PSM Makassar Terancam Sanksi Finansial Akibat Disiplin Pemain yang Buruk: Koleksi 28 Kartu Kuning di Pekan ke-12 Liga Super 2025/2026

By angling dharmaThursday, 20 November 2025, 17:0011

PSM Makassar, salah satu tim kebanggaan Sulawesi Selatan, kini tengah menghadapi tantangan serius di awal musim Liga Super 2025/2026. Sorotan bukan tertuju pada performa gemilang di lapangan hijau, melainkan pada catatan disiplin pemain yang memprihatinkan. Hingga pekan ke-12, tim berjuluk Juku Eja ini telah mengoleksi 28 kartu kuning, sebuah rekor yang jauh dari membanggakan dan berpotensi mengancam stabilitas finansial klub.

Jumlah kartu kuning yang diterima PSM Makassar terbilang fantastis. Rata-rata, dalam setiap pertandingan, wasit mengeluarkan setidaknya dua kartu kuning untuk pemain PSM. Bahkan, dalam beberapa laga krusial, jumlah kartu kuning yang diterima mencapai lima buah. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi manajemen tim dan para pendukung setia PSM Makassar.

Dampak Negatif Kartu Kuning: Sanksi Denda dan Kerugian Finansial

Koleksi kartu kuning yang membengkak bukan hanya sekadar catatan statistik semata. Lebih dari itu, hal ini berdampak langsung pada kondisi finansial klub. Komite Disiplin (Komdis) PSSI tidak tinggal diam melihat tingkah laku pemain yang kerap melanggar aturan. Sanksi berupa denda uang pun dijatuhkan kepada PSM Makassar atas akumulasi kartu kuning yang diterima.

Hingga saat ini, total denda yang harus dibayarkan PSM Makassar akibat kartu kuning telah mencapai Rp200 juta. Jumlah ini tentu tidak sedikit dan dapat mengganggu alokasi dana yang seharusnya digunakan untuk pengembangan tim, peningkatan fasilitas latihan, atau bahkan perekrutan pemain baru. Kerugian finansial ini menjadi alarm bagi manajemen PSM Makassar untuk segera mengambil tindakan tegas.

Manajemen PSM Makassar Beri Peringatan Keras kepada Pemain

Menanggapi situasi yang kurang menguntungkan ini, Manajer Tim PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, angkat bicara. Ia memberikan peringatan keras kepada seluruh pemain agar lebih berhati-hati dalam bermain dan menghindari pelanggaran yang tidak perlu. Fajrin menekankan bahwa setiap pemain harus memiliki kesadaran diri untuk menjaga nama baik tim dan menghindari sanksi yang merugikan.

"Kami di tim juga selalu meminta untuk menghindari atau meminimalisir kartu kuning. Kami berharap pemain berjuang di lapangan, tetapi sembari meminimalisir kartu itu," ujar Fajrin, seperti dikutip dari laman resmi ileague.id. Pernyataan ini menunjukkan bahwa manajemen PSM Makassar sangat serius dalam menangani masalah disiplin pemain.

PSM Makassar Terancam Sanksi Finansial Akibat Disiplin Pemain yang Buruk: Koleksi 28 Kartu Kuning di Pekan ke-12 Liga Super 2025/2026

17 Pemain PSM Makassar Telah Mengantongi Kartu Kuning

Ironisnya, dari total 28 kartu kuning yang diterima PSM Makassar, setidaknya ada 17 pemain yang telah menjadi "langganan" kartu kuning. Beberapa nama bahkan sudah mengoleksi tiga kartu kuning, yang berarti mereka hanya selangkah lagi dari hukuman larangan bermain. Hal ini tentu menjadi kerugian besar bagi tim, karena pemain-pemain kunci berpotensi absen dalam pertandingan penting.

Beberapa pemain yang paling sering menerima kartu kuning antara lain, Full back kiri, Victor Luiz dan penyerang sayap, Ricky Pratama masing-masing sudah tiga kali dikartukuning wasit. Kehadiran mereka di lapangan sangat penting bagi strategi permainan PSM Makassar. Jika mereka harus absen karena akumulasi kartu kuning, tentu akan sangat berpengaruh pada kekuatan tim.

Sanksi Tambahan Akibat Ulah Suporter

Tidak hanya masalah disiplin pemain di lapangan, PSM Makassar juga harus menghadapi sanksi akibat ulah oknum suporter yang tidak bertanggung jawab. Tindakan tidak terpuji seperti pelemparan benda asing ke lapangan atau kerusuhan di tribun penonton dapat merugikan tim secara finansial dan merusak citra klub.

Menurut Fajrin, PSM Makassar juga harus membayar denda sebesar Rp120 juta akibat kejadian di luar kendali tim, yang disebabkan oleh ulah suporter. Hal ini menambah beban finansial klub dan semakin memperburuk situasi yang ada. Manajemen PSM Makassar berharap agar seluruh elemen klub, termasuk suporter, memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga nama baik tim.

Evaluasi Mendalam dan Solusi Jangka Panjang

Menghadapi permasalahan disiplin pemain yang kronis, PSM Makassar perlu melakukan evaluasi mendalam dan mencari solusi jangka panjang. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:

  1. Peningkatan Kedisiplinan Pemain: Pelatih dan staf kepelatihan harus lebih tegas dalam mendisiplinkan pemain. Aturan yang jelas dan sanksi yang tegas harus diterapkan bagi pemain yang melanggar aturan.
  2. Pembinaan Mental dan Emosional: Pemain perlu dibekali dengan pembinaan mental dan emosional yang baik. Hal ini bertujuan agar pemain dapat mengendalikan emosi di lapangan dan menghindari tindakan impulsif yang dapat merugikan tim.
  3. Komunikasi yang Efektif: Manajemen tim, pelatih, dan pemain harus menjalin komunikasi yang efektif. Masalah-masalah yang ada harus dibicarakan secara terbuka dan dicari solusinya bersama-sama.
  4. Edukasi Suporter: Klub perlu melakukan edukasi kepada suporter agar lebih dewasa dan bertanggung jawab dalam mendukung tim. Tindakan anarkis dan merugikan harus dihindari demi menjaga nama baik klub.
  5. Evaluasi Kinerja Wasit: Manajemen PSM Makassar juga perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja wasit. Jika ditemukan indikasi ketidakadilan atau keberpihakan, klub berhak mengajukan protes resmi kepada PSSI.

Harapan untuk Perubahan Positif

Meskipun tengah menghadapi tantangan yang berat, PSM Makassar tetap memiliki potensi untuk bangkit dan meraih kesuksesan di Liga Super 2025/2026. Dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan dari seluruh elemen klub, Juku Eja dapat mengatasi masalah yang ada dan kembali menjadi tim yang disegani di kancah sepak bola nasional.

Para pendukung setia PSM Makassar tentu berharap agar manajemen tim dapat segera mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah disiplin pemain. Mereka ingin melihat tim kebanggaannya bermain dengan sportif, menjunjung tinggi fair play, dan meraih kemenangan dengan cara yang terhormat.

Semoga dengan evaluasi yang mendalam dan solusi yang tepat, PSM Makassar dapat memperbaiki catatan disiplin pemain, mengurangi sanksi denda, dan fokus pada peningkatan performa di lapangan. Dengan demikian, Juku Eja dapat kembali bersaing di papan atas klasemen dan meraih gelar juara yang telah lama diidam-idamkan.

# #