Kota Surabaya sekali lagi menegaskan posisinya sebagai kiblat dan lumbung utama atlet selam di Jawa Timur. Dalam gelaran akbar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Finswimming Piala Gubernur Jatim 2025, kontingen Kota Pahlawan tampil perkasa dengan menyabet gelar juara umum, mengumpulkan total 71 medali yang terdiri dari 22 medali emas, 25 perak, dan 24 perunggu. Prestasi luar biasa ini diraih setelah persaingan sengit yang berlangsung di Kolam Renang Gajayana, sebuah fasilitas kebanggaan Kota Malang, pada Minggu (30/11/2025). Kemenangan ini bukan hanya sekadar torehan angka, melainkan bukti nyata dari konsistensi program pembinaan atlet selam yang berkelanjutan dan terstruktur di Surabaya.
Dominasi Surabaya pada ajang bergengsi ini tidak datang begitu saja. Dibalik gemerlap medali yang berhasil diboyong pulang, terdapat dedikasi tinggi dari para atlet, pelatih, serta dukungan penuh dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Surabaya. Mereka telah menjalani serangkaian latihan intensif, memanfaatkan fasilitas-fasilitas selam terbaik di kota tersebut, serta mengadopsi metode pelatihan modern yang disesuaikan dengan standar nasional dan internasional. Para atlet muda Surabaya, yang beberapa di antaranya telah menunjukkan bakat luar biasa sejak usia dini, kini semakin matang dan siap bersaing di level yang lebih tinggi. Kemenangan ini sekaligus menjadi indikator positif bagi Jawa Timur dalam mempersiapkan tim terbaiknya untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Di posisi kedua, Kabupaten Malang menunjukkan performa yang tak kalah membanggakan dengan raihan 13 emas, 16 perak, dan 8 perunggu. Sebagai tuan rumah, Kabupaten Malang berhasil memanfaatkan dukungan penuh dari penonton lokal untuk memacu semangat para atletnya. Perolehan medali ini menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pembinaan atlet di wilayah tersebut, menjadikan Kabupaten Malang sebagai salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan dalam peta persaingan finswimming Jawa Timur. Sementara itu, Kota Kediri menempati urutan ketiga dengan koleksi 10 emas, 18 perak, dan 9 perunggu, menunjukkan konsistensi dalam mencetak atlet-atlet berbakat. Disusul ketat oleh Kabupaten Tulungagung di posisi keempat dengan 10 emas, 10 perak, dan 17 perunggu, serta Kota Batu yang berhasil mengamankan posisi kelima dengan 10 emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Distribusi medali yang cukup merata di lima besar ini mencerminkan sehatnya kompetisi dan geliat pembinaan finswimming di berbagai daerah di Jawa Timur.
Ketua Umum Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras seluruh atlet dan official yang terlibat dalam kejuaraan tahun ini. Menurut Mirza, ajang Kejurprov Finswimming Piala Gubernur Jatim adalah barometer vital untuk mengukur dan mengevaluasi perkembangan pembinaan olahraga selam di berbagai kabupaten/kota. "Kami melihat peningkatan signifikan dari performa para atlet, baik dari segi kecepatan, teknik, maupun daya tahan. Persaingan sangat sehat dan kompetitif, ini adalah cerminan dari proses pembinaan yang berjalan baik di daerah-daerah. Kami sangat bangga melihat perkembangan positif ini," ujar Mirza dalam keterangannya setelah upacara penutupan, Minggu (30/11/2025).
Mirza juga secara khusus menyoroti aspek partisipasi kontingen dari luar Jawa Timur yang turut memeriahkan dan memperketat persaingan. Kehadiran delegasi dari kota-kota seperti Denpasar (Bali), Cirebon (Jawa Barat), Bekasi (Jawa Barat), hingga Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur) secara langsung telah meningkatkan kualitas kompetisi. "Ini bukan hanya Kejurprov, tapi sudah terasa seperti ajang open nasional. Para atlet Jawa Timur mendapatkan kesempatan berharga untuk menguji kemampuan mereka melawan pesaing dari provinsi lain, yang tentu saja akan sangat bermanfaat untuk persiapan mereka di kancah yang lebih tinggi, seperti PON atau bahkan kejuaraan internasional," tambahnya. Secara keseluruhan, lebih dari 500 atlet tercatat ambil bagian dalam kejuaraan ini, menjadikannya salah satu event finswimming terbesar di Indonesia tahun ini.
Penyelenggaraan Piala Gubernur Jatim 2025, menurut Mirza, adalah bukti nyata dari sinergi dan kolaborasi yang kuat antara POSSI Jatim, pemerintah daerah, dan berbagai klub selam di seluruh wilayah. "Event ini bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan medali. Lebih dari itu, ini adalah panggung strategis untuk mengukur capaian pembinaan atlet, mengidentifikasi bakat-bakat baru, sekaligus mempersiapkan mereka menuju kejuaraan nasional maupun internasional," tegas Mirza, menekankan pentingnya ajang semacam ini sebagai bagian integral dari sistem pembinaan olahraga. Data dan hasil yang diperoleh dari kejuaraan ini akan menjadi dasar evaluasi dan perencanaan program latihan selanjutnya bagi para atlet potensial.
Tahun ini, Kejurprov Finswimming Piala Gubernur Jatim 2025 berhasil menarik partisipasi luar biasa dari 596 atlet yang berasal dari 42 kabupaten/kota di Jawa Timur, ditambah sembilan provinsi lain di Indonesia. Sembilan provinsi tersebut meliputi Aceh, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur (sebagai tuan rumah), Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Selatan, dan Banten. Mereka semua bersaing memperebutkan total 768 medali emas yang tersedia di berbagai nomor dan kelompok umur. Nomor-nomor yang dipertandingkan sangat beragam, mencakup finswimming permukaan (surface), finswimming immersion (apnea), serta bi-fin, dengan jarak mulai dari 50 meter, 100 meter, 200 meter, 400 meter, hingga 800 meter, serta nomor estafet yang mendebarkan. Setiap kategori dan kelompok umur, mulai dari pemula, junior, hingga senior, menunjukkan semangat juang dan determinasi tinggi.
Keberhasilan penyelenggaraan event ini juga tak lepas dari peran Kolam Renang Gajayana, Malang, yang menyediakan fasilitas representatif dan berstandar untuk kompetisi selam. Atmosfer di sekitar kolam renang selama kejuaraan berlangsung sangat semarak, dengan riuh rendah sorak-sorai penonton yang memadati tribun, memberikan semangat kepada para atlet yang berjuang di dalam air. Para official dan tim teknis bekerja keras memastikan setiap perlombaan berjalan lancar sesuai regulasi, menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. Ini adalah pesta olahraga selam yang sesungguhnya, mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai penjuru untuk saling berkompetisi dan mengukir prestasi.
Finswimming, sebagai cabang olahraga yang menuntut kombinasi kekuatan fisik, teknik pernapasan yang presisi, serta daya tahan otot yang luar biasa, terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di Indonesia. Jawa Timur, khususnya, telah lama dikenal sebagai gudang atlet-atlet finswimming berkualitas yang kerap menyumbangkan medali di kancah nasional maupun internasional. Kemenangan Surabaya sebagai juara umum Kejurprov ini menegaskan kembali reputasi tersebut dan menjadi sinyal kuat bahwa generasi penerus atlet selam di Jawa Timur terus lahir dan berkembang. Dengan hasil gemilang ini, Surabaya dan Jawa Timur secara keseluruhan optimis untuk terus mendominasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah olahraga finswimming. Harapannya, para atlet yang berprestasi di Kejurprov ini dapat terus dibina dan diberikan kesempatan lebih lanjut untuk mewakili Indonesia di ajang-ajang yang lebih besar. Ini adalah langkah maju yang signifikan bagi pengembangan olahraga selam di tanah air.
(rakyatindependen.id)

