PSM Makassar Terpuruk di Kandang Sendiri, Persita Tangerang Raih Kemenangan Dramatis 4-2, Juku Eja Semakin Terancam Zona Degradasi

28 Likes Comment
PSM Makassar Terpuruk di Kandang Sendiri, Persita Tangerang Raih Kemenangan Dramatis 4-2, Juku Eja Semakin Terancam Zona Degradasi

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Kekalahan pahit kembali harus ditelan oleh PSM Makassar dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-24. Di hadapan publik sendiri di Stadion Gelora BJ Habibie, Senin (2/3/2026), tim Juku Eja takluk dengan skor 2-4 dari tim tamu Persita Tangerang. Rentetan hasil negatif ini menjadi kekalahan keempat beruntun bagi PSM, sebuah catatan yang semakin mengkhawatirkan dan mendekatkan mereka ke jurang degradasi.

Pertandingan yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan PSM justru berubah menjadi mimpi buruk. Sejak menit awal, tim tamu Persita Tangerang menunjukkan ambisi besar untuk mencuri poin penuh. Mereka tampil menekan lini pertahanan PSM, namun justru PSM yang berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu. Pada menit ketujuh, melalui skema sepak pojok, Yuran Fernandes berhasil mendapatkan hadiah penalti setelah dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Fernandes yang menjadi algojo sukses mengeksekusi tendangan penalti dengan tenang ke sisi kiri gawang lawan, membawa PSM unggul 1-0.

Tertinggal satu gol tidak membuat mental para pemain Persita runtuh. Sebaliknya, mereka justru semakin termotivasi untuk membalas. Hingga menit ke-20, Persita mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang, meskipun belum membuahkan hasil. PSM sendiri lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat.

Namun, momentum PSM berlanjut. Pada menit ke-25, sundulan maut Aloisio Neto berhasil menggandakan keunggulan PSM menjadi 2-0. Stadion Gelora BJ Habibie bergemuruh menyambut gol kedua tim kesayangan mereka. Di saat PSM terlihat nyaman dengan keunggulan dua gol, pertandingan berbalik arah secara dramatis.

Persita Tangerang menunjukkan mental baja mereka. Pada menit ke-34, mereka berhasil memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti yang dieksekusi oleh Andrejic. Gol ini membangkitkan semangat juang Persita dan membuat PSM sedikit lengah. Empat menit berselang, tepatnya di menit ke-38, Pablo Ganet mencatatkan namanya di papan skor dengan sepakan keras yang merobek jala gawang PSM. Skor imbang 2-2 menjadi penutup babak pertama yang penuh kejutan.

Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meningkat. Kedua tim saling jual beli serangan untuk mencari gol kemenangan. Persita Tangerang yang berhasil menyamakan kedudukan di akhir babak pertama, tampaknya memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi. Mereka terus menekan pertahanan PSM yang mulai terlihat rapuh.

Usaha keras Persita akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Rayco berhasil mencetak gol yang membawa tim tamu berbalik unggul 3-2. Gol ini sontak membungkam publik tuan rumah yang berharap tim kesayangan mereka bangkit. PSM mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan, namun pertahanan Persita yang solid dan permainan disiplin membuat mereka kesulitan menembus.

Di menit-menit akhir pertandingan, Persita Tangerang semakin mempertegas kemenangan mereka. Pada menit ke-88, Hokky Caraka berhasil memanfaatkan kelengahan pertahanan PSM dan mencetak gol keempat untuk Persita. Skor 4-2 untuk keunggulan Persita Tangerang menjadi hasil akhir pertandingan yang mengejutkan banyak pihak.

PSM Makassar Terpuruk di Kandang Sendiri, Persita Tangerang Raih Kemenangan Dramatis 4-2, Juku Eja Semakin Terancam Zona Degradasi

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi PSM Makassar. Ini bukan hanya soal kalah dalam pertandingan, tetapi juga soal tren negatif yang terus berlanjut. Empat kekalahan beruntun di liga membuat posisi PSM semakin terancam di klasemen sementara. Mereka kini harus berjuang keras untuk keluar dari zona merah dan menyelamatkan diri dari ancaman degradasi.

Di sisi lain, kemenangan dramatis ini menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi Persita Tangerang. Tiga poin yang berhasil dicuri dari kandang lawan ini akan membawa mereka menjauh dari zona degradasi dan memberikan harapan baru untuk mengarungi sisa kompetisi.

Pelatih PSM Makassar, yang identitasnya belum disebutkan dalam artikel asli, tentu akan menghadapi tekanan besar untuk mengevaluasi performa timnya. Perlu ada pembenahan serius di berbagai lini, mulai dari pertahanan yang terlihat rapuh, lini tengah yang kurang solid, hingga lini serang yang belum mampu menemukan ketajaman yang konsisten. Dukungan dari para suporter juga menjadi elemen penting untuk membangkitkan kembali semangat juang tim.

Kekalahan ini juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam sebuah kompetisi. PSM Makassar, yang pernah menjadi kekuatan dominan di liga Indonesia, kini harus menghadapi kenyataan pahit. Perjalanan mereka di sisa musim akan menjadi ujian berat bagi mental dan kualitas para pemain serta staf pelatih.

Perlu dicatat, pertandingan ini juga memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di Super League 2025/2026. Tim-tim yang sebelumnya dianggap inferior kini mampu memberikan perlawanan sengit dan meraih hasil positif, bahkan di kandang tim-tim besar. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pertandingan harus dihadapi dengan keseriusan dan persiapan matang.

Analisis lebih mendalam mengenai jalannya pertandingan juga menunjukkan beberapa aspek yang perlu diperhatikan. PSM Makassar tampaknya kesulitan untuk mengontrol jalannya pertandingan, terutama setelah keunggulan dua gol mereka berhasil disamakan oleh Persita. Kurangnya kedalaman skuad atau ketidakmampuan pemain pengganti untuk memberikan dampak positif juga bisa menjadi faktor yang mempengaruhi hasil akhir.

Di sisi Persita Tangerang, kemenangan ini adalah bukti kerja keras dan determinasi tim. Kemampuan mereka untuk bangkit dari ketertinggalan dan mencetak gol di saat-saat krusial menunjukkan mental juara yang patut diacungi jempol. Strategi pelatih Persita, yang mampu membaca permainan dan melakukan perubahan yang efektif, juga patut diapresiasi.

Kini, mata tertuju pada PSM Makassar. Akankah mereka mampu bangkit dari keterpurukan ini? Atau justru semakin terperosok ke dalam jurang degradasi? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pertandingan mendatang. Para penggemar sepak bola Indonesia akan terus menyaksikan bagaimana nasib Juku Eja di sisa musim kompetisi ini.

Skor akhir 2-4 ini bukan hanya angka di papan skor, tetapi cerminan dari perjuangan, strategi, dan mentalitas kedua tim di lapangan hijau. Bagi PSM Makassar, ini adalah cambuk untuk segera bangkit dan memperbaiki performa. Bagi Persita Tangerang, ini adalah kemenangan berharga yang akan menjadi modal penting untuk melanjutkan tren positif mereka. Ke depannya, diharapkan PSM Makassar dapat menemukan kembali performa terbaiknya dan memberikan tontonan yang lebih menarik bagi para penggemar sepak bola tanah air.

You might like

About the Author: angling dharma