Nasional

Pemkot Kediri Gencarkan Sekolah Siaga Kependudukan: Investasi Generasi Emas Bebas Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

Pemerintah Kota Kediri menunjukkan komitmen kuat dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berdaya saing melalui pencanangan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Inisiatif strategis ini digagas sebagai upaya preventif untuk menekan angka stunting, pernikahan dini, serta permasalahan sosial lainnya yang berpotensi menghambat terwujudnya bonus demografi dan cita-cita Indonesia Emas 2045. Bertempat di SMPN 8 Kediri, apel akbar yang menandai dimulainya program SSK dihadiri oleh jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), kepala sekolah, guru, serta seluruh siswa dengan semangat membara untuk menyukseskan program ini.

Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, Arief Cholisudin Yuswanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa SSK merupakan jembatan emas yang menghubungkan pendidikan formal dengan kesadaran akan isu-isu krusial kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga. Program ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah gerakan transformatif yang bertujuan untuk membentuk generasi berencana yang memahami tantangan kependudukan, peduli terhadap masa depan, serta siap membina keluarga berkualitas. Penerbitan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Kediri untuk seluruh SMP Negeri menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan program SSK secara komprehensif.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa fokus utama SSK bukan hanya pada pengendalian kuantitas penduduk, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pihaknya berharap SMPN 8 Kediri dapat menjadi pelopor dan agen perubahan bagi siswa-siswanya dengan mengimplementasikan SSK secara optimal. Program ini akan diimplementasikan secara bertahap di semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA, dengan metode integrasi materi kependudukan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada. Dengan demikian, siswa tidak hanya terpapar teori, tetapi juga mampu mengaitkan pengetahuan dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Pendekatan integratif ini juga memungkinkan kolaborasi dengan berbagai program sekolah lainnya, seperti Genre (Generasi Berencana), PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), pramuka, Gerakan Sekolah Sehat, Sekolah Ramah Anak, maupun Sekolah Adiwiyata. Kolaborasi ini akan menciptakan sinergi positif dan memperkuat dampak SSK dalam membentuk karakter siswa yang peduli, bertanggung jawab, dan berwawasan luas.

Arief menekankan bahwa keberhasilan SSK sangat bergantung pada kreativitas dan inovasi para guru dalam menangkap isu-isu aktual yang relevan dengan kehidupan remaja. Tantangan utama yang dihadapi remaja saat ini meliputi pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, pernikahan anak usia dini, perundungan (bullying), hingga stunting. Jika isu-isu ini dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, akan menghambat pembangunan dan menggagalkan potensi bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia pada tahun 2045 mendatang. Oleh karena itu, SSK hadir sebagai solusi preventif untuk membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan tersebut.

Pemkot Kediri Gencarkan Sekolah Siaga Kependudukan: Investasi Generasi Emas Bebas Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

Sebagai bentuk komitmen dan akuntabilitas, DP3AP2KB akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap implementasi SSK di setiap sekolah. Penilaian akan didasarkan pada indikator-indikator yang telah ditetapkan, dan sekolah yang mampu mewujudkan SSK secara maksimal akan diberikan apresiasi sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program. Dengan adanya monitoring dan evaluasi yang ketat, diharapkan SSK dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan siswa.

Hadirnya program SSK diharapkan mampu membentuk generasi berencana yang memiliki pemahaman mendalam tentang isu kependudukan, peduli pada masa depan, serta siap membina keluarga berkualitas. Generasi ini akan menjadi motor penggerak pembangunan dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Kepala SMPN 8 Kediri, Heri Setiawan, menyambut baik dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh penerapan SSK di sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini dan dapat meningkatkan literasi mereka mengenai isu kependudukan sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial. Heri memberikan contoh konkret tentang bagaimana SSK dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran IPA, misalnya dengan membahas program kesehatan reproduksi, stunting, atau materi lain yang berkaitan dengan SSK. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat lebih memahami isu kependudukan, lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan, serta mampu merencanakan masa depan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Heri menambahkan bahwa SSK bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga seluruh warga sekolah, termasuk siswa, orang tua, dan komite sekolah. Oleh karena itu, pihaknya akan melibatkan semua pihak dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program SSK. Dengan adanya partisipasi aktif dari semua pihak, diharapkan SSK dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi siswa.

Selain itu, SMPN 8 Kediri juga akan memanfaatkan berbagai platform komunikasi, seperti media sosial, website sekolah, dan pertemuan orang tua, untuk menyebarluaskan informasi tentang SSK dan mengajak masyarakat untuk mendukung program ini. Dengan adanya dukungan yang luas dari masyarakat, diharapkan SSK dapat menjadi gerakan bersama yang membawa perubahan positif bagi generasi muda Kota Kediri.

Pemerintah Kota Kediri menyadari bahwa investasi terbaik adalah investasi pada sumber daya manusia. Melalui program Sekolah Siaga Kependudukan, diharapkan dapat tercipta generasi emas yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Generasi ini akan menjadi tulang punggung pembangunan dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.

Program SSK bukan hanya sekadar program pemerintah, melainkan sebuah gerakan kolektif yang membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak. Mari bersama-sama kita sukseskan program ini demi mewujudkan generasi emas Indonesia yang bebas stunting dan siap menghadapi tantangan global. Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, kita pasti bisa mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.

Keberhasilan program Sekolah Siaga Kependudukan di Kota Kediri akan menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain di Indonesia. Dengan replikasi dan adaptasi program yang tepat, diharapkan seluruh generasi muda Indonesia dapat memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi tantangan kependudukan dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa.

Pemerintah Kota Kediri mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk akademisi, praktisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan media massa, untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menyukseskan program Sekolah Siaga Kependudukan. Dengan adanya dukungan yang komprehensif dari semua pihak, diharapkan program ini dapat memberikan dampak yang berkelanjutan dan membawa perubahan positif bagi generasi muda Indonesia.

Sekolah Siaga Kependudukan adalah investasi masa depan. Mari kita dukung dan sukseskan program ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang sejahtera, adil, dan makmur.

Pemkot Kediri Gencarkan Sekolah Siaga Kependudukan: Investasi Generasi Emas Bebas Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

Related Articles