Kepadatan lalu lintas menjadi momok yang tak terhindarkan bagi pengguna jalan di berbagai kota, terutama saat ada kegiatan berskala besar yang melintasi jalur utama. Hari ini, Sabtu (15/11), antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan gerak jalan Mojokerto-Surabaya diperkirakan akan memicu peningkatan volume kendaraan yang signifikan, mengubah wajah Jalan Raya Driyorejo Gresik menjadi lautan kendaraan yang padat merayap. Fenomena ini bukanlah hal baru, namun setiap kali terjadi, ia selalu menuntut kewaspadaan ekstra dan kesabaran tinggi dari para pengendara yang melintas.
Puncak kepadatan di wilayah Driyorejo Gresik diprediksi terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat ribuan peserta gerak jalan mulai memasuki area tersebut. Driyorejo, sebagai salah satu pintu gerbang strategis antara Gresik dan Surabaya, seringkali menjadi titik rawan kemacetan bahkan pada hari-hari biasa, mengingat statusnya sebagai kawasan industri dan pemukiman padat. Dengan adanya tambahan peserta gerak jalan, dinamika lalu lintas di ruas jalan ini dipastikan akan berubah drastis, memerlukan adaptasi cepat dari para pengendara agar tidak terjebak dalam kemacetan yang panjang dan melelahkan.
Menyikapi potensi kemacetan yang masif ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik telah mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas secara matang. Kasatlantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda Putera Buna, menjelaskan bahwa rekayasa ini dirancang untuk memecah konsentrasi kendaraan dan mengarahkan sebagian besar arus lalu lintas ke jalur-jalur alternatif. "Kami sudah melakukan koordinasi intensif dan pemetaan jalur secara detail untuk memastikan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat umum, sekaligus mengamankan rute yang akan dilalui peserta gerak jalan," ujar AKP Rizki, Sabtu (15/11).
Rute utama yang akan dilalui oleh peserta gerak jalan Mojokerto-Surabaya memang melintasi beberapa arteri vital. Dimulai dari Jalan Raya By Pass Krian, kemudian berlanjut ke Simpang Empat Legundi yang merupakan salah satu titik persimpangan padat. Selanjutnya, rombongan akan bergerak melalui Jalan Raya Krikilan dan Jalan Raya Bambe Driyorejo Gresik, sebelum akhirnya masuk ke wilayah Surabaya melalui Jalan Raya Karangpilang. Setiap titik dalam rute ini memiliki karakteristik lalu lintasnya sendiri, mulai dari jalan lintas kota yang lebar hingga ruas jalan yang berbatasan langsung dengan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi. Rekayasa lalu lintas yang diterapkan diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif terhadap mobilitas warga yang tidak terlibat dalam kegiatan gerak jalan.
- Terobosan Digital Twin: Iman Kristian Paparkan Visi Transformasi Tata Kelola Surabaya Menuju Kota Dunia
- Erupsi Dahsyat Semeru 2025 Luluh Lantakkan Ratusan Rumah, Pemerintah Jatim Prioritaskan Resettlement Permanen Warga dari Zona Merah Lahar Dingin.
- BNPB Lakukan Pemetaan Ulang Kawasan Rawan Bencana Erupsi Gunung Semeru dengan Teknologi Drone
AKP Rizki menambahkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi beberapa jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh pengendara untuk menghindari kemacetan di rute utama. Jalur-jalur ini dipilih berdasarkan kapasitasnya untuk menampung volume kendaraan dan kemudahan aksesnya. "Kami sangat menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan jalur alternatif yang sudah kami siapkan agar perjalanan mereka tetap lancar dan tidak terjebak dalam kepadatan," tegasnya.

Untuk pengguna jalan yang bergerak dari Mojokerto menuju arah Legundi, salah satu opsi alternatif yang disarankan adalah melewati simpang tiga Pasar Perning Mojokerto. Dari titik ini, pengendara dapat berbelok ke kiri menuju arah Mondoluku Wringinanom. Jalur ini akan membawa mereka melintasi area pedesaan yang relatif lebih lengang hingga mencapai simpang empat Karangandong Driyorejo. Meskipun mungkin sedikit memutar, rute ini menawarkan perjalanan yang lebih mulus tanpa harus berhadapan langsung dengan keramaian peserta gerak jalan. Jalur pedesaan ini juga memberikan pengalaman berkendara yang berbeda, menjauhkan pengendara dari hiruk pikuk jalan raya utama.
Khusus bagi pengendara roda dua yang ingin menuju arah Kedamean atau Karangandong Driyorejo, Satlantas Polres Gresik merekomendasikan jalur yang lebih spesifik. Mereka dapat memilih untuk melewati Jalan Desa Banjaran, sebuah jalur yang mungkin tidak terlalu dikenal oleh pengendara luar daerah namun sangat efektif untuk menghindari kemacetan. Dari Banjaran, jalur ini akan menyambung ke Mojosarirejo, kemudian berlanjut ke Wedoroanom, hingga akhirnya tiba di Randegansari Driyorejo. Rute ini dirancang untuk memaksimalkan efisiensi perjalanan bagi sepeda motor, yang seringkali lebih fleksibel dalam menembus jalur-jalur sempit. Para pengendara roda dua diharapkan tetap berhati-hati mengingat karakteristik jalan desa yang mungkin berbeda dengan jalan raya utama.
Sementara itu, untuk kendaraan roda empat atau lebih yang datang dari arah utara Karangandong Driyorejo, solusi terbaik untuk menghindari kepadatan adalah dengan langsung masuk ke exit tol Legundi. Pemanfaatan akses tol ini akan mempercepat perjalanan dan secara signifikan mengurangi beban lalu lintas di jalan arteri non-tol. Pintu tol Legundi menjadi pilihan strategis bagi kendaraan besar yang memerlukan jalur cepat dan lancar, terutama bagi mereka yang memiliki jadwal ketat atau membawa muatan penting. Informasi mengenai akses tol ini telah disosialisasikan secara luas agar pengendara dapat membuat keputusan yang tepat sebelum memasuki area rawan macet.
Tidak hanya itu, untuk wilayah Randegansari atau Kota Baru Driyorejo (KBD), Satlantas juga telah menyiapkan opsi berbeda. Kendaraan roda empat atau lebih dari area ini dapat memilih untuk masuk tol Tenaru Driyorejo. Tol Tenaru merupakan alternatif yang efektif untuk kendaraan besar, menawarkan jalur yang lebih cepat menuju destinasi tanpa harus bersinggungan langsung dengan rute gerak jalan. Sedangkan untuk pengendara roda dua dari Randegansari atau KBD, mereka bisa memanfaatkan jalur alternatif yang melewati Lakarsantri dan kembali ke Randegansari Driyorejo. Jalur ini memberikan fleksibilitas bagi sepeda motor untuk bermanuver di tengah kondisi lalu lintas yang padat, meskipun tetap memerlukan kewaspadaan tinggi.
Dalam upaya pengamanan dan pengaturan lalu lintas ini, Polres Gresik tidak main-main. Sebanyak 46 petugas telah dikerahkan dan disiagakan sejak sore hari di berbagai titik strategis di sepanjang rute gerak jalan dan jalur-jalur alternatif. Para petugas ini bertugas untuk mengarahkan lalu lintas, memberikan informasi kepada pengendara, serta memastikan keselamatan peserta gerak jalan. Mereka juga siap bertindak cepat jika terjadi insiden atau gangguan lalu lintas. Keberadaan petugas di lapangan sangat krusial untuk menjaga ketertiban dan kelancaran arus kendaraan, sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan.
Diperkirakan, rombongan peserta gerak jalan ini akan mulai memasuki wilayah Driyorejo menjelang maghrib. Waktu menjelang maghrib seringkali menjadi periode puncak kepadatan lalu lintas di berbagai daerah, karena bertepatan dengan jam pulang kerja dan aktivitas masyarakat lainnya. Kombinasi antara jam sibuk dan kehadiran ribuan peserta gerak jalan ini tentu akan menjadi tantangan besar bagi manajemen lalu lintas. Oleh karena itu, AKP Rizki Julianda Putera Buna kembali menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas dan tidak saling serobot.
"Hindari saling serobot maupun tergesa-gesa supaya tidak semakin memperparah kemacetan. Kesabaran dan disiplin berlalu lintas adalah kunci utama untuk menjaga kelancaran bersama," pungkasnya. Himbauan ini sangat penting, mengingat perilaku tidak disiplin dapat memicu antrean panjang yang tidak perlu, bahkan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dengan petugas di lapangan dan mengikuti arahan yang diberikan, demi terciptanya kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar bagi semua pihak.
Kegiatan gerak jalan Mojokerto-Surabaya ini, meskipun merupakan sebuah tradisi yang meriah dan positif, selalu membawa konsekuensi terhadap mobilitas masyarakat di sekitarnya. Dengan persiapan yang matang dari pihak kepolisian dan kesadaran tinggi dari pengguna jalan, diharapkan dampak negatif berupa kemacetan dapat diminimalisir. Ini adalah pelajaran berharga tentang bagaimana sebuah event publik dapat diselenggarakan dengan sukses tanpa mengorbankan terlalu banyak kenyamanan masyarakat luas. Kepatuhan dan kesabaran adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan lalu lintas seperti ini, memastikan bahwa semangat kebersamaan dalam gerak jalan dapat berjalan seiring dengan kelancaran mobilitas sehari-hari.
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita rakyatindependen.id


