BOJONEGORO – Suasana religius dan kebersamaan menyelimuti Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Pemerintah Kecamatan Purwosari bersama Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) menggelar Pawai Ta’aruf yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 181 anak yatim piatu se-Kecamatan Purwosari, Kamis (26/6).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Purwosari, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan sinergi yang solid antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan komunitas dalam menyemarakkan momen sakral pergantian tahun Hijriah.
Pawai Ta’aruf: Syiar Islam yang Menggerakkan Semangat Kebersamaan
Rangkaian acara dimulai dengan Pawai Ta’aruf yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Peserta tampak antusias mengenakan busana muslim terbaik dan membawa atribut bernuansa Islami sepanjang jalur pawai. Kegiatan ini bukan sekadar arak-arakan seremonial, melainkan bentuk syiar Islam sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga.
Sepanjang perjalanan, lantunan takbir dan salawat menggema, menambah semarak suasana dan menggugah kesadaran kolektif akan makna perjuangan serta pengorbanan yang terkandung dalam peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW.

Santunan Simbolis untuk 181 Anak Yatim Piatu
Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan secara simbolis oleh Camat Purwosari, Ike Widiya Ningrum, bersama perwakilan BUMDesma. Sebanyak 181 anak yatim piatu dari seluruh desa di Kecamatan Purwosari menerima bantuan tersebut. Mereka tampak ceria dan haru menerima perhatian yang diberikan oleh para pemangku kepentingan di wilayahnya.
Bantuan santunan ini diharapkan mampu meringankan beban sekaligus menghadirkan kebahagiaan di hati anak-anak yang membutuhkan dukungan moral dan material. Dalam setiap amplang yang diberikan, terkandung doa dan harapan agar mereka tetap semangat menuntut ilmu dan meraih masa depan gemilang.
Camat Purwosari: Momentum Hijrah untuk Memperkuat Kepedulian Sosial
Dalam sambutannya, Camat Purwosari, Ike Widiya Ningrum, menegaskan bahwa peringatan 1 Muharram tidak boleh dimaknai sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah. Lebih dari itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai pintu perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
“Peringatan 1 Muharram bukan hanya seremoni belaka, tetapi momentum untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Semoga santunan ini menjadi kebahagiaan dan penyemangat bagi anak-anak yatim piatu agar terus belajar, bermimpi, dan meraih cita-cita setinggi-tingginya. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BUMDesma dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Ike dengan penuh haru.
BUMDesma: Kolaborasi Ekonomi dan Sosial yang Berkelanjutan

Sekretaris BUMDesma, Ahmad Prayitno, menyatakan bahwa pemberian santunan kepada anak yatim piatu di wilayah Kecamatan Purwosari merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Keuangan Desa (LKD) BUMDesma. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis yang difasilitasi oleh Forpimcam Purwosari.
“BUMDesma tidak hanya fokus pada pengembangan ekonomi desa, tetapi juga mengemban tanggung jawab sosial yang nyata. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan dampaknya semakin luas bagi kesejahteraan warga,” ujar Ahmad Prayitno.
Tausyiah Menggugah: Jangan Pernah Lelah Berbagi dengan Anak Yatim
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustadz KH. Ghufron Munajat. Dalam ceramahnya yang penuh hikmah, ia mengingatkan jamaah akan kemuliaan menyantuni dan menyayangi anak yatim piatu sebagaimana diajarkan dalam Islam.
“Anak yatim memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW menjanjikan kedekatan di surga bagi siapa pun yang peduli dan mengasihi mereka. Maka, jangan pernah lelah berbagi dan memberikan perhatian. Setiap kebaikan sekecil apa pun akan menjadi amal yang bernilai di hadapan Allah SWT,” pesan KH. Ghufron Munajat dengan suara yang menghujam kalbu.
Harapan di Balik Rangkaian Kegiatan
Melalui Pawai Ta’aruf dan santunan anak yatim piatu ini, Pemerintah Kecamatan Purwosari dan BUMDesma berharap semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat menginspirasi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.
Semoga kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi gerakan berkelanjutan yang membawa berkah dan kemaslahatan bagi seluruh warga Kecamatan Purwosari. ***
Penulis: Yan

