"Setelah pertandingan terakhir ini kita akan libur sebentar, evaluasi sebelum main lagi lawan Borneo di home," ujar Uston Nawawi pada Senin (8/12/2025), memberikan gambaran tentang agenda tim ke depan. Pernyataan ini mencerminkan keseriusan manajemen dan staf pelatih dalam menghadapi sisa musim yang semakin kompetitif. Evaluasi ini diharapkan tidak hanya sekadar formalitas, melainkan menjadi landasan untuk transformasi performa Bajul Ijo yang lebih konsisten dan bertenaga.
Paradoks Performa: Belum Kalah, Namun Minim Kemenangan
Mantan gelandang legendaris Persebaya era 90-an itu mengakui bahwa dalam beberapa laga terakhir, timnya memang belum tersentuh kekalahan, sebuah rekor yang patut diapresiasi mengingat ketatnya persaingan di Liga 1. Namun, Uston juga tidak menampik fakta bahwa catatan tanpa kemenangan, yang seringkali berakhir dengan hasil imbang, masih menjadi penghambat utama bagi Persebaya untuk merangkak naik di papan klasemen. Situasi ini menciptakan sebuah paradoks yang unik: tim sulit dikalahkan, namun juga kesulitan untuk meraih poin penuh.
"Tentu di sisa waktu ini akan evaluasi bersama tim dan staf. Kita juga sudah bertekad mendapat 3 poin kembali," tegasnya dengan nada optimis namun realistis. Fokus utama dari perbaikan ini adalah memutus tren hasil imbang dan kekalahan, terutama saat bermain di markas sendiri. Stadion Gelora Bung Tomo, yang seharusnya menjadi benteng tak terkalahkan bagi Persebaya, justru seringkali menyaksikan tim bermain imbang, bahkan kalah. Ini adalah PR besar yang harus segera diatasi oleh Uston dan jajaran pelatih.
- Gangguan Teknis Parah Lumpuhkan Akses ke Berita Krusial di rakyatindependen.id, Ribuan Pembaca Kehilangan Informasi Vital Jawa Timur
- Kemensos dan BKN Bahas Manajemen Talenta ASN, Fokus Benahi Data dan Ciptakan Pegawai Bertalenta Unggul
- Manchester City Hancurkan Liverpool 3-0 di Etihad, Kemenangan Gemilang Penanda Laga ke-1000 Sang Maestro Pep Guardiola
Evaluasi menyeluruh yang dimaksud Uston mencakup berbagai aspek fundamental dalam permainan sepak bola. Dari sisi teknis, tim pelatih akan menganalisis pola serangan yang kurang efektif, pertahanan yang terkadang lengah, hingga transisi permainan dari menyerang ke bertahan atau sebaliknya. Penggunaan rekaman video pertandingan sebelumnya akan menjadi alat bantu utama untuk mengidentifikasi kesalahan individu maupun kolektif. Setiap pemain akan dievaluasi secara mendalam, mulai dari penempatan posisi, pengambilan keputusan, hingga eksekusi umpan dan tembakan.

Aspek fisik juga tidak luput dari perhatian. Jeda dua minggu ini memberikan kesempatan bagi para pemain untuk memulihkan diri dari kelelahan fisik akibat jadwal padat, sekaligus meningkatkan kebugaran untuk menghadapi paruh kedua musim. Program latihan yang disesuaikan akan dirancang untuk memastikan setiap pemain mencapai puncak performa fisik mereka, sehingga mampu bermain dengan intensitas tinggi selama 90 menit penuh.
Lebih jauh lagi, Uston menekankan pentingnya evaluasi mental dan psikologis. Rentetan hasil imbang dapat berdampak negatif pada kepercayaan diri pemain. Oleh karena itu, staf pelatih akan bekerja keras untuk mengembalikan mentalitas pemenang, menumbuhkan keyakinan bahwa tim mampu meraih tiga poin di setiap pertandingan, terutama di kandang sendiri. Tekanan dari Bonek, suporter setia Persebaya, memang besar, namun Uston ingin mengubah tekanan tersebut menjadi motivasi.
Tanggung Jawab Besar Seorang Carteker
Bagi Uston Nawawi, peran sebagai pelatih sementara bukanlah hal baru. Ia telah beberapa kali mengisi posisi ini dalam situasi sulit yang dialami Persebaya. Meskipun manajemen tidak memberikan target khusus secara eksplisit kepadanya, Uston merasa memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk mengembalikan performa Persebaya ke jalur positif. Ini adalah bagian dari kecintaannya terhadap klub yang telah membesarkan namanya.
"Saya bilang ini adalah tanggung jawab saya karena sebagai pengganti pelatih yang sampai saat ini belum ada. Jadi saya harus siap menggantikan dan membawa kemenangan," tambahnya, menunjukkan komitmen penuhnya. Uston memahami betul bahwa Persebaya bukan sekadar klub sepak bola, melainkan sebuah simbol kebanggaan bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Oleh karena itu, setiap hasil pertandingan membawa dampak emosional yang besar bagi jutaan Bonek.
Pengalaman Uston sebagai pemain dan pelatih di Persebaya memberinya pemahaman mendalam tentang karakter dan filosofi Bajul Ijo. Ia tahu betul bahwa Persebaya adalah tim yang identik dengan permainan menyerang, ngotot, dan pantang menyerah. Misi utamanya saat ini adalah menanamkan kembali semangat juang tersebut kepada para pemain, agar mereka bermain dengan hati dan kebanggaan mengenakan jersey hijau kebanggaan.
Persebaya Masih di Peringkat 9, Tantangan Menuju Puncak
Hingga pekan ke-13 BRI Liga 1, Persebaya masih berada di posisi kesembilan klasemen sementara. Dari 13 laga yang telah dijalani, tim hanya mengemas 4 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 3 kekalahan. Sebuah catatan yang, meskipun tidak buruk-buruk amat, jauh dari ekspektasi para suporter dan manajemen klub. Posisi di papan tengah ini menunjukkan bahwa Persebaya memerlukan dorongan signifikan untuk bersaing di papan atas.
Empat kemenangan dari 13 pertandingan adalah statistik yang mengkhawatirkan bagi tim sekelas Persebaya. Artinya, lebih dari separuh pertandingan mereka berakhir tanpa kemenangan. Enam hasil imbang, meskipun mencegah kekalahan, seringkali terasa seperti kekalahan karena tim kehilangan kesempatan meraih poin penuh, terutama dalam pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan. Tiga kekalahan menunjukkan bahwa ada celah yang perlu ditutup agar tim lebih kokoh.
Evaluasi mendalam yang dilakukan selama jeda ini dinilai menjadi langkah penting untuk memperbaiki posisi di papan klasemen. Target minimal Persebaya tentu saja adalah finis di posisi yang lebih terhormat, mendekati zona Liga Champions Asia atau Piala AFC. Namun, dengan situasi saat ini, fokus utama adalah bagaimana bisa secara konsisten meraih tiga poin di setiap pertandingan, dimulai dari laga kandang melawan Borneo FC.
Pertandingan melawan Borneo FC pada 20 Desember 2025 nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi hasil evaluasi dan kerja keras Uston Nawawi beserta timnya. Borneo FC dikenal sebagai salah satu tim kuat di Liga 1, dengan materi pemain berkualitas dan strategi yang solid. Kemenangan di laga kandang ini bukan hanya akan menambah tiga poin krusial, tetapi juga akan mengembalikan kepercayaan diri tim, membangkitkan semangat Bonek, dan menjadi titik balik bagi Persebaya untuk memulai perjalanan positif di sisa musim.
Tekanan untuk memenangkan pertandingan kandang sangat besar. Bonek akan memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo, menuntut kemenangan yang telah lama dinantikan. Oleh karena itu, persiapan matang, baik dari segi taktik, fisik, maupun mental, akan menjadi kunci utama. Uston Nawawi dan pasukannya harus memastikan bahwa mereka siap 100% untuk menghadapi tantangan ini dan memberikan yang terbaik bagi kebanggaan Surabaya.
Persebaya adalah klub dengan sejarah panjang dan tradisi juara. Semangat "wani" yang selalu digaungkan Bonek harus termanifestasi di lapangan. Dua minggu jeda ini adalah kesempatan terbaik untuk mengisi ulang energi, menyusun strategi baru, dan memupuk mentalitas pemenang. Harapannya, setelah jeda ini, Persebaya akan kembali dengan performa yang lebih garang, lebih efektif, dan mampu mengukir kemenangan demi kemenangan, membawa Bajul Ijo kembali ke puncak kejayaan.
.jpeg)
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita rakyatindependen.id

