Malang, rakyatindependen.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Malang Raya menunjukkan geliat politik yang luar biasa, seakan menginjak pedal gas penuh untuk memanaskan mesin partai dan memperkuat fondasi di tingkat akar rumput. Sebuah langkah strategis yang dipimpin oleh Ketua Bidang Penggalangan Relawan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ali Muthohirin, yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Wali Kota Malang. Targetnya jelas dan ambisius: memastikan struktur partai dan para saksi siap tempur secara paripurna pada tahun 2027, sebagai persiapan menghadapi kontestasi akbar Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Ali Muthohirin, dengan pengalaman dan pengaruhnya, tidak sekadar memberikan arahan, melainkan secara langsung memimpin serangkaian kegiatan konsolidasi yang intensif. Inisiatif ini menandakan keseriusan PSI dalam membangun kekuatan yang kokoh dan berkelanjutan di salah satu wilayah strategis di Jawa Timur. Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, dikenal dengan dinamika politiknya yang tinggi, populasi pemuda yang signifikan, serta basis massa yang beragam. Oleh karena itu, langkah PSI untuk "menggaspol" mesin politiknya di sini adalah investasi jangka panjang yang krusial.
Tiga pilar utama menjadi fokus dalam agenda pemanasan mesin partai ini. Pertama, perayaan Milad ke-11 PSI yang bukan hanya menjadi momen refleksi perjalanan partai, tetapi juga ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar kader dan simpatisan. Kedua, penyelenggaraan "Solidarity Run," sebuah acara lari santai yang berhasil menarik 2.500 peserta. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga sebagai sarana efektif untuk branding partai, menjangkau khalayak luas, dan menunjukkan semangat kebersamaan serta solidaritas yang menjadi inti identitas PSI. Ketiga, pelatihan komprehensif untuk pengurus cabang se-Malang Raya dan pengurus ranting se-Kota Malang, yang diikuti secara paralel dengan "Sekolah Saksi" yang melibatkan 200 peserta. Inisiatif terakhir ini merupakan investasi vital untuk memastikan integritas dan akurasi proses demokrasi di TPS.
Ali Muthohirin menegaskan bahwa esensi dari seluruh kegiatan ini adalah penguatan struktur partai. "Poinnya adalah penguatan struktur. Jadi kewajiban kita semua nanti sesuai targetnya PSI akan membuat struktur ranting dan saksi di setiap TPS, itu yang diamanatkan oleh Wakil Ketua Umum DPP PSI," kata Ali pada Minggu (16/11/2025), menggarisbawahi komitmen serius partai terhadap pembangunan basis yang solid. Amanat ini bukan sekadar target kuantitatif, melainkan sebuah filosofi politik yang menekankan pentingnya kehadiran partai di setiap lapisan masyarakat, hingga ke unit terkecil yaitu Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa amanat dari Kongres Nasional PSI beberapa waktu lalu adalah untuk memperkuat struktur partai hingga ke tingkat paling bawah. Hal ini seiring dengan instruksi untuk senantiasa mendekat ke masyarakat. Tujuan utamanya adalah agar PSI dapat memahami secara detail rencana dan program partai yang benar-benar relevan dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Pendekatan ini merupakan pergeseran paradigma dari politik yang seringkali bersifat elitis menjadi politik yang merakyat dan inklusif.

"Karena Mas Kaesang (Pangarep) ingin program partai ke depan bersifat bottom-up, harus usulan dari bawah," ujar Ali, menyoroti visi Ketua Umum PSI. Konsep bottom-up atau dari bawah ke atas ini merupakan jantung dari strategi PSI untuk membangun partai yang responsif dan akuntabel. Dengan mendengarkan langsung suara dari akar rumput, PSI berharap dapat merumuskan kebijakan dan program yang tidak hanya aspiratif tetapi juga implementatif, menyentuh langsung persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Ini juga menjadi pembeda PSI dari partai politik lain yang mungkin masih mengadopsi pendekatan top-down atau dari atas ke bawah.
Optimalisasi struktur partai di tingkat ranting (setingkat kelurahan/desa) dan saksi di setiap TPS memiliki implikasi besar terhadap efektivitas kampanye dan pengawasan pemilu. Pengurus ranting yang kuat berarti PSI memiliki perpanjangan tangan yang aktif dalam sosialisasi program, penjaringan aspirasi, dan mobilisasi massa. Sementara itu, keberadaan saksi yang terlatih di setiap TPS adalah garda terdepan dalam menjaga integritas suara, mencegah potensi kecurangan, dan memastikan setiap suara sah tercatat dengan benar. Mereka adalah pahlawan demokrasi yang bertugas mengawal proses dari awal hingga akhir penghitungan suara. Sekolah saksi yang melibatkan 200 peserta merupakan investasi nyata dalam pembentukan kader-kader yang cakap, berintegritas, dan memahami betul regulasi pemilu.
Ali sendiri cukup optimistis bahwa perolehan suara PSI di Malang Raya akan meningkat signifikan pada Pemilu periode mendatang dibandingkan dengan Pemilu 2024. Keyakinan ini bukan tanpa dasar. Menurutnya, modal awal keberhasilan sebuah partai dalam meraih dukungan adalah penguatan struktur yang solid dan merata. Tanpa struktur yang kuat, strategi kampanye sebesar apa pun akan kesulitan menjangkau dan meyakinkan pemilih. Struktur yang mapan juga memudahkan koordinasi, distribusi logistik kampanye, dan pengumpulan data pemilih yang akurat.
"Tentu optimisme sangat maksimal bisa melebihi yang di 2024. Karena modal awal keberhasilan partai adalah penguatan struktur. Kami diberi tanggung jawab di Malang Raya sampai tahapan ranting, bahkan sampai tahapan TPS harus ada. Jadi optimisnya nanti akan kita uji setiap tahun dengan target 2027 semua selesai. Struktur beres di 2026, saksi beres di 2027," ujar Ali, memaparkan garis waktu yang jelas dan terukur. Target tahunan ini menunjukkan pendekatan yang sistematis dan terencana, bukan sekadar janji kosong. Tahun 2026 akan menjadi fokus utama untuk merampungkan struktur partai hingga ke tingkat ranting, memastikan semua elemen organisasi telah terbentuk dan berfungsi. Kemudian, tahun 2027 akan didedikasikan untuk memastikan seluruh TPS memiliki saksi yang terlatih dan siap bertugas, melengkapi kesiapan PSI menghadapi Pemilu 2029 dengan kekuatan penuh.
Proses penguatan ini tidak hanya sekadar membentuk kepengurusan, tetapi juga melibatkan pelatihan berkelanjutan, pengembangan kapasitas kader, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk manajemen data dan komunikasi internal. PSI, sebagai partai yang identik dengan generasi muda, diharapkan mampu mengintegrasikan inovasi digital dalam setiap aspek penguatan strukturnya. Hal ini akan memungkinkan mereka untuk bergerak lebih efisien, menjangkau lebih banyak orang, dan merespons dinamika politik dengan lebih cepat.
Melalui langkah-langkah proaktif ini, PSI Malang Raya tidak hanya berambisi untuk meraih kursi legislatif atau eksekutif, tetapi juga ingin membangun fondasi politik yang kuat, partisipatif, dan berkelanjutan. Mereka ingin menjadi suara bagi aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, dan membuktikan bahwa politik bisa dijalankan dengan cara yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Dengan Ali Muthohirin di pucuk pimpinan konsolidasi, didukung oleh semangat solidaritas dan target yang terukur, PSI Malang Raya tampak siap untuk menjadi kekuatan politik yang patut diperhitungkan dalam peta politik lokal maupun nasional.
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita rakyatindependen.id


