Persebaya Surabaya, Jawa Timur – Pekan ke-23 Liga Super Indonesia musim 2025/2026 akan menjadi saksi bisu sebuah momen emosional sekaligus ujian profesionalisme yang sesungguhnya bagi pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares. Laga mendatang mempertemukannya dengan PSM Makassar, klub yang bukan hanya menjadi pelabuhan pertamanya di kancah sepak bola Indonesia, tetapi juga tim yang memberinya fondasi kuat dan pengalaman berharga. Pertemuan ini bukan sekadar adu taktik antara dua tim, melainkan sebuah reuni yang sarat makna, di mana ikatan masa lalu harus dilepaskan demi tugas profesional di masa kini.
Perjalanan Bernardo Tavares bersama PSM Makassar adalah sebuah kisah yang patut dikenang. Ia datang ke Makassar dengan ambisi besar untuk mentransformasi Juku Eja menjadi kekuatan yang dominan di liga. Selama masa baktinya, Tavares berhasil menanamkan filosofi permainan yang khas, disiplin tinggi, dan semangat juang yang membara. Ia bukan hanya melatih para pemainnya, tetapi juga membangun sebuah identitas tim yang kuat, yang mampu bersaing dan bahkan mengalahkan tim-tim besar lainnya. Namun, takdir membawanya ke jalan yang berbeda. Kini, dengan seragam Persebaya, Tavares harus menghadapi mantan anak asuhnya, sebuah situasi yang pasti menghadirkan campuran perasaan yang kompleks.
Menyadari betul arti penting dari pertandingan ini, Bernardo Tavares menegaskan bahwa profesionalisme akan menjadi prioritas utamanya. Ia tidak ingin nostalgia atau ikatan emosional masa lalu mengaburkan fokusnya sebagai pelatih Persebaya. "Sekarang saya profesional. Saya di Persebaya," tegasnya dengan lugas dalam konferensi pers menjelang laga. "Saat pertandingan dimulai, saya akan profesional 200 persen dan mencoba melakukan yang terbaik untuk tim kami." Pernyataan ini mencerminkan kedewasaan dan dedikasinya pada klub yang kini ia bela. Ia memahami bahwa di lapangan, ia adalah musuh bagi PSM Makassar, dan segala daya upaya harus dikerahkan demi meraih kemenangan.
Meskipun demikian, Tavares tidak menutup mata terhadap kualitas PSM Makassar. Ia mengakui bahwa tim yang pernah dilatihnya itu memiliki skuad yang solid dan waktu persiapan yang lebih panjang jelang pertandingan ini. "Besok kita akan bermain dengan tim yang bagus. Mereka punya pemain-pemain yang bagus dan memiliki satu hari lebih banyak untuk persiapan," ujarnya, menunjukkan rasa hormatnya terhadap kualitas lawan. "Tapi kami berharap pemain yang ada bisa membantu tim dan memberikan yang terbaik." Perkataan ini juga bisa diartikan sebagai motivasi tersendiri bagi para pemain Persebaya, untuk membuktikan bahwa meskipun memiliki waktu persiapan yang lebih singkat, mereka tetap mampu memberikan perlawanan sengit dan meraih hasil positif.
Situasi Persebaya jelang laga ini memang tidak bisa dibilang ideal. Tim berjuluk Bajol Ijo ini baru saja menelan dua kekalahan beruntun di pertandingan sebelumnya, sebuah rentetan hasil yang tentu mengusik rasa percaya diri tim. "Pertandingan terakhir hasilnya tidak terlalu bagus," akuinya, mengakui adanya tantangan yang dihadapi. Namun, di tengah kesulitan yang dihadapi Persebaya, Tavares menemukan sedikit kesamaan dengan kondisi yang dialami PSM Makassar. Ternyata, tim asal Kota Daeng itu juga tengah berada dalam tren negatif, dengan dua kekalahan beruntun yang mereka terima sebelum pertemuan ini. Fakta ini bisa menjadi peluang bagi Persebaya untuk memanfaatkan momentum, untuk bangkit dan mengakhiri catatan buruk mereka, sekaligus memberikan kekalahan ketiga beruntun bagi mantan tim Tavares.
Pertemuan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi strategi dan kemampuan adaptasi Bernardo Tavares. Ia harus mampu meredam kekuatan PSM Makassar yang ia kenal luar dalam, sambil memanfaatkan kelemahan yang mungkin dimiliki lawan. Di sisi lain, ia juga harus bisa membangkitkan kembali performa anak asuhnya di Persebaya, yang mungkin sedikit terpengaruh oleh hasil minor sebelumnya. Ini adalah ujian mental dan taktis yang sesungguhnya bagi seorang pelatih. Mampukah ia memisahkan urusan profesional dari ikatan personal? Mampukah ia mengorkestrasi timnya untuk mengalahkan tim yang pernah ia bangun dari nol?
Perjalanan Bernardo Tavares di sepak bola Indonesia telah memberikannya banyak pelajaran. Ia telah merasakan atmosfer kompetisi yang ketat, dinamika tim yang kompleks, dan tuntutan suporter yang tinggi. Pengalamannya di PSM Makassar telah membentuknya menjadi pelatih yang lebih matang dan bijaksana. Kini, di Persebaya, ia diberi kesempatan untuk menerapkan semua pelajaran tersebut dalam sebuah pertandingan yang sarat emosi. Laga ini bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang harga diri, profesionalisme, dan pembuktian diri.
Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, pertandingan ini akan menjadi tontonan yang menarik. Mereka akan menyaksikan bagaimana seorang pelatih yang memiliki sejarah panjang dengan satu tim, kini harus berhadapan dengan tim tersebut sebagai lawan. Akan ada tatapan mata yang saling mengenali di pinggir lapangan, mungkin sebuah sapaan singkat sebelum pertandingan dimulai, namun begitu peluit berbunyi, semua itu akan sirna digantikan oleh persaingan sengit. Para pemain PSM Makassar pasti akan berusaha keras untuk membuktikan bahwa mereka masih menjadi tim yang kuat, bahkan tanpa bimbingan Tavares. Di sisi lain, para pemain Persebaya akan berjuang sekuat tenaga untuk memenangkan pertandingan ini demi menebus kekalahan sebelumnya dan memberikan kebanggaan bagi suporter mereka.

Bernardo Tavares telah menyatakan komitmennya untuk bersikap profesional 200 persen. Pernyataan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan janji untuk memberikan segalanya demi kemenangan Persebaya. Ia akan mengerahkan seluruh ilmu dan pengalamannya untuk merancang strategi yang paling efektif. Ia akan memotivasi anak asuhnya untuk bermain dengan penuh semangat dan determinasi. Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk meraih kemenangan, meskipun itu berarti harus mengalahkan tim yang pernah memberinya begitu banyak kenangan indah. Momen ini adalah titik uji yang sesungguhnya, di mana profesionalisme seorang pelatih akan diukur dari kemampuannya untuk tetap teguh pada tugasnya, terlepas dari ikatan emosional yang mungkin menyertainya. Pertandingan antara Persebaya dan PSM Makassar akan menjadi bukti nyata dari kekuatan profesionalisme dalam dunia sepak bola.