Persita Tangerang Bertekad Memutus Tren Negatif dalam Laga Krusial Melawan PSM Makassar di Pekan ke-24 Super League 2025/2026

23 Likes Comment
Persita Tangerang Bertekad Memutus Tren Negatif dalam Laga Krusial Melawan PSM Makassar di Pekan ke-24 Super League 2025/2026

Persita Tangerang menghadapi tantangan berat namun penuh optimisme saat bersiap melakoni pertandingan pekan ke-24 Super League 2025/2026 melawan tuan rumah PSM Makassar. Laga yang dijadwalkan bergulir di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare, pada Senin (2/3/2026) pukul 21.30 WITA ini menjadi momen krusial bagi tim berjuluk Pendekar Cisadane untuk bangkit dari rentetan dua kekalahan beruntun yang mereka alami. Hasil yang tidak memuaskan di dua laga kandang terakhir, melawan Persib Bandung dan Dewa United, tentu meninggalkan luka, namun justru memantik motivasi ekstra bagi seluruh elemen tim untuk memperbaiki performa dan kembali ke jalur kemenangan.

Pelatih Persita, Carlos Pena, dalam konferensi pers yang digelar di Makassar, menegaskan bahwa semangat juang dan motivasi untuk meraih poin penuh selalu menyala dalam diri setiap pemainnya, terlepas dari statistik atau hasil pertandingan sebelumnya. "Motivasi itu selalu ada, seperti yang sering saya katakan. Ketika Anda berada di lapangan, statistik tidak berarti banyak," ujar Pena dengan nada tegas. Ia mengakui bahwa rentetan dua kekalahan di kandang memang menjadi pukulan telak, namun ia menekankan bahwa sesi latihan berjalan dengan baik dan kondisi fisik serta mental para pemain dalam keadaan prima. "Kami tidak mendapat hasil yang sesuai harapan, tapi tim berlatih dengan baik dan dalam kondisi yang baik. Dan berharap kami bisa menjaga konsistensi dan tampil lebih baik," tambahnya, menunjukkan keyakinan bahwa badai pasti berlalu dan timnya siap memberikan yang terbaik.

Perjalanan Persita di Super League musim ini memang diwarnai dengan performa yang inkonsisten, namun menghadapi PSM Makassar selalu menjadi ujian tersendiri. Tim berjuluk Juku Eja tersebut dikenal memiliki sejarah panjang dan reputasi sebagai salah satu kekuatan tradisional di sepak bola Indonesia. Carlos Pena, sebagai nakhoda tim, tidak memungkiri bahwa ia memiliki pandangan tersendiri mengenai performa PSM Makassar musim ini. "Jujur saja, di awal musim saya mengira bahwa PSM Makassar akan menjadi tim papan atas di posisi enam besar atau delapan," ungkap Pena, mengakui kualitas yang dimilikinya. Ia melanjutkan, "Mereka memiliki skuat dan tim yang bagus, namun saya tidak mengetahui masalah yang mereka hadapi sepanjang musim." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Pena telah melakukan analisis mendalam terhadap lawan, meskipun ia juga menyadari bahwa segala kemungkinan bisa terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Meskipun demikian, Pena dengan tegas menolak anggapan bahwa timnya akan meremehkan PSM Makassar. Sebaliknya, ia menunjukkan rasa hormat yang tinggi terhadap kualitas dan pengalaman yang dimiliki oleh skuat Juku Eja. "Tapi mereka adalah tim yang punya banyak pengalaman di liga, pemain yang sudah sering tampil di liga dan memiliki kualitas. Kami menghormati mereka, dan besok ketika kita ingin mendapatkan poin di sini kami harus menunjukkan yang terbaik," pungkasnya. Sikap rendah hati namun penuh perhitungan ini menjadi ciri khas Pena dalam menghadapi setiap pertandingan. Ia tahu betul bahwa untuk bisa mencuri poin dari kandang PSM Makassar, Persita harus bermain dengan performa puncak, menunjukkan karakter kuat, dan disiplin tinggi dalam menjalankan instruksi taktis.

Lebih jauh, Pena menggarisbawahi pentingnya konsistensi dalam penampilan. Kekalahan beruntun yang dialami Persita sebagian besar disebabkan oleh kurangnya konsistensi di lini pertahanan dan serangan. Terkadang, tim mampu menampilkan permainan yang solid dan menyerang dengan berbahaya, namun di momen lain, konsentrasi buyar dan kesalahan-kesalahan mendasar muncul. "Kami perlu membangun momentum dari pertandingan ke pertandingan. Setiap laga adalah kesempatan untuk belajar dan berkembang. Pertandingan melawan PSM Makassar ini adalah ujian yang sangat baik untuk melihat sejauh mana kami telah berkembang," jelas Pena. Ia berharap agar para pemainnya dapat menerapkan apa yang telah dilatih di sesi latihan, terutama dalam hal transisi permainan, ketahanan fisik, dan kemampuan untuk memanfaatkan setiap peluang yang tercipta.

Menghadapi PSM Makassar di kandang mereka tentu bukan perkara mudah. Stadion Gelora BJ Habibie dikenal sebagai salah satu stadion yang memiliki atmosfer paling mengintimidasi di Indonesia. Dukungan penuh dari para suporter PSM Makassar akan menjadi energi tambahan bagi tim tuan rumah. Namun, Pena mencoba memandang hal ini sebagai sebuah tantangan yang justru bisa memotivasi anak asuhnya. "Kami tahu bahwa kami akan bermain di hadapan publik yang sangat bersemangat. Ini adalah bagian dari sepak bola. Kami harus bisa mengendalikan emosi, fokus pada permainan kami, dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari luar lapangan," ujar Pena. Ia telah mempersiapkan timnya untuk menghadapi segala situasi, termasuk kemungkinan menghadapi serangan bertubi-tubi dari PSM.

Strategi yang akan diterapkan Persita dalam pertandingan ini diprediksi akan mengedepankan kedisiplinan taktis dan efektivitas dalam serangan balik. Mengingat PSM Makassar kemungkinan besar akan mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan, Persita perlu tampil solid dalam bertahan dan cerdas dalam melakukan transisi. Penggunaan kecepatan pemain sayap dan ketepatan umpan silang bisa menjadi senjata ampuh untuk membongkar pertahanan PSM. Selain itu, set-piece juga menjadi area yang tidak boleh diabaikan. Satu momen dari bola mati bisa saja menjadi penentu kemenangan.

Pena juga memberikan perhatian khusus pada lini tengah. Pertarungan di area ini diprediksi akan sangat sengit. Siapa yang mampu menguasai lini tengah, kemungkinan besar akan mendominasi jalannya pertandingan. Oleh karena itu, para gelandang Persita dituntut untuk bekerja keras, baik dalam membantu pertahanan maupun dalam mendistribusikan bola ke lini serang. Duet gelandang yang tangguh dan mampu menjaga keseimbangan tim akan menjadi kunci.

Persita Tangerang Bertekad Memutus Tren Negatif dalam Laga Krusial Melawan PSM Makassar di Pekan ke-24 Super League 2025/2026

Di sisi lain, absennya beberapa pemain kunci atau kondisi yang belum fit 100% bisa menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan oleh kedua tim. Pena enggan merinci secara spesifik kondisi para pemainnya, namun ia memastikan bahwa tim pelatih telah melakukan evaluasi menyeluruh dan akan menurunkan komposisi terbaik yang tersedia. "Setiap pemain yang diturunkan harus siap memberikan segalanya. Kami punya kedalaman skuad yang cukup, dan siapapun yang mendapat kepercayaan, harus membuktikannya di lapangan," tegas Pena. Ia percaya bahwa kekuatan sebuah tim tidak hanya terletak pada individu pemain bintang, tetapi pada kekompakan dan semangat kebersamaan.

Pertandingan melawan PSM Makassar ini juga menjadi tolok ukur bagi perkembangan tim Persita di bawah asuhan Carlos Pena. Setelah beberapa waktu menangani tim, ia terus berusaha membentuk identitas permainan yang diinginkan. Kemenangan di kandang PSM Makassar tidak hanya akan mendongkrak posisi klasemen, tetapi juga akan meningkatkan kepercayaan diri para pemain dan suporter, serta memberikan sinyal positif bahwa Persita siap bersaing di papan atas Super League.

Meskipun datang dengan status underdog dan beban mental akibat dua kekalahan sebelumnya, Persita Tangerang memiliki modal berharga berupa tekad yang kuat untuk bangkit. Pertandingan ini bukan hanya sekadar adu taktik dan kemampuan individu, tetapi juga adu mental dan mentalitas. Siapa yang mampu tampil lebih tenang, fokus, dan berani, dialah yang berpeluang besar meraih hasil positif. Persita bertekad untuk mengukir sejarah di Parepare dan membuktikan bahwa mereka adalah tim yang pantang menyerah, selalu siap bertarung hingga peluit akhir dibunyikan. Dukungan dari para suporter setia Persita, meskipun tidak hadir langsung di stadion, diharapkan dapat memberikan energi positif dari jauh, membakar semangat juang para pemain di lapangan hijau.

You might like

About the Author: angling dharma