Wabup Bojonegoro Nurul Azizah Laksanakan Sholat Idul Fitri 1446 Hijriyah, di Masjid Agung Darussalam, Bojonegoro

BOJONEGORO (RAKYATINDEPENDEN) – Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah beserta jajaran pejabat Pemkab Bojonegoro, melaksanakan sholat Idul Fitri 1446 Hijriyah/ 2025 Masehi, di Masjid Agung Darussalam yang berada di Jalan KH Hasyim Asy’ary, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (31/3/2025).
Sebelum sholat Idul Fitri tersebut dilaksanakan, mewakili Bupati Bojonegoro, Wabup Bojonegoro Nurul Azizah menampaikan sambutan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Dalam kata sambutanya itu, dirina mengajak semua para jamaah untuk mempererat persaudaraan dan bersinergi membangun Bojonegoro ke depan lebih baik lagi.
Wabup Bojonegoro Nurul Azizah juga mengajak para jamaah Idul Fitri untuk bersyukur atas rezeki dan kesehatan sehingga bisa berkumpul melaksanakan solat Idul Fitri dan berharap mendapatkan syafaat di yaumul qiyamah.
Lanjut Bu Nurul – demikian, Wabup Bojonegoro Nurul Azizah, akrab disapa – bahwa hari ini seluruh penjuru dunia termasuk di Bojonegoro serentak mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid sebagai wujud syukur kemenangan dengan telah selsainya melaksanakan puasa di bulan Ramadhan 1446 Hijriyah, guna melatih mental spiritual. Kini, telah berada di Hari Kemenangan yaitu dengan melaksanakan Sholat Idul Fitri 1446 Hijriyah ini.
“Pada Idul Fitri 1446 H ini, atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, mewakili Bupati yang dijadwalkan melaksanakan sholat Idul Fitri di Halaman SDN Dolokgede, Tambakrejo. Beliau Bapak Bupati Wahono menyampaikan beberapa hal kepada masyarakat Bojonegoro ini,” ujarnya.
Lanjut Bu Nurul, Bupati Bojonegoro menyampaikan, pertama, mari menjadikan momentum Idul Fitri ini menjadi momen menyucikan hati dan pikir untuk mempererat dan memperkokoh persaudaraan.
“Mari merapat barisan untuk membangun Bojonegoro di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur serta sosial kemasyarakatan agar pembangunan dirasakan seluruh lapisan masyarakat Bojonegoro. Sehingga sesuai slogan, Bahagia Makmur dan Membanggakan,” ungkapnya.

Yang kedua, mari jadikan Idul Fitri momentum kepedulian besama. Tahun 2025 ada kepemimpinan kepala daerah baru. Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, memiliki tugas yang harus diselesaikan berkala.
“Angka kemiskinan masih ada 147.330 jiwa. Indeks Pembangunan Manusia di angka 72,75 masih di bawah provinsi dan nasional, serta menaikkan angka harapan sekolah. Ini membutuhkan sinergi semua pihak agar semua mendapatkan pendidikan,” katanya menandaskan.
Yang ketiga, pertumbuhan ekonomi dengan migas masih 1,67 persen di bawah provinsi dan nasional, sehingga ini menjadi persoalan semua pihak.
“Semoga dimudahkan berikhtiar membangun Bojonegoro lebih baik, bijaksana saling tolong menolong dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga kita nampu mendidik anak-anak sehingga menjadi birrul walidain, anak-anak harapan bangsa dan menjadi generasi emas,” tegasnya.
Di akhir sambutanya, Bu Nurul menyampaikan, atas nama Pemrintah Kabupaten Bojonegoro menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah Taqabbalallahu minna wa minkum, Minal aidin wal faidzin – Mohon maaf lahir bathin, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bojonegoro ini.
Setelah sholat Idul Fitri dilanjutkan khotbah yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah dan Adab UNUGIRI Ustadz H. Agus Sholahudin Shidiq.
Khotbah Idul Fitri 1446 Hijriyah di Masjud Agung Darussalam Bojonegoro, tampil Ustadz H. Agus Sholahudin Shidiq, (Dekan Fakultas Syariah dan Adab Unugiri Bojonegoro).
Dalam khotbagnya itu, Ustadz Agus mengambil thema Muraqabatullah dan Keindahan rasa malu Kepada Allah SWT.
Ustadz Agus menjelaskan tentang esensi taqwa yang sebenarnya, bahwa beribadah seolah melihat-Nya atau setidaknya meyakini bahwa Dia (Allah SWT) melihat kita.
“Ini adalah hikmah terbesar pertama dari ibadah puasa, ada rahasia antara hamba dan Rabb-nya. Tidak ada yang tahu pasti apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak, kecuali Allah. Di sinilah kejujuran kita diuji. Di sinilah ikhlas kita ditempa,” ungkap Ustadz Agus.

Ditambahkannya, letika kita menahan diri dari ghibah, dari dusta, dari pandangan yang haram, dari mengambil yang bujan haknya, padahal peluang untuk melakukannya terbuka lebar, itu karena kita merasakan muraqabatullah, pengawasan Allah.
Ustadz Agus menjelaskan, buah puasa yang sejati: sebuah hati yang hidup dalam kesadaran ilahi, yang takut berbuat salag meski tak ada yang nelihat, karena yakin Allah selalu melihat kita.
Bertindak sebagai Imam dalam sholat Idul Fitri 1446 Hiriyah di Masjid Agung Darussalam, Bojonegoro, KH. Nurul Huda,M.Hi. Tampak, Ketua Yayasan Masjid Agung Darussalam Drs Lugito Abdul Kaddir dan Ketua Ta;mir Masjid KH Maimun Syafii, serta pengurus ta’mir lainnya.
**(Kis/Red)