Pemkab Banyuwangi Tingkatkan Aksesibilitas Layanan Publik dengan Tambahan Mobil Samsat Keliling

By angling dharmaFriday, 14 November 2025, 11:419

Demi mendekatkan dan meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat luas, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya melalui penambahan satu unit Mobil Samsat Keliling. Kendaraan operasional ini diserahkan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pendapatan Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi, sebuah langkah strategis yang diharapkan mampu menjangkau setiap sudut wilayah, memastikan setiap warga mendapatkan kemudahan akses terhadap layanan esensial. Penambahan ini bukan sekadar angka, melainkan manifestasi nyata dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan birokrasi yang responsif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan rakyat.

Sebelum penambahan unit terbaru ini, UPT Badan Pendapatan Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi telah mengoperasikan tiga unit mobil layanan serupa yang secara rutin beroperasi setiap hari dengan jadwal yang telah ditentukan. Dengan hadirnya satu unit tambahan ini, total armada mobil Samsat Keliling yang dimiliki kini berjumlah empat unit. Peningkatan kapasitas ini secara signifikan memperluas jangkauan dan frekuensi layanan, memungkinkan UPT untuk mengoptimalkan upaya mendekatkan pelayanan kepada warga, terutama mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil atau memiliki keterbatasan akses transportasi menuju kantor induk Samsat. Ini merupakan lompatan progresif dalam upaya pemerataan layanan publik di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam pernyataannya, menegaskan pentingnya inisiatif ini. Beliau menyampaikan bahwa Mobil Samsat Keliling diharapkan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang secara geografis jauh dari pusat kota atau kantor Samsat induk, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh, mengeluarkan biaya transportasi, dan meluangkan waktu berharga hanya untuk mengurus kewajiban pajak kendaraan bermotor mereka. "Tambahan mobil Samsat Keliling ini adalah wujud komitmen kami untuk mendekatkan layanan, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor induk Samsat," kata Bupati Ipuk. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi "jemput bola" yang diusung Pemkab Banyuwangi, di mana pemerintah secara proaktif mendatangi warga, bukan sebaliknya. Filosofi ini bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang menciptakan rasa keadilan dan kesetaraan dalam akses pelayanan publik.

Penyerahan Mobil Samsat Keliling tersebut secara simbolis telah dilaksanakan kepada Kepala UPT Badan Pendapatan Provinsi Jawa Timur Banyuwangi, Galih A Suryanto, di halaman Kantor Bupati Banyuwangi pada sebuah seremoni yang digelar belum lama ini, tepatnya pada Senin, 10 November 2025. Acara serah terima ini menjadi penanda dimulainya babak baru dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di Banyuwangi. Kehadiran Bupati secara langsung dalam acara tersebut juga menunjukkan dukungan penuh dari pimpinan daerah terhadap upaya kolaboratif antara pemerintah kabupaten dan unit teknis provinsi dalam melayani masyarakat.

Kepala UPT Badan Pendapatan Provinsi Jawa Timur Banyuwangi, Galih A Suryanto, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. "Mobil dari Pemkab ini akan kami manfaatkan secara optimal untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat kota atau daerah perkotaan," ujar Galih. Apresiasi ini mencerminkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan instansi vertikal, di mana dukungan infrastruktur dari pemerintah daerah menjadi kunci dalam keberhasilan operasional layanan publik yang diemban oleh UPT. Kolaborasi semacam ini sangat krusial dalam memastikan bahwa program-program pemerintah dapat berjalan efektif dan efisien, mencapai tujuan utamanya dalam melayani masyarakat.

Pemkab Banyuwangi Tingkatkan Aksesibilitas Layanan Publik dengan Tambahan Mobil Samsat Keliling

Mobil Samsat Keliling yang baru ini, bersama dengan tiga unit yang sudah ada, akan beroperasi setiap hari kerja, melayani berbagai jenis pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) di berbagai kecamatan di seluruh wilayah Banyuwangi. Jadwal operasional yang terstruktur dan terpublikasi diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat untuk merencanakan kunjungan mereka. Layanan ini tidak hanya mempermudah pembayaran pajak rutin, tetapi juga membantu pemilik kendaraan dalam proses balik nama, yang seringkali dianggap rumit dan memakan waktu. Dengan adanya layanan keliling, proses ini menjadi jauh lebih sederhana dan mudah diakses.

Lebih lanjut, Galih A Suryanto menjelaskan bahwa kehadiran Mobil Samsat Keliling tidak hanya terbatas pada jadwal operasional harian yang rutin. "Selain yang terjadwal tiap hari, kami juga akan hadir di setiap kegiatan penting Pemkab. Misalnya, saat program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) maupun berbagai event dalam rangkaian Banyuwangi Festival," ungkapnya. Integrasi layanan Samsat Keliling dengan program-program unggulan Pemkab Banyuwangi ini adalah strategi cerdas untuk memaksimalkan jangkauan dan efektivitas. Program Bunga Desa, yang menghadirkan Bupati dan jajaran pejabatnya langsung ke desa-desa untuk mendengar aspirasi dan memberikan layanan, akan semakin lengkap dengan kehadiran Samsat Keliling. Masyarakat desa dapat menyelesaikan urusan pajak kendaraan mereka sambil berinteraksi langsung dengan pemimpin daerah. Demikian pula, kehadiran di Banyuwangi Festival, ajang pariwisata dan budaya berskala nasional, akan menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk wisatawan atau warga yang mungkin sedang menikmati acara dan teringat akan kewajiban pajak mereka.

Pelayanan Samsat Keliling ini juga dilaksanakan di lokasi-lokasi strategis maupun pusat keramaian warga. Lokasi-lokasi tersebut mencakup Kantor Kecamatan, Polsek, hingga pasar tradisional, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan aksesibilitas dan tingkat keramaian, memastikan bahwa layanan dapat dijangkau oleh sebanyak mungkin warga. Kantor Kecamatan dan Polsek adalah pusat pelayanan publik yang sudah dikenal masyarakat, sementara pasar tradisional merupakan pusat aktivitas ekonomi dan sosial yang selalu ramai. Jam operasional pagi hingga siang hari juga dipilih untuk mengakomodasi jadwal harian masyarakat, terutama para pekerja dan pelaku usaha. Selain itu, layanan keliling juga dibuka setiap hari kerja di halaman Mal Pelayanan Publik, melengkapi layanan yang sudah ada di dalam gedung tersebut dan memberikan opsi tambahan bagi masyarakat.

Untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal dan lokasi operasional Mobil Samsat Keliling, UPT Badan Pendapatan Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi memanfaatkan platform digital. "Warga bisa langsung datang ke lokasi terdekat sesuai jadwal yang sudah kami publikasikan di akun Instagram resmi Samsat Banyuwangi," jelas Galih. Pemanfaatan media sosial ini adalah langkah modern dalam diseminasi informasi, mengingat sebagian besar masyarakat kini aktif menggunakan platform digital. Dengan demikian, informasi penting dapat tersebar secara cepat dan luas, mengurangi potensi miskomunikasi dan memastikan masyarakat terlayani dengan baik.

Inisiatif penambahan Mobil Samsat Keliling ini merupakan bagian integral dari visi lebih besar Pemkab Banyuwangi untuk membangun tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Dalam konteks modernisasi pelayanan publik, pendekatan "jemput bola" seperti ini sangat relevan. Masyarakat tidak lagi harus berhadapan dengan birokrasi yang kaku dan terpusat. Sebaliknya, pemerintah yang proaktif menunjukkan bahwa negara hadir untuk melayani warganya dengan cara yang paling nyaman dan efisien. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan pajak, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

Pajak kendaraan bermotor adalah salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang vital bagi pembangunan Banyuwangi. Dengan semakin mudahnya akses pembayaran, diharapkan tingkat kepatuhan wajib pajak akan meningkat. Peningkatan PAD pada gilirannya akan dialokasikan kembali untuk membiayai program-program pembangunan di berbagai sektor, seperti infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah pajak yang dibayarkan melalui Mobil Samsat Keliling akan berkontribusi langsung pada kemajuan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Banyuwangi. Ini adalah siklus positif di mana pelayanan yang baik menghasilkan kepatuhan, yang kemudian mendukung pembangunan berkelanjutan.

Langkah inovatif Pemkab Banyuwangi ini juga sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang digaungkan pemerintah pusat. Transformasi pelayanan publik dari model konvensional menjadi model yang lebih adaptif dan berbasis teknologi adalah sebuah keharusan di era digital. Mobil Samsat Keliling, meskipun merupakan layanan fisik, memanfaatkan teknologi informasi untuk penjadwalan dan publikasi, serta didukung oleh sistem yang terintegrasi untuk efisiensi transaksi. Ini menunjukkan bagaimana inovasi tidak selalu berarti digitalisasi penuh, tetapi juga penggabungan antara layanan fisik yang mudah diakses dengan dukungan teknologi yang mumpuni.

Banyuwangi sendiri telah dikenal sebagai daerah yang kaya akan inovasi di bidang pelayanan publik. Berbagai penghargaan telah diraih atas keberanian dan kreativitas dalam menghadirkan layanan yang memudahkan warganya. Penambahan Mobil Samsat Keliling ini mempertegas posisi Banyuwangi sebagai daerah pelopor dalam menghadirkan pemerintahan yang dekat dengan rakyat. Keberhasilan program-program seperti ini seringkali bergantung pada kolaborasi erat antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah sebagai penyedia fasilitas, UPT sebagai pelaksana teknis, hingga masyarakat sebagai penerima manfaat. Sinergi ini menciptakan ekosistem pelayanan publik yang dinamis dan adaptif.

Ke depan, diharapkan jumlah armada Mobil Samsat Keliling dapat terus bertambah, seiring dengan peningkatan kebutuhan dan luasnya wilayah Banyuwangi. Pengembangan layanan tidak hanya terbatas pada penambahan unit, tetapi juga potensi perluasan jenis layanan yang dapat diakomodasi oleh mobil keliling, misalnya perpanjangan SIM atau layanan lain yang relevan. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika kebutuhan masyarakat, memastikan bahwa pelayanan publik senantiasa prima dan menjangkau setiap lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Ini adalah investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur sosial di Banyuwangi.

Inisiatif penambahan Mobil Samsat Keliling oleh Pemkab Banyuwangi adalah bukti konkret dari komitmen yang tak tergoyahkan untuk menghadirkan layanan publik yang inklusif dan berkualitas. Dengan mendekatkan layanan langsung ke tengah masyarakat, pemerintah tidak hanya mempermudah urusan administrasi warga, tetapi juga membangun jembatan kepercayaan dan partisipasi. Ini adalah langkah maju menuju tata kelola pemerintahan yang modern, efisien, dan benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

rakyatindependen.id

Pemkab Banyuwangi Tingkatkan Aksesibilitas Layanan Publik dengan Tambahan Mobil Samsat Keliling

# # # #