya, memberikan sedikit kelegaan di tengah kekhawatiran yang melanda. Fakta ini menjadi satu-satunya kabar baik di tengah insiden yang merugikan, meskipun tetap meninggalkan pertanyaan tentang apa yang akan terjadi jika kebakaran tersebut terjadi pada hari kerja dengan puluhan atau bahkan ratusan karyawan di dalamnya.
Proses pemadaman api berlangsung intens dan membutuhkan upaya ekstra. Kobaran api yang semula menghanguskan seluruh isi gudang, dengan asap tebal yang terus membumbung tinggi, menjadi tantangan berat bagi petugas Damkarla. Mereka harus berjuang melawan panas yang menyengat, asap pekat yang mengganggu pandangan, dan potensi bahaya dari material yang terbakar. Dengan strategi pemadaman yang terukur, termasuk pendinginan ekstensif dan lokalisasi api, petugas akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah setelah beberapa jam berjuang.
“Apinya sudah kami padamkan, namun demikian anggota di lapangan berusaha mencari titik api supaya tidak membesar lagi. Mengenai penyebabnya masih dalam penyelidikan Polsek Benjeng,” imbuh Faical. Tahap pendinginan dan pencarian "titik api" atau bara api yang tersembunyi sangat krusial untuk mencegah api kembali berkobar. Material karbon, terutama yang berbentuk serbuk atau tumpukan, dapat mempertahankan panas dalam waktu lama dan kembali menyala jika terpapar oksigen atau tidak sepenuhnya dingin.
Insiden kebakaran ini, yang merupakan kali kedua dalam tiga tahun, secara otomatis menyoroti sejarah operasional PT Ritek Energi Lestari. Kebakaran sebelumnya pada tahun 2022 juga dilaporkan sebagai kejadian besar yang membutuhkan upaya pemadaman masif. Peristiwa berulang ini memunculkan pertanyaan kritis dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pengawas lingkungan, dan tentu saja, masyarakat. Apa yang menjadi penyebab utama kebakaran berulang ini? Apakah ada kelemahan dalam sistem manajemen keselamatan, prosedur operasional standar, atau infrastruktur pencegahan kebakaran di pabrik? Apakah rekomendasi dari investigasi kebakaran tahun 2022 telah sepenuhnya diimplementasikan dan dievaluasi efektivitasnya?
Penyelidikan atas penyebab kebakaran kali ini akan menjadi tugas utama Polsek Benjeng, kemungkinan besar dibantu oleh tim forensik dan ahli kebakaran dari Damkarla Gresik. Penyelidikan akan mencakup berbagai aspek, mulai dari pemeriksaan instalasi listrik, sistem penyimpanan material, prosedur penanganan limbah, hingga kemungkinan adanya kelalaian manusia atau bahkan sabotase, meskipun yang terakhir ini jarang terjadi pada kebakaran industri. Fokus akan diberikan pada material yang terbakar, pola penyebaran api, dan analisis sisa-sisa kebakaran untuk menemukan petunjuk. Hasil investigasi diharapkan dapat mengungkap akar masalah dan memberikan rekomendasi konkret untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
Dampak dari kebakaran ini tidak hanya terbatas pada kerugian material yang diperkirakan cukup besar bagi PT Ritek Energi Lestari, tetapi juga pada aspek lingkungan dan sosial. Asap hitam tebal yang membumbung tinggi selama berjam-jam berpotensi menyebabkan polusi udara lokal, mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan pernapasan warga sekitar. Selain itu, insiden berulang ini dapat mengikis kepercayaan publik terhadap komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan keberlanjutan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Gresik, melalui dinas terkait, diharapkan tidak hanya fokus pada penanganan pasca-kebakaran tetapi juga melakukan audit menyeluruh terhadap standar keselamatan dan lingkungan semua industri pengolahan limbah di wilayahnya, khususnya yang berpotensi menimbulkan bahaya.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kejadian ini menjadi pengingat keras akan pentingnya penerapan standar keselamatan industri yang paling ketat, terutama di sektor-sektor yang melibatkan material berbahaya. Perusahaan seperti PT Ritek Energi Lestari memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa operasional mereka tidak hanya efisien tetapi juga aman bagi karyawan, masyarakat, dan lingkungan. Kebakaran berulang ini harus menjadi momentum bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi total dan perbaikan fundamental dalam sistem manajemen risikonya, agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa depan.
rakyatindependen.id
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4968807/original/044774400_1728914100-WhatsApp_Image_2024-10-14_at_8.51.34_PM.jpeg)
