PSM Makassar harus rela berbagi poin dengan Persebaya Surabaya dalam laga tunda pekan keempat Super League 2025/2026 yang berlangsung dramatis di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare. Pertandingan yang digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025, malam itu berakhir dengan skor imbang 1-1, diwarnai dengan gol cepat di awal laga, drama kartu merah, dan perjuangan keras PSM dengan 10 pemain di sisa pertandingan. Hasil ini memutus rekor kemenangan beruntun PSM dalam tiga pertandingan sebelumnya, sekaligus memberikan pelajaran berharga bagi tim Juku Eja dalam mengarungi ketatnya kompetisi.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, di mana Persebaya Surabaya langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan oleh tim Bajul Ijo, memaksa lini pertahanan PSM untuk bekerja keras sejak menit awal. Pada menit ketiga, Persebaya bahkan menciptakan dua peluang berbahaya, namun penjaga gawang PSM, Hilmansyah, tampil sigap dan berhasil mengamankan gawangnya dari kebobolan.
Namun, di tengah tekanan yang dilancarkan Persebaya, PSM Makassar justru berhasil mencuri gol terlebih dahulu pada menit kedelapan. Gol tersebut tercipta melalui aksi brilian dari Savio Roberto, yang melepaskan tendangan backheel cantik yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Persebaya. Gol ini sontak membangkitkan semangat para pemain PSM dan memberikan harapan bagi para suporter yang memadati Stadion Gelora BJ Habibie.
Keunggulan PSM tidak bertahan lama, karena Persebaya Surabaya berhasil menyamakan kedudukan hanya berselang tiga menit kemudian. Bruno Moreira berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-11, setelah memanfaatkan kelengahan lini pertahanan PSM. Gol balasan ini membuat pertandingan semakin menarik, dengan kedua tim saling jual beli serangan untuk mencari gol tambahan.
Setelah gol balasan dari Persebaya, PSM Makassar mencoba untuk kembali mengendalikan permainan dan menciptakan peluang-peluang berbahaya. Pada menit ke-25, PSM mendapatkan peluang emas melalui sepak pojok. Sundulan dari Savio Roberto nyaris saja berbuah gol, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Persebaya.
PSM terus menggempur pertahanan Persebaya, dan pada menit ke-32, Mufli Hidayat melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayang, bola hasil sepakannya masih melenceng jauh dari sasaran. Dua menit berselang, giliran Alex Tanque yang mengancam gawang Persebaya melalui tendangan akrobatik. Namun, kiper Persebaya tampil gemilang dan berhasil menangkap bola dengan sempurna.
Menjelang akhir babak pertama, PSM Makassar mendapatkan dua peluang beruntun pada menit ke-42. Pertama, Savio Roberto melepaskan tembakan di dalam kotak penalti, namun masih mampu diblok oleh pemain belakang Persebaya. Bola rebound kemudian disambar oleh pemain PSM lainnya, namun lagi-lagi berhasil dihalau oleh barisan pertahanan Persebaya yang tampil disiplin.
Babak pertama berakhir dengan skor imbang 1-1, mencerminkan ketatnya persaingan antara kedua tim. Di babak kedua, pertandingan semakin memanas, dengan kedua tim bermain lebih terbuka dan saling menyerang. Namun, petaka menimpa PSM Makassar di awal babak kedua, ketika salah satu pemainnya mendapatkan kartu merah akibat pelanggaran keras.

Bermain dengan 10 pemain membuat PSM Makassar harus mengubah strategi. Pelatih PSM, menerapkan taktik bertahan yang lebih dalam dan mengandalkan serangan balik cepat untuk mengancam gawang Persebaya. Sementara itu, Persebaya Surabaya semakin gencar melakukan serangan, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menekan lini pertahanan PSM.
Meskipun bermain dengan 10 pemain, PSM Makassar mampu menunjukkan semangat juang yang tinggi. Para pemain PSM bekerja keras untuk menutup ruang gerak para pemain Persebaya dan menjaga gawang mereka dari kebobolan. Hilmansyah, penjaga gawang PSM, tampil sangat baik di bawah mistar, melakukan beberapa penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang-peluang Persebaya.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya juga tidak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain mereka dengan baik. Serangan-serangan yang dilancarkan oleh tim Bajul Ijo seringkali kandas di lini pertahanan PSM yang tampil solid dan disiplin. Beberapa kali, peluang-peluang Persebaya juga berhasil dimentahkan oleh Hilmansyah yang tampil sangat baik di bawah mistar gawang.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor imbang 1-1 tetap tidak berubah. PSM Makassar harus puas berbagi poin dengan Persebaya Surabaya, meskipun telah berjuang keras dengan 10 pemain di sebagian besar babak kedua. Hasil ini tentu saja mengecewakan bagi para suporter PSM, yang berharap tim kesayangan mereka dapat melanjutkan tren kemenangan.
Namun, hasil imbang ini juga memberikan pelajaran berharga bagi PSM Makassar. Bermain dengan 10 pemain menunjukkan bahwa semangat juang dan kerja keras dapat mengkompensasi kekurangan jumlah pemain. Selain itu, pertandingan ini juga menjadi ajang evaluasi bagi pelatih dan pemain PSM untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan performa di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Sementara itu, bagi Persebaya Surabaya, hasil imbang ini tentu saja menjadi modal yang baik untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya. Meskipun tidak berhasil meraih kemenangan, namun tim Bajul Ijo mampu menunjukkan performa yang cukup baik dan memberikan perlawanan sengit kepada PSM Makassar.
Pertandingan antara PSM Makassar dan Persebaya Surabaya ini menjadi bukti bahwa kompetisi Super League 2025/2026 akan berjalan sangat ketat dan menarik. Setiap tim akan berjuang keras untuk meraih poin demi poin, demi mengamankan posisi di klasemen dan meraih gelar juara. Para suporter pun akan terus memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka, menciptakan atmosfer yang meriah di setiap pertandingan.
Dengan hasil imbang ini, PSM Makassar kini berada di posisi klasemen sementara Super League 2025/2026. Tim Juku Eja akan terus berjuang untuk memperbaiki posisi mereka dan meraih hasil yang lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Para suporter PSM pun berharap tim kesayangan mereka dapat bangkit kembali dan meraih kemenangan di pertandingan berikutnya.
Pertandingan selanjutnya bagi PSM Makassar akan menjadi ujian berat bagi tim Juku Eja. Mereka harus mampu menunjukkan mentalitas juara dan semangat juang yang tinggi untuk meraih kemenangan. Para suporter PSM pun akan terus memberikan dukungan dan doa kepada tim kesayangan mereka, berharap PSM dapat meraih hasil yang maksimal di pertandingan-pertandingan selanjutnya.