Parepare, rakyatindependen.id – Persebaya Surabaya berhasil mencuri satu poin berharga di markas PSM Makassar setelah menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1 dalam lanjutan pekan ke-13 Liga 1. Pertandingan yang berlangsung sengit di Stadion BJ Habibie, Parepare, pada Sabtu (6/12/2025), menyisakan cerita perjuangan keras dari tim tamu dan kelegaan dari pelatih sementara mereka. Caretaker Persebaya, Uston Nawawi, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil imbang yang dianggapnya sebagai pencapaian signifikan.
"Alhamdulillah, kita tetap bersyukur mendapatkan satu poin di Makassar. Memang semua di awal bertekad raih tiga poin, tapi satu poin ini juga berharga buat kita karena kita juga tahu tiga pertandingan PSM raih kemenangan beruntun," ungkap Uston usai pertandingan dengan nada lega namun penuh apresiasi terhadap timnya. Pernyataan Uston mencerminkan pemahaman mendalam tentang tantangan yang dihadapi Persebaya. PSM Makassar, yang dikenal dengan julukan Juku Eja, memang sedang dalam performa puncak dengan rentetan kemenangan yang mengesankan, menjadikan mereka lawan yang sangat tangguh di kandang sendiri. Kemenangan beruntun PSM sebelum laga ini tidak hanya membangun kepercayaan diri mereka tetapi juga memberikan tekanan ekstra bagi setiap tim yang bertandang.
Bagi Persebaya, hasil imbang ini bukan sekadar tambahan satu poin di klasemen, melainkan sebuah suntikan moral yang sangat penting. Tim Bajul Ijo sendiri tengah berjuang untuk menemukan konsistensi dan kembali ke jalur kemenangan. Bermain di kandang lawan yang sedang on fire selalu menjadi ujian berat, dan kemampuan untuk tidak kalah adalah bukti ketahanan mental dan taktik yang patut dipuji. Uston Nawawi menekankan bahwa meskipun target awal adalah meraih poin penuh, mendapatkan satu poin dari pertandingan tandang yang sulit ini adalah hasil yang positif dan harus disyukuri. Ini menunjukkan bahwa tim memiliki karakter dan semangat juang yang tinggi, kualitas yang sangat dibutuhkan dalam mengarungi kompetisi Liga 1 yang panjang dan melelahkan.
Lebih lanjut, Uston menilai bahwa para pemainnya telah menunjukkan etos kerja yang luar biasa dan progres permainan yang positif dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Ia mengamati peningkatan dalam koordinasi tim, disiplin pertahanan, dan juga keberanian dalam melancarkan serangan. Progres ini menjadi fondasi penting bagi Persebaya untuk membangun kembali performa terbaik mereka. Pertandingan melawan PSM ini juga menjadi panggung bagi seorang talenta muda Persebaya, Sadida, yang berhasil mencuri perhatian. Dalam debutnya bermain penuh selama 90 menit untuk pertama kalinya di Liga 1, pemain asal Surabaya ini tampil memukau dan terpilih sebagai Man of the Match (MOTM).
Sadida, dengan wajah yang masih terpancar kelelahan namun juga kebahagiaan, menyampaikan rasa syukurnya. "Alhamdulillah saya terpilih MOTM berkat semuanya, dukungan semuanya. Dan terima kasih pelatih yang telah mempercayai saya masuk line up, para senior kepada saya," ujar Sadida. Keterpilihannya sebagai MOTM adalah pengakuan atas performa gemilangnya, bukan hanya dalam bertahan tetapi juga dalam memberikan kontribusi pada aliran bola dan serangan tim. Penampilannya yang tenang namun efektif, ditambah dengan energi tak terbatas yang ia tunjukkan sepanjang pertandingan, membuatnya layak mendapatkan penghargaan tersebut. Bagi Sadida, ini adalah momen penting dalam kariernya, sebuah bukti bahwa kerja keras dan kepercayaan dari pelatih serta rekan setimnya membuahkan hasil. Ini juga menjadi inspirasi bagi pemain muda lainnya di Persebaya untuk terus berkembang dan berani menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Pertandingan itu sendiri berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Atmosfer Stadion BJ Habibie yang dipenuhi suporter PSM turut membakar semangat kedua tim. PSM Makassar, yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri, langsung tancap gas dan berhasil membuka keunggulan cepat di menit kedelapan. Gol dicetak oleh Savio Roberto melalui sepakan terukur yang sulit dijangkau kiper Persebaya. Gol cepat ini sempat mengejutkan skuad Bajul Ijo dan memberikan tekanan psikologis yang besar. Namun, mental baja para pemain Persebaya terbukti kuat. Mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Hanya tiga menit berselang, tepatnya di menit ke-11, Persebaya berhasil membalas. Sebuah umpan terobosan cerdik dari Francisco Rivera berhasil dimanfaatkan dengan akurat oleh penyerang asing mereka, Bruno Moreira. Sepakan Bruno yang dingin dan tepat sasaran mengubah skor menjadi 1-1, mengembalikan keseimbangan dan menaikkan moral tim tamu.
Setelah gol penyama kedudukan, pertandingan semakin memanas. Kedua tim saling berbalas serangan dengan intensitas tinggi. PSM berusaha keras untuk kembali unggul, sementara Persebaya mencoba mencari celah untuk mencetak gol kedua. Lini tengah menjadi medan pertempuran sengit, dengan kedua tim berjuang untuk menguasai bola dan mendominasi jalannya pertandingan. Beberapa peluang tercipta di kedua sisi, namun pertahanan yang kokoh dan penampilan gemilang dari kedua penjaga gawang membuat skor tetap bertahan. Para pemain Persebaya menunjukkan kedisiplinan taktik yang tinggi, menutup ruang gerak lawan dan melakukan tekel-tekel penting. Sadida, di lini tengah, tampak tak kenal lelah menjaga ritme permainan dan memutus serangan lawan.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan sedikit melambat namun intensitas tetap terjaga. Pelatih Uston Nawawi melakukan beberapa penyesuaian taktik untuk menjaga keseimbangan tim dan meredam serangan PSM yang agresif. Persebaya sesekali melancarkan serangan balik cepat yang mengancam gawang PSM, namun upaya-upaya tersebut masih belum mampu menambah gol. Beberapa tendangan spekulasi dari luar kotak penalti serta percobaan penetrasi ke dalam kotak penalti lawan berhasil digagalkan oleh barisan pertahanan PSM yang solid. Demikian pula dengan PSM, yang terus berupaya mencari gol kemenangan di kandang sendiri. Mereka mencoba berbagai variasi serangan, mulai dari umpan silang, kombinasi pendek, hingga tendangan jarak jauh, namun semuanya berhasil diredam oleh pertahanan rapat Persebaya dan penampilan sigap dari kiper mereka.
Pertandingan diwarnai beberapa insiden kecil dan kartu kuning yang menunjukkan betapa kerasnya laga tersebut. Wasit harus bekerja ekstra untuk menjaga agar pertandingan tetap berjalan adil dan sportif. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan. Hasil ini menjadi poin penting bagi Persebaya dalam upaya mereka memperbaiki posisi di klasemen Liga 1. Satu poin tandang dari tim sekuat PSM Makassar adalah modal berharga untuk menatap pertandingan-pertandingan selanjutnya. Bagi Uston Nawawi, hasil ini bukan hanya tentang angka di papan skor, tetapi juga tentang pembuktian karakter tim dan potensi yang dimiliki para pemain muda seperti Sadida.
Keberhasilan menahan imbang PSM juga memberikan kepercayaan diri tambahan bagi skuad Bajul Ijo. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bersaing dengan tim-tim papan atas liga. Pekerjaan rumah memang masih banyak, namun fondasi untuk membangun tim yang lebih kuat sudah mulai terlihat. Uston Nawawi dan tim pelatih akan menggunakan hasil ini sebagai evaluasi untuk terus meningkatkan performa tim, baik dari segi taktik, fisik, maupun mental. Perkembangan Sadida juga akan menjadi sorotan, dengan harapan ia bisa terus konsisten dan menjadi salah satu pilar penting Persebaya di masa depan. Dukungan penuh dari para Bonek dan Bonita, suporter setia Persebaya, tentu akan terus menjadi motivasi bagi tim untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Hasil imbang ini adalah bukti bahwa semangat "Bajul Ijo" tak pernah padam, bahkan di kandang lawan yang paling tangguh sekalipun.
[kun]
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita rakyatindependen.id


