Persebaya Surabaya Rebut Poin Penuh, PSM Makassar Terpuruk Makin Dekat ke Jurang Degradasi

22 Likes Comment
Persebaya Surabaya Rebut Poin Penuh, PSM Makassar Terpuruk Makin Dekat ke Jurang Degradasi

SURABAYA – PSM Makassar kembali merasakan pahitnya kekalahan di pekan ke-23 kompetisi Super League 2025/2026. Tiga poin kembali lolos dari genggaman tim berjuluk Juku Eja ini, yang harus mengakui keunggulan tipis tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor 1-0. Kekalahan ini menjadi yang ketiga kalinya secara beruntun bagi PSM, sebuah rentetan hasil buruk yang semakin mengancam posisi mereka di klasemen dan mendekatkan mereka ke zona degradasi.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo pada Rabu, 25 Februari 2026, sejak awal telah menunjukkan dominasi tim tuan rumah. Persebaya Surabaya, di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares, tampil agresif dan mengambil inisiatif serangan sejak menit pertama. PSM Makassar terlihat kesulitan mengembangkan permainan dan nyaris tidak mendapatkan kesempatan untuk mengancam pertahanan Bajul Ijo.

Sepuluh menit pertama pertandingan menjadi saksi bisu beberapa peluang berbahaya yang diciptakan oleh Persebaya. Melalui skema serangan yang cepat dan terorganisir, Alfan Suaib dan Francisco Rivera berulang kali menebar ancaman ke gawang PSM yang dijaga oleh Reza Arya Pratama. Serangan demi serangan yang dilancarkan Persebaya membuat lini pertahanan PSM yang dikomandoi Yuran Fernandes terpaksa bekerja keras.

Menit ke-11, PSM Makassar mencoba memberikan respons melalui sebuah tendangan bebas, namun eksekusi tersebut gagal menghasilkan peluang berarti. Sementara itu, Persebaya terus memanfaatkan celah di lini pertahanan PSM, kerap kali melancarkan serangan balik cepat yang membahayakan. Hingga memasuki menit ke-20, PSM Makassar belum mampu menciptakan satupun peluang berbahaya yang bisa menguji kemampuan kiper Persebaya.

Peluang emas kembali menghampiri Persebaya pada menit ke-25. Sebuah tembakan keras diarahkan ke gawang PSM, namun Reza Arya Pratama menunjukkan refleks yang gemilang dengan menepis bola keluar lapangan. Keuletan lini serang Persebaya akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-27. Gali Freitas, pemain asing Persebaya, berhasil membobol gawang PSM Makassar, membawa timnya unggul 1-0. Gol ini menjadi gol tunggal dalam pertandingan tersebut dan terbukti menjadi penentu kemenangan bagi Persebaya.

Setelah tertinggal satu gol, PSM Makassar berupaya untuk meningkatkan intensitas serangan mereka. Beberapa kali tim Juku Eja mencoba membangun serangan dari lini tengah, namun pertahanan solid Persebaya yang digalang oleh pemain-pemain seperti Kasim Botan dan Dusan Stevanovic mampu meredam setiap ancaman yang datang. Alih-alih menyamakan kedudukan, PSM justru kerap kali terperangkap dalam serangan balik cepat Persebaya yang sangat efektif.

Pada menit ke-35, Persebaya hampir menggandakan keunggulan mereka. Sebuah umpan silang dari sisi kanan berhasil disundul oleh striker Persebaya, namun bola masih sedikit melambung di atas mistar gawang. PSM Makassar mencoba membalas pada menit ke-40 melalui tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh gelandang mereka, namun bola masih melebar di sisi gawang.

Paruh pertama pertandingan berakhir dengan keunggulan 1-0 untuk Persebaya Surabaya. PSM Makassar menyadari bahwa mereka harus segera melakukan perubahan taktik dan strategi jika ingin mengubah nasib di babak kedua. Pelatih PSM, yang sebelumnya dikabarkan berada di bawah tekanan, terlihat memberikan instruksi tegas kepada para pemainnya saat jeda istirahat.

Persebaya Surabaya Rebut Poin Penuh, PSM Makassar Terpuruk Makin Dekat ke Jurang Degradasi

Memasuki babak kedua, PSM Makassar tampil dengan semangat yang berbeda. Mereka mulai berani menekan pertahanan Persebaya dan menciptakan beberapa peluang yang cukup mengancam. Menit ke-50, sebuah skema serangan terukur dari PSM berhasil menembus pertahanan Persebaya, namun penyelesaian akhir dari penyerang mereka masih bisa diblok oleh bek lawan.

Persebaya yang unggul satu gol memilih untuk bermain lebih pragmatis. Mereka berusaha mengontrol jalannya pertandingan dengan menguasai bola lebih lama dan mencari celah untuk melancarkan serangan balik cepat. Strategi ini cukup efektif dalam meredam tekanan yang coba dibangun oleh PSM.

Menit ke-65, Persebaya kembali mendapatkan peluang emas melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti. Francisco Rivera maju sebagai eksekutor, namun tendangannya masih bisa ditepis oleh Reza Arya Pratama dengan gemilang. Peluang tersebut menunjukkan bahwa PSM, meskipun dalam tekanan, masih memiliki kiper yang dapat diandalkan.

Semakin mendekati akhir pertandingan, tensi permainan semakin meningkat. PSM Makassar semakin gencar melakukan serangan untuk mencari gol penyama kedudukan. Beberapa kali bola nyaris masuk ke gawang Persebaya, namun keberuntungan belum berpihak kepada tim asal Makassar ini. Di sisi lain, Persebaya menunjukkan kedewasaan dalam bertahan, mereka disiplin dalam menjaga area pertahanan dan berusaha membuang setiap bola yang membahayakan gawang mereka.

Pada menit ke-80, sebuah momen kontroversial terjadi ketika salah satu pemain PSM dijatuhkan di dalam kotak penalti. Para pemain PSM memprotes keras dan meminta tendangan penalti, namun wasit memutuskan untuk melanjutkan permainan. Keputusan tersebut semakin menambah frustrasi para pemain PSM.

Menit-menit akhir pertandingan menjadi milik PSM Makassar. Mereka mengerahkan seluruh tenaga untuk menciptakan gol penyeimbang. Namun, pertahanan kokoh Persebaya dan beberapa penyelamatan krusial dari kiper mereka membuat skor tetap 1-0. Peluit panjang dibunyikan oleh wasit, menandakan berakhirnya pertandingan dengan kemenangan tipis untuk Persebaya Surabaya.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi PSM Makassar. Mereka kini semakin terperosok di klasemen sementara Super League 2025/2026. Rentetan tiga kekalahan beruntun ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para pendukung PSM, mengingat posisi mereka yang semakin dekat dengan zona degradasi. Pertandingan selanjutnya akan menjadi krusial bagi PSM untuk bangkit dan memperbaiki performa mereka agar dapat bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Di sisi lain, kemenangan ini menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi Persebaya Surabaya. Tiga poin penuh ini membawa mereka menjauh dari ancaman degradasi dan memberikan harapan untuk memperbaiki posisi di klasemen. Persebaya menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dan meraih hasil positif ketika bermain dengan determinasi dan strategi yang tepat. Pertandingan ini juga menegaskan bahwa persaingan di Super League musim ini semakin ketat, dengan setiap tim berjuang keras untuk meraih poin demi poin demi menggapai target masing-masing.

Performa PSM Makassar yang tidak konsisten dalam beberapa pertandingan terakhir ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi jajaran pelatih dan manajemen. Evaluasi mendalam perlu dilakukan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan mencari solusi agar tim dapat kembali ke jalur kemenangan. Para pemain juga dituntut untuk meningkatkan performa individu dan bermain lebih kompak sebagai sebuah tim.

Bagi para pendukung PSM Makassar, kekalahan ini tentu sangat mengecewakan. Namun, dukungan yang terus menerus dari tribun penonton tetap menjadi kekuatan penting bagi tim. Diharapkan PSM dapat segera bangkit dari keterpurukan ini dan menunjukkan kembali performa terbaik mereka di sisa kompetisi. Pertarungan untuk menghindari degradasi diprediksi akan semakin sengit, dan PSM Makassar harus segera menemukan formula untuk keluar dari situasi sulit yang tengah mereka hadapi.

You might like

About the Author: angling dharma