BOJONEGORO (RAKYATINDEPENDEN) – Saat ini, Pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau yang biasa disebut Kopdes Merah Putih, telah dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Pembangunan Gedung KDKMP Desa Leran, rencananya menempati Eks Pasar Kalipang, sebuah lokasi yang dulunya pernah menjadi Pasar Desa atau yang biasa disebut Pasar Krempyeng. Hanya saja dalam perkembangan zaman, Pasar itu semakin sepi yang akhirnya hanya tersisa perotkoan dan ditempati sebagai rumah warga setempat.
Dikarenakan, Eks Pasar Kalipang itu dipilih sebagai Lokasi Gedung Kopdes Merah Putih sehingga 9 rumah dan toko itu harus dibongkar dan hanya diberi waktu seminggu terhitung sejak digelarnya sosialisasi Pembanguan Gedung Kopdes Merah Putih Desa Leran, Rabu (20/11/2025) lalu.
Namun, hingga Sabtu (29/11/2025), baru ada 2 stand toko yang dibongkar dan itupun pembongkaranya juga belum terselesaikan.
“Hanya diberi waktu seminggu, menjadi kesulitan bagi kami untuk membongkar rumah, apalagi kondisi ekonomi lagi susah seperti saat ini. Membongkar dan memindahkan ke lokasi lain membutuhkan waktu yang lama. Apalagi tak ada bantuan dari pihak desa alias zonk,” demikian dikatakan salah seorang penghuni, Marjuki, kepada para awak media, Sabtu (29/11/2025).

Lanjut Marjuki, dirinya bersama keluarganya telah menempati tanah desa atau orang-orang bilang katanya itu Tanah Negera (TN) sudah puluhan tahun. Karena hendak ditempati Kopdes Merah Putih Desa Leran, 9 KK itu harus pindah.
“Saya sudah bisa beli tanah kapling di belakang SPBU Leran, namun belum punya uang untuk membangun dan pindah ke sana,” kata Marjuki menegaskan.
Dijelaskan, jangankan untuk membangun rumah, ini mau bongkar rumah dan hendak pindah saja dirinya tak punya uang tabungan sama sekali.
“Solusinya, rumah saya bongkar sendiri dan nantinya minta tolong warga sekitar untuk bergotong-royong (Sayan, Jawa Red), tanpa memberikan bayaran alias gratisan, bagaiamana lagi, rumah harus dibongkar secepatnya tapi tak ada dukungan atau sumbangan dari pihak Pemdes Leran atau instansi terkait,” keluhnya.
Pria yang aktif sebagai salah satu wartawan media online yang bertugas di wilayah Kabupaten Bojonegoro itu menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Pemdes Leran karena selama ini telah diizinkan menempati tanah bekas Pasar Leran itu.
“Saya Legawa jika harus pindah karena tanahnya mau dipakai untuk kepentingan pemerintah untuk program pembangunan KDKMP Desa Leran. Hanya saja, pemberitahuannya sangat mendadak, ini rumah belum saya bongkar material untuk KDKMP sudah datang dan katanya akan segera dilaksanakan pembangunannya,” keluhnya.
Masih menurut Marjuki, karena dirinya tak memiliki dana untuk pindah rumah sehingga rumahnya tetap dibongkar tapi tak pindah. Dia membuat rumah darurat di utara lahan pembangunan Gedung KDKMP Desa Leran itu.
“Nggak apa-apa, kami menempati rumah darurat ukuran 4 x 8 meter untuk berteduh dari hujan dan panas. Jika sudah punya uang nanti baru akan pindah ke tanah saya sendiri di belakang SPBU Leran itu,” katanya sambil berharap.
Saat ditanya tentang nasibnya 8 KK yang lain nasibnya bagaimana, ada yang kost atau kontrak ke tempat lain karena keputusan Pemdes Leran untuk menempatkan Kopdes Merah Putih di situ sudah jadi keputusan yang final dan mengikat.

Perlu diketahui, hingga Sabtu (29/11/2025) ada 2 toko yang dibongkar yakni milik Teguh dan Sutin, sedang rumah Marjuki baru teras dan dapur yang dibongkar sedangkan 1 tokoh dan 4 rumah lainnya belum juga dibongkar.
Papan Pembangunan KDKPM Desa Leran sudah terpampang di depana Lokasi Eks Pasar Kalipang itu dan material bangunan sudah menumpuk juga di lokasi itu, menjadi pertanda bahwa pembangunan Gedung Kopdes Merah Putih itu segera dilaksanakan.
Sementara itu, Kepala Desa Leran Muttabiin saat dikonfirmasi via akun Whatshapp (WA) miliknya, hingga berita ini diunggah tak ada respon. Saat di WA tak dibalas dan di telpon juga tak diangkat.
**(Kis/Red).

