Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa), melalui Pusat Pengembangan Desa dan Daerah (Pusbangdesda), secara resmi meluncurkan inisiatif strategis yang diberi nama Akademi Koperasi Desa Merah Putih. Program ini dirancang sebagai lokomotif transformasi untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan manajerial ketua serta pengurus koperasi desa di seluruh Indonesia, mendorong mereka untuk bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang modern, profesional, inovatif, dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan digitalisasi yang semakin pesat.
Peluncuran Akademi Koperasi Desa Merah Putih ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah deklarasi komitmen Unesa untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor pedesaan. Nama "Merah Putih" sendiri dipilih bukan tanpa alasan; ia melambangkan semangat nasionalisme, keberanian, dan kesucian dalam upaya membangun kemandirian ekonomi dari akar rumput, merefleksikan cita-cita luhur bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan merata bagi seluruh rakyat Indonesia. Akademi ini menjadi jembatan antara potensi desa dengan pengetahuan dan teknologi mutakhir yang dapat mengantarkan koperasi desa menuju era keemasan baru.
Acara peluncuran yang berlangsung secara hybrid di Gedung Rektorat Unesa ini dimulai dengan laporan mendalam dari Kepala Pusbangdesda Unesa, Dr. Mufarrihul Hazin. Dalam presentasinya, Dr. Hazin dengan tegas menggarisbawahi urgensi bagi koperasi desa untuk tidak hanya bertahan dari gempuran zaman, melainkan harus berani mengambil peran proaktif sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang inovatif. Ia menyoroti bagaimana perubahan sosial dan laju digitalisasi yang begitu cepat menuntut adaptasi fundamental dari model bisnis koperasi tradisional.
Dr. Hazin menekankan bahwa Akademi Koperasi Desa Merah Putih hadir sebagai respons konkret terhadap kebutuhan ini. Program ini dirancang untuk menjadi wadah komprehensif yang memperkuat berbagai aspek vital koperasi desa, mulai dari tata kelola kelembagaan yang transparan dan akuntabel, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar lebih adaptif dan profesional, hingga pengayaan model bisnis yang inovatif dan relevan dengan pasar modern. Kurikulum pelatihan yang ditawarkan dirancang secara relevan dan aplikatif, memastikan setiap materi yang disampaikan dapat langsung diimplementasikan di lapangan.
- Praperadilan Notaris di Ngawi: Kuasa Hukum Ungkap Pelanggaran Prosedur dan Serahkan 27 Bukti Krusial
- Jerat Rasa Malu dan Nyinyiran Sosial: Ibu Muda Banyuwangi Kubur Bayi Kandungnya, Terungkap Setelah Kecurigaan Tetangga
- Kepala SMKN 1 Ponorogo Bongkar Kronologi Sebenarnya: Mutasi Lebih Dulu, Isu Pungli Belakangan Menyeruak di Tengah Badai Kontroversi.
"Koperasi desa adalah pilar fundamental ekonomi kerakyatan di negara kita. Melalui akademi ini, Unesa memiliki visi untuk menghadirkan pusat pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan," ujar Dr. Hazin dalam keterangan tertulisnya pada Senin (8/12/2025). Ia menambahkan, "Kami ingin memastikan bahwa koperasi desa mampu tumbuh menjadi entitas yang jauh lebih kuat, berdaya saing, dan pada akhirnya mampu memberikan manfaat nyata serta kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh anggotanya dan masyarakat di sekitarnya." Komitmen ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana Unesa berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan dan penelitian yang relevan.

Setelah pemaparan laporan kegiatan yang inspiratif, acara peluncuran secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah. Dalam opening speech yang penuh motivasi dan arahan kebijakan strategis, Farida Farichah menyampaikan visi pemerintah terkait masa depan koperasi desa. Beliau menegaskan bahwa koperasi desa harus melalui transformasi mendalam untuk menjadi lembaga ekonomi yang sehat secara finansial, akuntabel dalam setiap operasionalnya, dan adaptif terhadap berbagai tantangan serta peluang yang muncul seiring perkembangan zaman.
"Koperasi desa harus naik kelas. Ini bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan," tegas Farida. Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa "naik kelas" berarti koperasi harus dikelola dengan prinsip-prinsip modern, memiliki tata kelola yang kuat dan transparan, mampu memanfaatkan teknologi digital untuk efisiensi dan jangkauan pasar yang lebih luas, serta memiliki kapasitas untuk menciptakan peluang usaha baru yang inovatif bagi anggotanya. "Program yang diluncurkan oleh Unesa ini merupakan langkah konkret yang sangat kami apresiasi dan dukung penuh dalam upaya mempercepat proses transformasi koperasi desa di seluruh pelosok Indonesia," imbuhnya, menyoroti sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam memajukan sektor koperasi.
Kegiatan Akademi Koperasi Desa Merah Putih ini menghadirkan serangkaian narasumber ahli dari berbagai sektor yang memiliki pengalaman dan kompetensi mumpuni di bidang koperasi. Mereka adalah Nanang Abu Hamid dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Wawan Yunianto dari Komunitas Koperasi Digital Mandiri Produktif (KDKMP) Jawa Timur, Meithiana Indrasari dari KDKMP Surabaya, dan Rio Sarwo Wibisono dari KDKMP Dadaprejo Kota Batu. Keempat pakar ini membawakan materi yang sangat beragam dan komprehensif, mencakup aspek-aspek krusial dalam pengembangan koperasi modern.
Materi yang disampaikan meliputi tata kelola kelembagaan, yang mengupas tuntas tentang kerangka hukum, struktur organisasi, hak dan kewajiban anggota, serta mekanisme pengambilan keputusan yang demokratis dan transparan. Kemudian, sesi mengenai best practice pengelolaan KDKMP memberikan contoh-contoh sukses dan model operasional efisien yang dapat direplikasi oleh koperasi desa lainnya. Aspek penting lainnya adalah penyusunan bisnis dan pembiayaan, di mana peserta diajarkan bagaimana melakukan analisis pasar, menyusun rencana bisnis yang solid, mengakses sumber pembiayaan yang tepat, serta mengelola keuangan secara efektif. Terakhir, materi manajemen SDM dan permodalan koperasi desa membahas strategi pengembangan kepemimpinan, peningkatan kapasitas anggota, serta metode inovatif untuk menghimpun dan mengelola permodalan agar koperasi memiliki fondasi finansial yang kuat.
Puluhan peserta yang hadir secara luring, sebagian besar adalah ketua dan pengurus koperasi desa dari berbagai daerah di Jawa Timur, mengikuti pelatihan intensif selama sehari penuh. Mereka terlibat aktif dalam setiap sesi, menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan keinginan kuat untuk membawa koperasi mereka ke level berikutnya. Selain itu, ratusan peserta daring dari berbagai provinsi di Indonesia turut serta mengikuti pelatihan melalui platform hybrid yang disediakan oleh Unesa. Kehadiran peserta daring ini membuktikan jangkauan luas dan relevansi program Akademi Koperasi Desa Merah Putih bagi seluruh pegiat koperasi di tanah air.
Antusiasme peserta tampak jelas dari diskusi interaktif yang hidup, sesi studi kasus yang mendalam, hingga sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan penuh insight. Para peserta tidak ragu untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan spesifik terkait tantangan yang mereka hadapi di lapangan, dan para narasumber memberikan solusi serta panduan praktis yang sangat berharga. Sesi ini juga menjadi ajang networking yang efektif, memungkinkan para pengurus koperasi untuk saling berbagi pengalaman, menjalin kolaborasi, dan membangun jejaring dukungan.
Dengan diluncurkannya Akademi Koperasi Desa Merah Putih ini, Unesa menegaskan kembali komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif bergerak dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari visi Unesa untuk menjadi universitas pelopor yang berkontribusi nyata pada pembangunan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi sebuah gerakan besar yang terus-menerus mendorong koperasi desa di seluruh Indonesia untuk menjadi lebih inovatif, lebih profesional dalam operasionalnya, dan pada akhirnya, lebih mampu menciptakan kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh anggota serta komunitas desa.
Unesa berharap bahwa Akademi Koperasi Desa Merah Putih akan melahirkan generasi baru pemimpin koperasi yang visioner dan kompeten, yang siap menghadapi tantangan zaman dan memanfaatkan peluang digitalisasi. Dengan fondasi yang kuat dari sisi tata kelola, SDM yang berkualitas, dan model bisnis yang adaptif, koperasi desa diharapkan mampu menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang tangguh, modern, dan benar-benar "naik kelas," memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional dan kualitas hidup masyarakat desa. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan ekonomi Indonesia yang lebih berdaulat dan sejahtera.
(tok/ian) rakyatindependen.id


