Mengukir Sejarah dan Membangun Masa Depan: Unirow Tuban Lantik 490 Intelektual Berdaya, Siap Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

14 Likes Comment
Mengukir Sejarah dan Membangun Masa Depan: Unirow Tuban Lantik 490 Intelektual Berdaya, Siap Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Graha Sandiya PT Semen Gresik Tuban pada Sabtu, 15 November lalu, ketika Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban menggelar Wisuda XXIII. Sebanyak 490 lulusan terbaik, yang terdiri dari 54 wisudawan jenjang Magister dan 436 jenjang Sarjana, resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni yang tidak hanya menandai berakhirnya sebuah fase pendidikan, tetapi juga dimulainya babak baru pengabdian bagi bangsa. Acara akbar ini menjadi bukti nyata komitmen Unirow dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi pada pembangunan nasional, khususnya dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Kekhidmatan acara wisuda semakin diperkaya dengan kehadiran berbagai tokoh strategis dari lintas sektor. Tampak hadir Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur, Dr. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA., yang memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi Unirow. Turut hadir pula perwakilan dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk perwakilan Kapolres Tuban dan Dandim 0811 Tuban, yang menunjukkan dukungan penuh dari aparat keamanan terhadap dunia pendidikan. Para pimpinan perguruan tinggi se-Kabupaten Tuban juga hadir, memperkuat sinergi antar-institusi pendidikan tinggi di Bumi Wali. Tak ketinggalan, Ketua PGRI Kabupaten Tuban, Ketua PPLP-PT PGRI Tuban Sudjarwoto, SH., S.Pd., M.H., MM., M.Hum., serta seluruh civitas akademika Unirow, mitra lembaga, dan mitra dunia usaha dan industri, yang bersama-sama menjadi saksi atas capaian para wisudawan. Kehadiran mereka menegaskan posisi strategis Unirow sebagai pilar pendidikan dan pembangunan di Tuban dan Jawa Timur.

Puncak acara juga diwarnai dengan Orasi Ilmiah yang sangat inspiratif dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., yang disampaikan secara daring. Dengan mengangkat tema “Sinergi Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045,” Dr. Emil Dardak menekankan peran vital perguruan tinggi dalam merancang dan mengimplementasikan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial. Beliau menggarisbawahi bahwa para lulusan Unirow adalah agen perubahan yang memiliki potensi besar untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan visi ambisius Indonesia Emas 2045, di mana pembangunan infrastruktur berkelanjutan akan menjadi fondasi utama kemajuan bangsa. Sinergi antara dunia akademik, pemerintah, industri, dan masyarakat mutlak diperlukan untuk memastikan setiap langkah pembangunan dapat memberikan dampak positif jangka panjang.

Rektor Unirow Tuban, Prof. Dr. Warli, M.Pd., dalam sambutannya yang penuh makna, menegaskan bahwa seluruh lulusan telah melewati proses pembelajaran yang ketat dan terstandar. “Legalitas akademik para wisudawan tidak perlu diragukan. Legalitas mereka sah dan kualitas akademiknya terjamin,” ujar Prof. Dr. Warli dengan penuh keyakinan. Ia menjelaskan bahwa Unirow senantiasa menjaga standar tertinggi, baik dari sisi legalitas kurikulum, mutu akademik melalui dosen-dosen berkualitas dan fasilitas yang memadai, maupun integritas sebagai landasan pendidikan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Penekanan pada integritas ini menjadi sangat relevan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, di mana nilai-nilai kejujuran dan etika menjadi sangat krusial.

Guru Besar bidang Pembelajaran Aljabar itu juga menyoroti capaian akademik yang luar biasa dari enam mahasiswa yang berhasil menerbitkan total 13 artikel ilmiah. Prestasi ini mencakup 1 artikel terindeks Scopus, standar internasional tertinggi untuk publikasi ilmiah; 6 artikel Sinta 2, yang menunjukkan kualitas penelitian tingkat nasional sangat baik; 5 artikel Sinta 3; dan 1 artikel Sinta 5. Dengan capaian gemilang ini, keenam mahasiswa tersebut dinyatakan lulus melalui skema tanpa skripsi berbasis publikasi ilmiah, sebuah inovasi yang mendorong budaya riset dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan. “Ini pencapaian luar biasa. Mahasiswa mampu menunjukkan integritas akademik sekaligus kontribusi nyata dalam dunia penelitian, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya,” terang Prof. Dr. Warli, menyoroti bagaimana Unirow tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara teoritis, tetapi juga produktif dalam menghasilkan karya ilmiah yang diakui secara luas.

Mengukir Sejarah dan Membangun Masa Depan: Unirow Tuban Lantik 490 Intelektual Berdaya, Siap Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, Prof. Dr. Warli juga menyampaikan pesan mendalam mengenai tanggung jawab moral yang melekat pada gelar Sarjana dan Magister. Menurutnya, gelar akademik bukan sekadar simbol keunggulan pengetahuan, melainkan juga membawa ekspektasi besar dari masyarakat tentang etika, integritas, dan kontribusi nyata. “Gelar akademik yang saudara sandang bukan hanya identitas, tetapi amanah. Jagalah ucapan dan tindakan sesuai martabat akademik seorang intelektual. Jadilah teladan di tengah masyarakat, pemecah masalah, dan penggerak kemajuan,” pesannya, mengingatkan para wisudawan bahwa perjalanan pendidikan tidak berakhir di bangku kuliah, melainkan berlanjut dalam setiap langkah kehidupan bermasyarakat.

Di tempat yang sama, Ketua PPLP-PT PGRI Tuban, Sudjarwoto, SH., S.Pd., M.H., MM., M.Hum., turut menegaskan pentingnya karakter yang kuat bagi setiap lulusan. Ia menekankan bahwa Unirow tidak hanya melahirkan Sarjana dan Magister yang cerdas, tetapi juga individu yang berkepribadian intelektual, memiliki integritas tinggi, dan mampu menjadi pemimpin yang beretika. “Saudara telah menjadi sarjana yang berkarakter. Gelar yang Anda emban adalah simbol tanggung jawab, bukan sekadar pencapaian akademik. Jadilah pribadi yang membawa manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, masyarakat, dan negara,” tegas Sudjarwoto. Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kerja keras dan dedikasi pimpinan Unirow serta seluruh civitas akademika yang dinilainya konsisten menghasilkan lulusan unggul dari masa ke masa, menunjukkan komitmen tak tergoyahkan terhadap kualitas pendidikan.

Senada dengan itu, Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur, Dr. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA., mengaku sangat terkesan dengan konsep wisuda Unirow yang dinilainya inovatif dan menyentuh hati. Ia menilai Unirow sebagai kampus pertama yang memberikan ruang istimewa bagi wisudawan berprestasi dengan menampilkan foto mereka di area utama dan menempatkan orang tua mereka di barisan terdepan. “Saya baru melihat wisuda seperti ini. Foto wisudawan terbaik dipajang, dan orang tua duduk di barisan depan. Ini penghargaan nyata atas prestasi mereka dan penghormatan tulus kepada orang tua yang telah berjuang keras,” ujarnya, terharu. Dr. Djoko menilai langkah tersebut dapat menjadi motivasi kuat bagi mahasiswa lainnya agar terus berprestasi dan menunjukkan bahwa Unirow tidak hanya peduli pada aspek akademik, tetapi juga aspek kekeluargaan dan penghargaan. Menurutnya, Unirow tidak hanya sebagai kampus terbesar di Kabupaten Tuban, tetapi juga memiliki kapasitas SDM dan kemampuan komunikasi publik yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan visi Indonesia Emas 2045.

Peran perguruan tinggi, seperti Unirow, dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak bisa diremehkan. Para lulusan ini adalah calon-calon pemimpin, inovator, dan profesional yang akan mengisi berbagai sektor strategis. Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan integritas yang ditanamkan Unirow, mereka diharapkan mampu menghadapi tantangan global, menciptakan solusi inovatif, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan. Dari Tuban, Unirow telah membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Melalui Wisuda XXIII ini, Unirow Tuban kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat keunggulan akademik dan inkubator talenta. Para wisudawan, dengan gelar Magister dan Sarjana yang kini disandang, adalah duta-duta Unirow yang akan menyebar ke berbagai penjuru, membawa semangat perubahan dan kemajuan. Mereka diharapkan menjadi agen pembangunan yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuannya untuk kemaslahatan umat, menjaga etika profesi, serta senantiasa belajar dan beradaptasi dengan dinamika zaman. Dengan sinergi yang kuat antara pendidikan, pemerintah, dan industri, Unirow Tuban optimis dapat terus melahirkan generasi-generasi emas yang akan membawa Indonesia mencapai puncak kejayaannya pada tahun 2045. Momen wisuda ini bukan hanya perayaan, melainkan juga janji dan harapan akan masa depan yang lebih cerah.

rakyatindependen.id

Mengukir Sejarah dan Membangun Masa Depan: Unirow Tuban Lantik 490 Intelektual Berdaya, Siap Wujudkan Visi Indonesia Emas 2045

You might like

About the Author: angling dharma