BOJONEGORO (RAKYATINDEPENDEN) – Reses Anggota DPRD Bojonegoro Lasmiran, Masa sidang III Tahun 2025, digelar di Desa Ngasinan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (21/11/2025).
Lasmiran Anggota DPRD Bojonegoro dari Fraksi PDI Perjuangan yang berasal dari Daerah Pemilihan VI (Kalitidu, Malo, Padangan, Kasiman, Kedewan dan Gayam) ini, sengaja ditempatkan di salah satu rumah warga agar penyampaian aspirasinya lebih santai namun tetap bisa diakomodir dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Lasmiran menyampaikan bahwa anggota dewan, baik DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi dan DPR-RI itu harus turun ke bawah untuk melaksanakan reses guna menerima aspirasi dari masyarakat.
“Dalam reses itu, kami hanya mendengar keluhan dan usulan masyarakat. Kalau di pemerintahan ada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), kalau bagi anggota dewan itu digelar reses dengan mengundang masyarakat sehingga aspirasi benar-benar dari bawah atau istilahnya dari akar rumput yang bisa kita perjuangkan realisasinya,” ungkap pria yang juga menjabat Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro itu, Jum’at (21/11/2025).
Selain itu, Lasmiran juga menyampaikan berbagai program pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, yakni, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, gorong-gorong, drainase, Tembok penahan tanah (TPT) dan pembangunan sekolah SD, SMP serta masih banyak pembangunan lainnya.
Yang menjadi sorotan anggota DPRD Bojonegoro dari PDI Perjuangan ini, yakni, program Gayatri (Gerakan Ternak ayam petelur mandiri), Domba Kesejahteraan dan Kolam Lele Keluarga (Kolega).
“Saat ini yang sangat dibutuhkan masyarakat adalah program pemberdayaan yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat, seperti membantu warga yang memiliki usaha kecil, seperti, membuat Ledre, Keripik pisang, membuat kue dan juga berbagai kerajian yang telah ditekuni oleh masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, dirinya menyampaikan ke ratusan undangan yang menghadiri resesnya agar yang memiliki usaha kecil dan UMKM bisa mengajukan usulan pokir (pokok-pokok pikiran) agar bisa diperjuangkan bantuan untuk usaha tersebut.
“Program Pemberdayaan sangat kita prioritaskan, sehingga dalam reses ini nantinya diutamakan usulan program pemberdayaan. Usulan dari Kelompok tani, Kelompok ternak, usaha kecil yang ada di masyarakat yang berada di Dapil VI ini nanti akan kita perjuangkan agar memperoleh bantuan untuk peningkatan kegiatan pemberdayaan tersebut ,” kata pria yang akrab disapa Dhe Las itu menegaskan.
Lanjut Dhe Las, kegiatan pemberdayaan tersebut juga bisa mengurangi angka pengangguran dan mengurangi angka kemiskinan sesuai dengan Program yang dicanangkan oleh Pemkab Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono-Wabup Nurul Azizah.
Dalam sesi penyampaian aspirasi masyarakat, ada yang menyampaikan usulan langsung, ada yang usulanya ditulis di secarik kertas dan ada yang disampaikan melalui akun Whatshapp (WA) anggota DPRD Bojonegoro Lasmiran itu.
Prayitno (62) warga Desa Sonorejo menyampaikan agar Program Gayatri Pemkab Boonegoro ada tambahan pakan untuk ayam yang biberikan kepada warga miskin (gakin) dikarenakan jika jatah pakan habis dan tidak ada bantuan pakan lagi maka bisa jadi ayam akan dijual.
“Yang dapat bantuan ayam petelur program Gayatri itu kan orang miskin, jika jatah pakan habis dan mereka tidak bisa beli pakan lagi maka ayamnya tak produktif lagi dan bisa jadi tak mau bertelur. Jika ayam sudah tak bertelur, maka bisa jadi ayamnya bisa cepat habis terjual, makanya saya usulkan agar tetap ada dukungan pakan ayam bari keluarga penerima manfaat (KPM) dari pemerintah walau tidak 100 persen,” ungkap Prayitno yang juga Pensiunan ASN Dinas Pertanian Bojonegoro ini.
Lanjut Prayitno, dirinya mengusukan sebaiknya Pemkab Bojonegoro lebih menggalakkan Program Domba Kesejahteraan karena domba itu bisa dicarikan pakan rumput atau dedaunan yang cukup dengan cara mencari di sawah atau ladang tanpa harus membeli sehingga program tersebut sangat pas diberikan kepada warga miskin.
Seorang Ibu rumah tangga bernama Marini (55) warga Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, menyampaikan usulan bahwa dia punya usaha pembuatan kue di rumahnya, dia menanyakan bagaimana cara mendapatkan pinjaman dana.
“Saya punya usaha kecil pembuatan kue di rumah, terus bagaimana cara memperoleh bantuan dana dari pemerintah, kalau bisa dana dari anggota dewan berupa pokir itu,” ungkapnya.
Terbanyak, keluhan masih kurangnya pembangunan infrastruktur di desa seperti jalan poros desa dari Dusun Juwet Desa Ngradin ke Kendung yang rusak berat, pembangunan irigasi dan jalan usaha tani yang masih sangat minim, kurangnya bantuan hand traktor ke petani hingga pengrajin bata merah yang minta dibantu permodalannya.
Tampak hadir, Hadi dari Sekretariat DPRD Bojonegoro, Kepala Desa Ngasinan Abu Ali, Para Ketua PAC PDI Perjuangan Bojonegoro di Dapil VI serta undangan lainnya.
**(Kis/Red)

