Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan kembali keyakinan kuatnya bahwa Meksiko akan tetap menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, terlepas dari situasi keamanan yang saat ini sedang memanas di negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan menyusul gelombang kekerasan yang melanda beberapa wilayah di Meksiko, khususnya di negara bagian Jalisco, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan turis.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Kamis, 26 Februari 2026, Infantino mengungkapkan bahwa FIFA terus memantau perkembangan situasi di Meksiko dengan cermat. Namun, ia menekankan bahwa badan sepak bola dunia tersebut memiliki "kepercayaan total" pada Meksiko dan presidennya, Claudia Sheinbaum. "Kami yakin semuanya akan berlangsung dengan cara terbaik yang mungkin," ujar Infantino, seperti dikutip dari AFP. Ia menambahkan bahwa Meksiko dijadwalkan menjadi tuan rumah beberapa pertandingan penting dalam sebulan, termasuk babak play-off Piala Dunia, dan Stadion Azteca yang bersejarah juga akan diresmikan kembali untuk acara tersebut.
Infantino secara tegas menampik adanya wacana dari FIFA untuk memindahkan venue Piala Dunia 2026 dari Meksiko. "Jadi dari pihak saya, dari pihak FIFA, kepercayaan mutlak pada Presiden Sheinbaum, di Meksiko. Kami berhubungan secara teratur dengan kepresidenan dan pihak berwenang, dan kami tetap memantau situasinya bagaimanapun juga. Terima kasih," tandasnya. Keyakinan ini menjadi penegasan penting di tengah laporan mengenai insiden kekerasan yang mencakup pembakaran mobil, pom bensin, bahkan hingga penutupan bandara di Jalisco, yang secara alami menimbulkan kecemasan.
Situasi keamanan di Meksiko memang menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Gelombang kekerasan yang dilaporkan di negara bagian Jalisco ini merupakan dampak dari konflik yang lebih luas di negara tersebut, yang seringkali terkait dengan aktivitas kartel narkoba dan persaingan wilayah. Insiden-insiden seperti pembakaran fasilitas publik dan gangguan terhadap transportasi bukan hanya mengancam keselamatan warga lokal, tetapi juga dapat berdampak pada citra negara sebagai destinasi wisata dan tuan rumah acara internasional. Namun, FIFA tampaknya memilih pendekatan yang berbeda, mengedepankan dialog dan kepercayaan pada kemampuan pemerintah Meksiko untuk mengatasi masalah ini.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi yang monumental, diselenggarakan bersama oleh tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini akan menjadi Piala Dunia pertama yang diikuti oleh 48 tim, sebuah perluasan signifikan dari format 32 tim yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Meksiko memiliki sejarah panjang dalam menjadi tuan rumah Piala Dunia, pernah menyelenggarakannya pada tahun 1970 dan 1986, serta menjadi tuan rumah bersama untuk beberapa pertandingan pada tahun 1994. Stadion Azteca di Mexico City merupakan salah satu stadion paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia, pernah menjadi saksi bisu final Piala Dunia dua kali.
Kepercayaan FIFA kepada Meksiko tidak datang tanpa dasar. Negara ini memiliki pengalaman luas dalam menyelenggarakan acara olahraga berskala besar dan memiliki infrastruktur yang memadai, termasuk kapasitas stadion dan jaringan transportasi. Selain itu, antusiasme masyarakat Meksiko terhadap sepak bola sangatlah tinggi, yang seringkali menjadi faktor penting dalam kesuksesan penyelenggaraan sebuah turnamen. Penggemar sepak bola di Meksiko dikenal sangat bersemangat dan memberikan atmosfer yang luar biasa di stadion.
Namun, tantangan keamanan yang dihadapi Meksiko tidak bisa diremehkan. Pemerintah Meksiko, di bawah kepemimpinan Presiden Sheinbaum, sedang berupaya keras untuk memulihkan ketertiban dan stabilitas di wilayah yang terdampak. Upaya ini mencakup peningkatan kehadiran aparat keamanan, penindakan terhadap kelompok kriminal, serta program-program sosial untuk mengatasi akar penyebab kekerasan. Dukungan dari organisasi internasional seperti FIFA, yang menunjukkan kepercayaan pada upaya pemerintah, dapat memberikan dorongan moral dan pengakuan terhadap komitmen Meksiko.
Keputusan FIFA untuk tetap melanjutkan rencana penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Meksiko juga dapat dilihat sebagai strategi untuk mendorong stabilitas dan investasi di negara tersebut. Kehadiran acara olahraga global sebesar Piala Dunia dapat membawa dampak ekonomi positif yang signifikan, termasuk peningkatan pariwisata, penciptaan lapangan kerja, dan promosi budaya. FIFA kemungkinan besar telah mempertimbangkan berbagai skenario dan melakukan penilaian risiko yang mendalam, serta berkoordinasi erat dengan otoritas keamanan Meksiko untuk memastikan keselamatan para pemain, ofisial, dan penonton.

Presiden Infantino secara eksplisit menyebutkan bahwa komunikasi dengan pihak kepresidenan dan otoritas Meksiko berjalan lancar. Ini menunjukkan bahwa FIFA tidak mengambil keputusan secara terburu-buru, melainkan berdasarkan informasi terkini dan dialog yang berkelanjutan. Pendekatan FIFA ini berbeda dengan reaksi yang mungkin diambil oleh beberapa pihak yang lebih konservatif, yang mungkin akan menuntut pembatalan atau pemindahan venue demi menghindari risiko sekecil apapun. Namun, FIFA, sebagai badan pengatur sepak bola global, memiliki tanggung jawab untuk menyeimbangkan kepentingan keamanan dengan komitmennya untuk mempromosikan olahraga di seluruh dunia.
Situasi di Jalisco, meskipun mengkhawatirkan, mungkin hanya mewakili sebagian kecil dari wilayah Meksiko. Penting untuk dicatat bahwa Meksiko adalah negara yang sangat luas dengan keragaman geografis dan sosial yang besar. Mayoritas wilayah negara ini kemungkinan besar tetap aman dan kondusif untuk penyelenggaraan acara internasional. Fokus FIFA adalah memastikan bahwa area spesifik tempat pertandingan akan dimainkan, serta jalur perjalanan dan akomodasi yang terkait, aman sepenuhnya.
Lebih lanjut, Piala Dunia 2026 akan menjadi simbol kolaborasi internasional yang kuat. Penyelenggaraan bersama oleh tiga negara Amerika Utara menunjukkan kemampuan benua tersebut untuk bersatu dalam menyelenggarakan acara global. Keberhasilan Meksiko dalam menjadi tuan rumah yang aman dan sukses akan menjadi bukti ketahanan dan kapasitasnya, serta memberikan pesan positif kepada dunia.
Infantino juga menyebutkan tentang peresmian kembali Stadion Azteca. Stadion ini bukan hanya tempat pertandingan, tetapi juga simbol sejarah sepak bola. Peresmiannya kembali setelah renovasi untuk Piala Dunia 2026 akan menjadi momen penting, menandai babak baru bagi stadion legendaris ini dan bagi sepak bola Meksiko. Kehadiran FIFA dalam peresmian ini, di tengah ketidakpastian situasi, semakin memperkuat komitmen mereka.
Meskipun ada tantangan, optimisme Gianni Infantino dan FIFA terhadap Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 patut dicatat. Ini adalah pernyataan kepercayaan yang berani, yang mungkin bertujuan untuk memberikan dukungan kepada pemerintah Meksiko dalam upaya mereka memulihkan ketertiban. Seiring berjalannya waktu, perkembangan situasi akan terus dipantau, namun untuk saat ini, Piala Dunia 2026 di Meksiko tetap menjadi kenyataan yang diyakini oleh badan sepak bola dunia. Komitmen ini juga menyoroti peran sepak bola sebagai kekuatan pemersatu dan sarana untuk mengatasi tantangan, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. FIFA percaya bahwa dengan kerja sama yang erat dengan otoritas Meksiko, acara akbar ini akan dapat berjalan lancar dan sukses, memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.