Persebaya Surabaya, tim kebanggaan kota Pahlawan, kini tengah berada di persimpangan jalan yang krusial. Menjelang lanjutan Super League 2025/2026 yang mempertemukan mereka dengan tim kuat PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo pada Rabu (25/2/2026) pukul 21.30 WITA, tim berjuluk Bajul Ijo ini dihadapkan pada situasi yang sangat menantang. Kekuatan tim dipastikan tidak akan berada dalam kondisi prima akibat badai cedera dan akumulasi kartu yang memaksa pelatih kepala, Bernardo Tavares, untuk memutar otak lebih keras dalam menyusun strategi. Kondisi ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi ambisi Persebaya untuk meraih poin penuh di kandang sendiri, terlebih lagi mengingat pentingnya laga ini dalam peta persaingan liga.
Krisis pemain yang melanda Persebaya bukan sekadar masalah kecil. Beberapa pilar utama dipastikan harus menepi dari lapangan hijau. Rachmat Irianto, gelandang bertahan yang menjadi jangkar tim, terpaksa absen karena cedera. Begitu pula dengan Toni Firmansyah, talenta muda yang diharapkan mampu memberikan warna baru di lini serang, juga harus menelan pil pahit karena cedera yang memaksanya beristirahat. Selain kedua nama tersebut, sejumlah pemain lain yang masih dalam proses pemulihan cedera menambah panjang daftar absen, membuat kedalaman skuad Persebaya semakin menipis. Situasi ini jelas menjadi kendala serius bagi Bernardo Tavares dalam menerapkan skema permainan yang telah ia rencanakan. Fleksibilitas taktik dan pilihan pemain menjadi sangat terbatas, memaksa sang pelatih untuk mencari solusi alternatif di tengah keterbatasan yang ada.
Menanggapi situasi genting ini, Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal yang dikenal dengan ketenangannya dalam menghadapi tekanan, menyatakan bahwa timnya harus beradaptasi dan memaksimalkan potensi yang ada. "Dengan situasi krisis yang dialami tim, kami harus menyusun strategi yang efektif dan memanfaatkan potensi pemain yang tersedia," ujar Tavares pada Selasa (24/2/2026). Pernyataannya ini mengindikasikan bahwa fokusnya kini adalah bagaimana meracik kembali komposisi tim dengan pemain-pemain yang tersisa. Ia menekankan pentingnya semangat juang dan kedisiplinan dari setiap pemain yang diturunkan. Meskipun menghadapi keterbatasan yang signifikan, Tavares menegaskan bahwa optimisme tetap menjadi pegangan utama tim. Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan determinasi yang tinggi, Persebaya tetap mampu memberikan perlawanan yang berarti bagi PSM Makassar.
Pertandingan ini menjadi semakin panas mengingat kondisi kedua tim yang sama-sama tengah terluka. Baik Persebaya maupun PSM Makassar datang ke laga ini dengan catatan dua kekalahan beruntun di dua pertandingan terakhir mereka di Super League. Persebaya, yang notabene bermain di kandang sendiri, harus menelan pil pahit kekalahan 1-2 dari Bhayangkara FC. Kekalahan ini tentu saja mengecewakan para pendukung setia Bajul Ijo. Namun, perjuangan Persebaya belum berhenti di situ, mereka kembali harus merasakan kekalahan saat bertandang ke markas Persijap Jepara dengan skor 1-3. Dua hasil negatif berturut-turut ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih untuk segera bangkit dan mengembalikan kepercayaan diri para pemain.
Di sisi lain, PSM Makassar juga tidak dalam kondisi terbaiknya. Tim Juku Eja mengalami nasib serupa, terpuruk dengan dua kekalahan beruntun. Mereka dipermalukan di kandang sendiri oleh Dewa United dengan skor 0-2. Selanjutnya, dalam laga tandang melawan Persija Jakarta, PSM harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan kekalahan tipis 1-2. Situasi ini menciptakan persaingan yang semakin ketat dan penuh gengsi dalam lanjutan pekan ke-23 Super League. Pertandingan antara Persebaya dan PSM bukan lagi sekadar adu taktik dan kekuatan, melainkan juga menjadi ajang pembuktian diri bagi kedua tim yang sama-sama tengah berjuang untuk keluar dari tren negatif. Laga ini menjadi momen krusial bagi keduanya untuk mengakhiri rentetan kekalahan dan kembali merangkak naik di papan klasemen. Siapa yang mampu bangkit dari keterpurukan akan menjadi penentu momentum mereka di sisa kompetisi.
Badai cedera dan sanksi kartu yang menimpa Persebaya Surabaya memaksa Bernardo Tavares untuk berpikir keras mencari solusi. Salah satu area yang paling terdampak adalah lini tengah. Kehilangan Rachmat Irianto, yang memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan pertahanan dan memulai serangan, akan menjadi pekerjaan rumah besar. Tavares kemungkinan akan mengandalkan pemain lain untuk mengisi posisinya, seperti Kadek Raditya atau Andre Oktaviansyah, yang mungkin perlu beradaptasi dengan peran yang lebih defensif atau membutuhkan instruksi taktis yang berbeda. Selain itu, absennya Toni Firmansyah di lini serang membuka peluang bagi pemain muda lain seperti Brylian Aldama atau Risky Dwiyan untuk unjuk gigi. Namun, pengalaman dan ketenangan yang biasanya dibawa oleh Toni Firmansyah mungkin akan sulit digantikan sepenuhnya oleh pemain yang masih minim jam terbang.
Di lini belakang, meskipun tidak ada laporan spesifik mengenai bek utama yang absen karena akumulasi kartu, namun kedalaman skuad tetap menjadi perhatian. Jika ada satu atau dua pemain belakang yang kondisinya belum fit 100%, Tavares bisa saja terpaksa menurunkan duet bek yang belum pernah bermain bersama sebelumnya, yang berpotensi menimbulkan keraguan dalam koordinasi dan komunikasi di area pertahanan. PSM Makassar, meskipun juga sedang dalam tren negatif, memiliki skuad yang relatif lebih stabil dalam hal ketersediaan pemain kunci. Hal ini bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi tim tamu dalam memanfaatkan kelemahan Persebaya yang sedang dilanda krisis pemain.
Faktor psikologis juga akan memainkan peran penting dalam pertandingan ini. Persebaya yang bermain di kandang sendiri tentu akan mendapatkan dukungan penuh dari para Bonek, namun tekanan untuk bangkit setelah dua kekalahan beruntun juga bisa menjadi beban tersendiri. Di sisi lain, PSM Makassar yang datang dengan status "underdog" karena kondisi Persebaya, mungkin bisa bermain lebih lepas tanpa beban. Namun, motivasi untuk segera mengakhiri tren negatif juga akan sangat tinggi. Pertandingan ini bisa menjadi pembuktian mental para pemain Persebaya di bawah arahan Bernardo Tavares. Apakah mereka mampu bangkit dari keterpurukan dan menunjukkan mental juara, atau justru semakin terpuruk di hadapan pendukungnya sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Francisco-Rivera-kaus-hijau-melewati-hadangan-pemain-Bali-United.jpg)
Secara taktik, Tavares kemungkinan akan mencoba menerapkan strategi yang lebih pragmatis. Fokus utama mungkin akan tertuju pada soliditas pertahanan untuk meminimalkan peluang PSM Makassar. Serangan balik cepat bisa menjadi opsi yang efektif, memanfaatkan kecepatan pemain sayap yang tersisa jika ada. Penguasaan bola di lini tengah mungkin akan lebih hati-hati, menghindari kehilangan bola di area berbahaya yang bisa berujung pada serangan balik cepat lawan. Pelatih asal Portugal ini dikenal pandai dalam melakukan penyesuaian taktik di tengah pertandingan, jadi kita bisa mengharapkan perubahan-perubahan strategi dari pinggir lapangan sepanjang laga.
Pertandingan melawan PSM Makassar ini bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang marwah klub dan kepercayaan diri para pemain. Kemenangan di laga ini bisa menjadi titik balik bagi Persebaya untuk kembali ke jalur persaingan papan atas. Sebaliknya, kekalahan akan semakin memperdalam jurang krisis dan menekan posisi mereka di klasemen. Bernardo Tavares dan anak asuhnya dihadapkan pada ujian terberat mereka sejauh ini. Bagaimana mereka mampu mengatasi badai krisis pemain dan bangkit dari dua kekalahan beruntun akan menjadi cerita menarik yang patut disaksikan dalam lanjutan Super League 2025/2026. Para pendukung Persebaya tentu berharap, di tengah keterbatasan ini, semangat juang Bajul Ijo akan berkobar lebih terang, mampu memberikan kejutan manis di kandang sendiri dan mengamankan poin penuh dari PSM Makassar.
Dampak dari krisis pemain ini juga akan terlihat pada rotasi pemain yang akan dilakukan oleh tim pelatih. Dengan jadwal yang padat, menjaga kebugaran pemain adalah hal yang krusial. Namun, keterbatasan skuad membuat pilihan rotasi menjadi sangat sempit. Pemain yang mungkin belum sepenuhnya fit bisa saja dipaksakan bermain untuk menutupi lubang yang ditinggalkan oleh pemain yang absen. Hal ini berpotensi meningkatkan risiko cedera lebih lanjut, menciptakan lingkaran setan yang sulit dipecahkan. Oleh karena itu, manajemen klub dan tim medis memiliki peran penting dalam memantau kondisi fisik setiap pemain secara cermat dan memberikan saran yang tepat kepada tim pelatih mengenai kesiapan pemain untuk diturunkan.
Persebaya Surabaya memiliki sejarah panjang dan basis penggemar yang fanatik. Dukungan dari Bonek yang selalu setia akan menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan. Namun, tekanan untuk memberikan kemenangan di kandang sendiri juga bisa menjadi beban psikologis yang berat. Tim pelatih perlu meredam ekspektasi yang terlalu tinggi dan fokus pada proses permainan. Mentalitas juang yang kuat dan kedisiplinan taktik akan menjadi kunci utama bagi Persebaya untuk bisa mengatasi badai krisis pemain ini dan meraih hasil positif melawan PSM Makassar. Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad, kekuatan mental, dan kemampuan adaptasi taktik dari tim Bajul Ijo. Kesuksesan mereka dalam menghadapi tantangan ini akan sangat menentukan arah perjalanan mereka di sisa kompetisi Super League 2025/2026.