Wabup Bojonegoro Nurul Azizah Sambut Dirut RSCM Kunker Ke RSUD R. Sosodoro Djatikoesoemo

BOJONEGORO (RAKYATINDEPENDEN) – Wakil Bupati (Wabup)Bojonegoro Nurul Azizah menyambut kunjungan kerja (kunker) Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp. B, FINACS, M.Kes, Sabtu (5/4/2025).
Penyambutan dilaksanakan di auditorium Selasih RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro yang berada di Jalan Veteran 36 Bojonegoro, Jawa timur.
Kunker Dirut RSCM beserta rombongan tersebut dalam rangka menyiapkan transformasi bagi RSUD Bojonegoro itu, untuk memberikan pelayanan kesehatann yang terbaik bagi warga di Bumi Angling Dharma ini.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurul Azizah menuturkan bahwa kunker ini merupakan kunjungan balasan. Sebab sebelumnya, Bupati Setyo Wahono, setelah terpilih dalam pilkada telah berkunjung ke RSCM di Jakarta dalam rangka upaya meningkatkan mutu kesehatan di Kabupaten Bojonegoro.
Sehingga, dengan langkah ini nantinya diharapkan akan meningkatkan tipe RSUD dari B ke A. Saat ini ada rumah sakit di Bojonegoro. Diantaranya 4 milik pemerintah, 1 milik polri dan 5 swasta. Juga ada dua rumah sakit yang sedang dibangun yakni Rumah Sakit Temayang dan Rumah Sakit Onkologi.
“Kita berharap seluruh tenaga kesehatan ini harus berkompetisi, maka harus tahu apa yang menjadi hambatan. Dengan pelayanan baik sebagai bentuk pelayanan sepenuh hati. Hari ini trik-trik dari pak Supriyanto harap diserap betul-betul,” kta Wabup Nurul Azizah menegaskan.
Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Supriyanto Dharmoredjo menyampaikan pesan Menteri Kesehatan agar pelayanan kesehatan terus ditingkatkan.
Lanjut dr. Supriyanto Dharmoredjo, dirinya menyatakan siap membantu RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dalam pemenuhan dokter sub spesialis, dan membangun sistem untuk transformasi RSUD.
dr. Supriyanto menceritakan awal perjalananya dari rumah sakit di Tulungagung. Di sana rata-rata orang tua pasang ring jantung. Setiap tahun dokter-dokter jantung di Indonesia berkumpul di Tulungagung mengumpulkan kasus-kasus yang susah ditangani sehingga ditemukan cara penanganannya.
Dijelaskan bahwa visi Indonesia sehat 2025 adalah tercapainya hak hidup sehat bagi seluruh lapisan masyarakat melalui sistem kesehatan yang dapat menjamin hidup dalam lingkungan yang sehat. Juga perilaku masyarakat yang proaktif memelihara kesehatan, serta mampu mendapatkan akses pelayanan kesehatan bermutu.
“Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025 yakni pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat terwujud peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,”tandasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dr Ani Pujiningrum menyampaikan bahwa kenaikan kelas RSUD menuju kelas A, tentu banyak sekali yang harus dipersiapkan. Meski begitu, ia yakin bahwa pihaknya pasti mampu.
Berdasarkan hasil self assessment atau evaluasi internal, lanjut dr Ani, bahwa nantinya untuk rumah sakit kelas A jenis pelayanan yang harus ada meliputi pelayanan medik dan penunjang medik, pelayanan keperawatan dan kebidanan serta pelayanan non medik.
Sedangkan, di RSUD Sosodoro saat ini jenis pelayanan yang belum tersedia adalah pelayanan medik sub spesialis. Pemenuhan jenis pelayanan ini sangat bergantung pada ketersediaan sumberdaya manusia khususnya dokter spesialis dan sub spesialis.
“Yang kedua pemenuhan sumber daya manusia. Berdasarkan standar ketenagaan diperlukan pemenuhan 15 jenis sub spesialis untuk memenuhi kebutuhan sebagai rumah sakit kelas A. Di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo saat ini belum tersedia dokter sub spesialis, namun ada 7 orang dokter spesialis,” jelasnya.
Lebih lanjut dr Ani menjelaskan beberapa langkah lain yakni terkait pemenuhan bangunan dan sarana. Berdasarkan standar bangunan dan sarana rumah sakit kelas A saat ini telah terpenuhi 96,30%.
Hanya ada 1 (satu) jenis ruangan yang belum tersedia yaitu ruangan Respiratory Intensive Care Unit (RICU) yang merupakan ruang perawatan intensif pasien yang memiliki penyakit pernafasan dan atau penyakit pernafasan akibat gangguan pada organ lain seperti jantung. Meski ketersediaan ruang RICU ini tidak wajib dipenuhi sebagai persyaratan sebagai rumah sakit kelas A.
Selain itu, prasyarat transformasi dari B ke A, adalah pemenuhan peralatan. Berdasarkan standar peralatan rumah sakit kelas A, jumlah tempat tidur yang harus tersedia adalah 250 tempat tidur. Saat ini RSUD Dr.R.Sosodoro Djatikoesoemo telah memiliki 500 tempat tidur.
“Untuk pemenuhan jenis pelayanan, sumber daya manusia dan peralatan akan dipenuhi secara bertahap. Saat ini kami juga sedang berproses dalam pemenuhan 17 dokumen persyaratan perizinan perubahan kelas rumah sakit yang akan diajukan melalui aplikasi Online Single Submission (OSS),” ungkapnya.
**(Kominfo Bojonegoro/ Red)