Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak signifikan dari aksi demonstrasi yang semakin meluas dan cenderung anarkis. Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, dengan tegas menyerukan diakhirinya aksi demonstrasi yang anarkis dan mengimbau semua pihak untuk kembali membangun daerah bersama-sama. Ia mewanti-wanti bahwa aksi yang berlarut-larut ini berpotensi merusak stabilitas ekonomi, menimbulkan kerugian serius, dan bahkan memicu travel warning dari negara-negara lain, yang akan berdampak negatif pada investasi dan pariwisata Jawa Timur.
Adik menjelaskan bahwa demonstrasi ini muncul sebagai respons atas kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai kurang berpihak kepada rakyat. Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah dan aparat untuk melakukan introspeksi diri dan membuka kembali saluran aspirasi yang efektif, sehingga masyarakat dapat menyampaikan keluhan dan masukan secara konstruktif.
"Stop, sudah cukup aksinya. Mari kita kembali bersama-sama membangun daerah," tegas Adik di Surabaya, menekankan urgensi untuk menghentikan aksi demonstrasi yang destruktif dan fokus pada upaya pemulihan ekonomi daerah.
Dampak Berantai pada Investasi dan Pariwisata: Ancaman Nyata bagi Perekonomian Jatim
Kadin Jatim menyoroti dampak berantai dari instabilitas politik dan demonstrasi terhadap investasi dan pariwisata. Beberapa negara, termasuk Australia, Amerika Serikat, dan Inggris, telah mengeluarkan travel warning bagi warganya yang hendak berkunjung ke Indonesia, khususnya daerah-daerah yang rawan terjadi demonstrasi. Hal ini tentu saja akan memukul sektor pariwisata Jawa Timur, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang devisa utama.
Penurunan jumlah wisatawan akan berdampak langsung pada pendapatan hotel, restoran, transportasi, dan berbagai bisnis lain yang terkait dengan pariwisata. Selain itu, travel warning juga akan membuat investor ragu untuk menanamkan modalnya di Jawa Timur, karena mereka khawatir akan risiko keamanan dan ketidakpastian politik.
"Kuncinya menjaga stabilitas adalah gotong royong," tambah Adik, menekankan pentingnya kerjasama dan persatuan semua elemen masyarakat untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Ia menegaskan bahwa tanpa stabilitas politik dan keamanan, kepercayaan publik maupun pelaku usaha akan goyah, yang pada akhirnya mengganggu laju pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Beberapa perusahaan di Jakarta bahkan sudah menerapkan kebijakan work from home (WFH) untuk menghindari gangguan mobilitas akibat demonstrasi, yang berpotensi menurunkan produktivitas secara keseluruhan.
Ancaman Nyata bagi Logistik dan UMKM: Roda Perekonomian Terhambat
Senada dengan Adik, Ketua Hiswana Migas Jatim, Ismed Jauhar, mengingatkan bahwa aksi demo yang tidak terkendali bisa mengganggu distribusi barang dan energi. Ia menekankan pentingnya menjaga kelancaran logistik agar tidak menghambat daya beli masyarakat dan daya saing produk-produk Jawa Timur.
"Harusnya aspirasi disampaikan secara santun. Keamanan dan kenyamanan ini sangat menentukan kepercayaan investor," kata Ismed, menekankan bahwa cara penyampaian aspirasi yang damai dan konstruktif akan lebih efektif dalam menarik perhatian pemerintah dan menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Gangguan terhadap distribusi barang dan energi akan berdampak langsung pada harga-harga kebutuhan pokok, yang pada akhirnya akan membebani masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Selain itu, terhambatnya pasokan bahan baku dan komponen juga akan mengganggu produksi industri, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penurunan ekspor dan pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pariwisata dan transportasi menyumbang lebih dari 5% PDB Jawa Timur. Adanya travel warning bisa menyebabkan kerugian devisa yang signifikan, yang akan berdampak pada neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Selain itu, sektor UMKM yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi juga berisiko tinggi mengalami kerugian, karena mereka kesulitan untuk memasarkan produknya dan mendapatkan pasokan bahan baku.
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Jawa Timur, menyerap jutaan tenaga kerja dan memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB daerah. Jika UMKM mengalami kesulitan akibat demonstrasi dan instabilitas politik, maka dampaknya akan sangat besar terhadap perekonomian Jawa Timur secara keseluruhan.
Gotong Royong dan Penyampaian Aspirasi Damai: Kunci Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
Kadin Jatim menutup seruannya dengan menegaskan bahwa menjaga stabilitas adalah tanggung jawab bersama. Gotong royong dan penyampaian aspirasi secara damai menjadi kunci agar pembangunan ekonomi tidak terganggu dan kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Adik Dwi Putranto mengajak semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah, aparat, pengusaha, pekerja, mahasiswa, dan organisasi masyarakat sipil, untuk bersatu padu menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Timur. Ia juga mengimbau semua pihak untuk mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan, sehingga tidak ada lagi aksi demonstrasi yang anarkis dan merugikan semua pihak.
"Mari kita jadikan Jawa Timur sebagai daerah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, kita dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mewujudkan kesejahteraan yang merata," pungkas Adik.
Kadin Jatim berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kadin Jatim juga siap menjadi jembatan antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi daerah.
Penting untuk diingat bahwa demonstrasi adalah hak setiap warga negara, namun hak tersebut harus dilaksanakan dengan bertanggung jawab dan tidak melanggar hukum. Aksi demonstrasi yang anarkis dan merusak fasilitas umum justru akan merugikan masyarakat sendiri dan menghambat pembangunan ekonomi.
Oleh karena itu, Kadin Jatim mengajak semua pihak untuk mengedepankan akal sehat dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Dengan kerjasama dan persatuan, Jawa Timur dapat mengatasi berbagai tantangan dan mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga perlu lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi berbagai permasalahan yang menjadi penyebab demonstrasi. Pemerintah perlu meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, menjelaskan kebijakan-kebijakan yang diambil, dan memberikan ruang bagi partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman dan ketidakpercayaan antara pemerintah dan masyarakat, sehingga stabilitas politik dan keamanan dapat terjaga dan pembangunan ekonomi dapat berjalan dengan lancar.
Kadin Jatim juga mengimbau kepada media massa untuk berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang akurat dan berimbang, sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang tidak benar atau bersifat provokatif. Media massa juga perlu memberikan ruang bagi berbagai pandangan dan pendapat, sehingga tercipta dialog yang konstruktif dan saling menghormati.
Dengan kerjasama semua pihak, Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Kadin Jatim berharap agar seruan ini dapat didengar oleh semua pihak dan menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan membangun Jawa Timur yang lebih baik. Mari kita tinggalkan segala perbedaan dan bersatu padu membangun daerah kita tercinta.
Kadin Jatim siap untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Jawa Timur dan mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kadin Jatim percaya bahwa dengan kerjasama dan kerja keras, Jawa Timur dapat menjadi daerah yang maju, makmur, dan sejahtera.