Persaingan gelar juara Saudi Pro League musim 2025-2026 kian memanas dengan bergesernya tahta klasemen sementara. Al Nassr berhasil merebut kembali posisi puncak setelah meraih kemenangan telak 4-0 atas Al Hazem dalam laga yang digelar di Al-Awwal Park pada Minggu (22/2). Kemenangan ini membawa tim asuhan Jorge Jesus mengoleksi 55 poin dari 22 pertandingan, unggul tipis satu angka dari rival abadi mereka, Al Hilal, yang hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Al Ittihad dalam duel bertajuk Derby Saudi El Clasico.
Kemenangan Al Nassr atas Al Hazem bukanlah sekadar tiga poin tambahan, melainkan sebuah demonstrasi superioritas yang meyakinkan. Sejak peluit awal dibunyikan, tim berjuluk "Al Alami" ini langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi jalannya pertandingan. Al Hazem, yang berstatus tim tamu, tampak kesulitan untuk keluar dari tekanan yang diberikan oleh para pemain Al Nassr. Pertahanan mereka terus menerus digempur, dan lini tengah Al Nassr tampil sangat solid dalam mengontrol permainan serta mendistribusikan bola.
Bintang utama Al Nassr, Cristiano Ronaldo, kembali menunjukkan ketajamannya. Ia membuka keunggulan bagi timnya pada menit ke-25 melalui gol yang apik. Umpan matang dari Kingsley Coman berhasil dimanfaatkan Ronaldo dengan sempurna di dalam kotak penalti, mengelabui penjaga gawang Al Hazem. Gol ini tidak hanya memecah kebuntuan, tetapi juga membakar semangat juang para pemain Al Nassr untuk terus menekan.
Tidak berselang lama, pada menit ke-30, giliran Kingsley Coman yang mencatatkan namanya di papan skor. Pemain asal Prancis ini menerima operan terukur dari Joao Felix dan berhasil menceploskan bola ke gawang Al Hazem. Gol ini semakin mempertegas dominasi Al Nassr dan membuat mereka unggul dua gol tanpa balas di babak pertama. Keharmonisan lini serang Al Nassr, yang diperkuat oleh duet Ronaldo dan Coman, serta dukungan dari gelandang-gelandang kreatif seperti Felix, terlihat semakin solid dan mematikan.
Memasuki babak kedua, Al Nassr tidak mengendurkan intensitas serangan mereka. Justru sebaliknya, tim tuan rumah semakin menunjukkan kelasnya dan menambah penderitaan Al Hazem. Pada menit ke-77, Angelo yang masuk sebagai pemain pengganti, sukses mencetak gol ketiga bagi Al Nassr. Aksi individu spektakulernya yang melewati empat pemain lawan sebelum melepaskan tendangan keras ke sudut gawang menjadi sorotan utama. Gol ini menunjukkan bahwa kedalaman skuad Al Nassr sangat baik, dengan pemain-pemain cadangan yang mampu memberikan kontribusi signifikan.
Pesta gol Al Nassr ditutup oleh Cristiano Ronaldo pada menit ke-79, yang sekaligus menggenapi brace-nya pada pertandingan tersebut. Gol kedua Ronaldo ini semakin mengukuhkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak di liga, dengan total torehan 20 gol di musim ini. Keberhasilan Al Nassr meraih kemenangan telak ini tidak lepas dari strategi jitu yang diterapkan oleh pelatih Jorge Jesus, serta performa individu para pemain yang luar biasa. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Al Nassr untuk menjaga momentum dalam perburuan gelar juara.
Sementara itu, di tempat lain, di Kingdom Arena, berlangsung duel panas dan penuh gengsi antara Al Hilal dan Al Ittihad. Pertandingan yang dijuluki "Derby Saudi El Clasico" ini berlangsung sengit sejak menit awal, namun berakhir dengan skor imbang 1-1. Al Hilal, yang berstatus sebagai tuan rumah, sempat unggul cepat melalui gol Malcom pada menit kelima. Pemain asal Brasil ini berhasil memanfaatkan umpan dari Salem Al-Dawsari untuk membobol gawang Al Ittihad.
Namun, momentum Al Hilal harus terganggu setelah salah satu pemain mereka, Hassan Kadesh, menerima kartu merah langsung pada menit kedelapan. Pelanggaran keras yang dilakukannya terhadap Malcom, yang sedang dalam posisi peluang gol bersih, membuat wasit tidak ragu untuk mengeluarkan kartu merah. Kehilangan satu pemain membuat Al Hilal harus bermain dengan sepuluh orang selama sisa pertandingan, sebuah situasi yang sangat tidak menguntungkan.

Meskipun bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, Al Ittihad menunjukkan mentalitas juang yang luar biasa di bawah arahan pelatih Sergio Conceicao. Mereka berhasil membangun pertahanan yang solid dan menyulitkan para pemain Al Hilal untuk mengembangkan permainan. Penjaga gawang Al Ittihad, Predrag Rajkovic, menjadi pahlawan bagi timnya. Ia tampil gemilang dengan melakukan sembilan penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan beberapa peluang emas dari penyerang bintang Al Hilal, Karim Benzema.
Kejutan terjadi pada menit ke-53 ketika Al Ittihad berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan Houssem Aouar. Gol ini tercipta berkat umpan silang yang akurat dari Muhannad Al-Shanqeeti. Gol balasan ini sontak membuat para pendukung Al Ittihad bersorak dan membuktikan bahwa tim mereka mampu memberikan perlawanan sengit meskipun bermain dengan sepuluh pemain.
Hasil imbang ini tentu menjadi kabar kurang baik bagi Al Hilal yang berambisi untuk terus memepet Al Nassr di puncak klasemen. Tergelincirnya Al Hilal dalam derby krusial ini memberikan keuntungan bagi Al Nassr yang berhasil memanfaatkan situasi dengan meraih kemenangan besar. Persaingan antara kedua tim raksasa Saudi ini diprediksi akan terus berlangsung hingga pekan-pekan terakhir kompetisi, menawarkan tontonan menarik bagi para penggemar sepak bola.
Analisis lebih dalam terhadap pertandingan Al Nassr vs Al Hazem menunjukkan bahwa Jorge Jesus berhasil meracik strategi yang efektif. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Al Nassr memungkinkan mereka untuk menguasai lini tengah dan menciptakan banyak peluang gol. Kehadiran Cristiano Ronaldo sebagai ujung tombak, didukung oleh kecepatan dan kreativitas Kingsley Coman serta pergerakan cerdas Joao Felix, membuat lini serang Al Nassr sangat sulit dihentikan. Selain itu, soliditas lini pertahanan yang dikomandoi oleh Aymeric Laporte juga menjadi kunci kemenangan.
Sementara itu, performa Al Hilal melawan Al Ittihad memberikan catatan penting bagi pelatih Leonardo Jardim. Meskipun memiliki skuad bertabur bintang, termasuk Neymar yang masih dalam masa pemulihan cedera, Al Hilal terlihat kesulitan untuk membongkar pertahanan Al Ittihad yang bermain disiplin. Kartu merah yang diterima Hassan Kadesh memang menjadi faktor penentu, namun Al Hilal seharusnya mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan lebih baik. Kurangnya improvisasi di lini serang dan kegagalan memaksimalkan peluang menjadi pekerjaan rumah bagi Jardim.
Keputusan Sergio Conceicao untuk tetap bermain agresif meskipun bermain dengan 10 pemain patut diacungi jempol. Ia berhasil memotivasi para pemainnya untuk tidak menyerah dan tetap berjuang hingga akhir. Kinerja lini pertahanan Al Ittihad yang sangat baik, serta penyelamatan gemilang dari Rajkovic, menunjukkan bahwa tim ini memiliki mental baja dan mampu memberikan kejutan bagi tim-tim besar.
Dengan bergesernya puncak klasemen, tekanan kini beralih ke Al Hilal untuk segera bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Di sisi lain, Al Nassr akan berusaha keras untuk mempertahankan performa impresif mereka dan terus meraih poin penuh di setiap pertandingan. Sisa musim Saudi Pro League dipastikan akan menyajikan drama dan intrik yang menarik, di mana setiap poin akan sangat berharga dalam menentukan siapa yang akan mengangkat trofi juara. Penggemar sepak bola di seluruh dunia akan menantikan bagaimana persaingan sengit antara dua raksasa Saudi ini akan berakhir.