Penampilan gemilang Victor Dethan, pemain muda PSM Makassar, terus menjadi sorotan di kancah sepak bola Indonesia. Talenta yang bersinar terang ini kembali membuktikan kualitasnya di pekan ke-14 Super League 2025/2026, saat PSM Makassar meraih kemenangan dramatis atas Persis Solo. Kontribusinya yang signifikan di sisi sayap dan lini serang tim Juku Eja tak hanya mengantarkan timnya meraih tiga poin, tetapi juga mengantarkannya meraih penghargaan Young Player of the Week untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Gelar Young Player of the Week pekan ke-14 ini menjadi bukti nyata dari performa impresif Dethan. Kecepatan, kelincahan, dan visi bermainnya menjadi ancaman konstan bagi lini pertahanan lawan. Dalam pertandingan melawan Persis Solo, Dethan menunjukkan kemampuan dribbling yang memukau, umpan-umpan akurat, dan penyelesaian akhir yang tenang. Perannya sangat krusial dalam membalikkan keadaan, membawa PSM Makassar meraih kemenangan comeback dengan skor 3-4.
Sebelumnya, pada pekan ke-13, pemain berusia 21 tahun ini juga dinobatkan sebagai Young Player of the Week. Konsistensi performanya menjadi bukti bahwa Dethan bukan hanya sekadar pemain yang bersinar sesaat, tetapi memiliki potensi besar untuk menjadi bintang masa depan sepak bola Indonesia. Kemampuannya untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi timnya membuatnya menjadi aset berharga bagi PSM Makassar.
Namun, di balik sorak sorai dan penghargaan yang diraih, terselip sebuah kekecewaan mendalam. Performa apik Dethan bersama PSM Makassar ternyata belum cukup untuk memikat hati pelatih Indra Sjafri. Namanya tidak masuk dalam daftar pemain yang akan memperkuat Timnas Indonesia U-22 di ajang SEA Games 2025 yang akan digelar di Thailand.
Kabar ini tentu menjadi pukulan telak bagi Dethan. Mimpi untuk membela Merah Putih di ajang internasional, meraih medali, dan mengharumkan nama bangsa harus pupus untuk sementara waktu. Meskipun telah menunjukkan kemampuan terbaiknya di level klub, ia harus menerima kenyataan bahwa persaingan di lini depan Timnas Indonesia U-22 sangat ketat.
Sebelumnya, Dethan sempat dipanggil untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-22 pada Oktober 2025. Ia bahkan diberi kesempatan bermain dalam pertandingan uji coba melawan India U-23 pada tanggal 10 Oktober 2025. Namun, dalam laga tersebut, Dethan hanya bermain selama 45 menit sebelum digantikan. Sayangnya, Timnas Indonesia U-22 harus mengakui keunggulan India U-23 dengan skor 1-2.
Setelah pertandingan tersebut, nama Dethan tidak lagi masuk dalam daftar pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22. Pada pemanggilan November 2025, dari 33 nama pemain yang dipanggil Indra Sjafri untuk menghadapi Mali U-23, nama Dethan tidak tercantum. Hal ini secara otomatis menutup peluangnya untuk tampil di SEA Games 2025.
Ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab kegagalan Dethan menembus skuad utama SEA Games 2025. Pertama, persaingan yang sangat ketat di lini depan Timnas Indonesia U-22. Banyak pemain muda berkualitas lainnya yang juga berjuang untuk mendapatkan tempat di tim inti. Kedua, gaya bermain Dethan mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan skema yang diinginkan oleh pelatih Indra Sjafri. Setiap pelatih memiliki preferensi taktik dan pemain yang berbeda-beda.

Selain itu, performa Dethan dalam pertandingan uji coba melawan India U-23 mungkin belum cukup meyakinkan Indra Sjafri. Meskipun ia telah menunjukkan kemampuan terbaiknya di level klub, tuntutan di level internasional tentu berbeda. Pemain harus mampu beradaptasi dengan cepat, bermain di bawah tekanan, dan memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
Kegagalan ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi Dethan. Ia harus terus bekerja keras, meningkatkan kemampuannya, dan membuktikan diri bahwa ia layak untuk membela Timnas Indonesia di masa depan. Ia harus menjadikan kegagalan ini sebagai motivasi untuk menjadi pemain yang lebih baik lagi.
Meskipun gagal menembus skuad SEA Games 2025, Dethan tetap memiliki potensi besar untuk menjadi pemain andalan Timnas Indonesia di masa depan. Ia memiliki kecepatan, kelincahan, teknik yang baik, dan visi bermain yang cerdas. Jika ia terus bekerja keras dan mengembangkan kemampuannya, bukan tidak mungkin ia akan menjadi bintang sepak bola Indonesia di masa depan.
Sebelumnya, di era pelatih Shin Tae Yong, Dethan sempat menjadi andalan di lini depan Timnas Indonesia. Ia beberapa kali dipercaya untuk tampil dalam pertandingan-pertandingan penting. Hal ini menunjukkan bahwa Dethan memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk bermain di level internasional.
Namun, sepak bola selalu berubah. Pelatih datang dan pergi, taktik dan strategi terus berkembang. Dethan harus mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan ini dan terus meningkatkan kemampuannya agar tetap relevan di kancah sepak bola Indonesia.
Dukungan dari keluarga, teman-teman, dan para penggemar tentu akan sangat berarti bagi Dethan. Ia harus tetap semangat, fokus pada tujuan, dan tidak menyerah pada keadaan. Kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Dengan kerja keras, dedikasi, dan mental yang kuat, Dethan pasti akan mampu meraih mimpinya.
Selain itu, dukungan dari klub PSM Makassar juga sangat penting. Klub harus memberikan kesempatan bermain yang cukup bagi Dethan agar ia dapat terus berkembang dan meningkatkan kemampuannya. Klub juga harus memberikan fasilitas dan pelatihan yang memadai agar Dethan dapat mencapai potensi maksimalnya.
Dethan adalah salah satu talenta muda terbaik yang dimiliki oleh sepak bola Indonesia saat ini. Ia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain bintang di masa depan. Dengan dukungan yang tepat, ia pasti akan mampu meraih kesuksesan dan mengharumkan nama bangsa.
Meskipun mimpi SEA Games 2025 harus pupus, Dethan harus tetap fokus pada tujuan jangka panjangnya. Ia harus terus bekerja keras, meningkatkan kemampuannya, dan membuktikan diri bahwa ia layak untuk membela Timnas Indonesia di masa depan. Ia harus menjadikan kegagalan ini sebagai motivasi untuk menjadi pemain yang lebih baik lagi.
Sepak bola adalah olahraga yang penuh dengan tantangan dan rintangan. Pemain harus memiliki mental yang kuat, disiplin yang tinggi, dan semangat yang pantang menyerah. Dethan memiliki semua kualitas ini. Ia hanya perlu terus bekerja keras dan percaya pada diri sendiri.
Masa depan Dethan masih panjang. Ia masih memiliki banyak waktu untuk berkembang dan mencapai potensi maksimalnya. Dengan dukungan yang tepat, ia pasti akan mampu meraih kesuksesan dan mengharumkan nama bangsa.
Kegagalan menembus skuad SEA Games 2025 bukanlah akhir dari segalanya. Ini hanyalah sebuah batu sandungan kecil dalam perjalanan panjang karirnya. Dethan harus bangkit, belajar dari kesalahan, dan terus melangkah maju.
Ia harus membuktikan kepada semua orang bahwa ia layak untuk mendapatkan kesempatan kedua. Ia harus menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang berkualitas, berdedikasi, dan memiliki semangat juang yang tinggi.
Dethan harus menjadi contoh bagi para pemain muda lainnya di Indonesia. Ia harus menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan mental yang kuat, semua mimpi dapat diraih.
Ia harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang, tidak mudah menyerah, dan selalu memberikan yang terbaik dalam segala hal yang mereka lakukan.
Dethan adalah harapan masa depan sepak bola Indonesia. Ia memiliki potensi besar untuk menjadi bintang dunia. Dengan dukungan yang tepat, ia pasti akan mampu meraih kesuksesan dan mengharumkan nama bangsa.