Banyuwangi (rakyatindependen.id) – Perkembangan Geopark Ijen yang kini telah menarik perhatian dunia secara signifikan, menjadikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, diundang khusus untuk memaparkan strategi inovatif pengembangan kawasan tersebut dalam forum bergengsi "Indonesia’s Geopark Leader Forum Building Knowledge for Indonesia’s Geopark Development". Acara penting ini diselenggarakan di Kementerian PPN/Bappenas pada hari Rabu, 3 Desember 2025, menandai pengakuan atas keberhasilan Banyuwangi dalam mengelola warisan geologi menjadi pengungkit ekonomi masyarakat.
Dalam forum yang penuh wawasan dan strategis itu, Bupati Ipuk tidak sendirian. Ia tampil bersama tokoh-tokoh penting di tingkat nasional dan internasional yang memiliki peran krusial dalam pengembangan geopark dan pembangunan berkelanjutan. Di antara mereka adalah Dr. Özlem Adiyaman Lopes, seorang spesialis program Geopark dari UNESCO yang dikenal dengan keahliannya dalam pelestarian warisan geologi dunia; Prof. Dr. Michael Goutama, pakar terkemuka di bidang geologi dan pembangunan; Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas yang memegang peranan vital dalam perencanaan pembangunan nasional; serta Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, yang juga memiliki pengalaman dalam pengembangan pariwisata berbasis alam di wilayahnya. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya forum ini sebagai platform untuk berbagi pengetahuan, praktik terbaik, dan merumuskan kebijakan yang mendukung pengembangan geopark di Indonesia.
Geopark Ijen sendiri, yang secara resmi telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) sejak tahun 2023, bukan sekadar sebuah kawasan dengan keindahan alam yang menakjubkan. Ia adalah sebuah laboratorium hidup yang mengintegrasikan pelestarian geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya lokal dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Keunikan Geopark Ijen terletak pada keberadaan fenomena "blue fire" di Kawah Ijen, danau asam berwarna toska yang memukau, serta aktivitas penambangan belerang tradisional yang telah berlangsung turun-temurun, menawarkan pengalaman wisata yang tak tertandingi dan edukatif. Pengakuan UNESCO ini menuntut komitmen tinggi dalam pengelolaan yang melibatkan masyarakat lokal, pendidikan, dan promosi warisan geologi.
Geopark sebagai Pengungkit Ekonomi Masyarakat: Visi Bupati Ipuk
Dalam paparannya yang memukau, Bupati Ipuk Fiestiandani dengan tegas menyampaikan filosofi dan strategi Banyuwangi dalam mengembangkan Geopark Ijen. Ia mengakui bahwa sebagian besar kewenangan pengelolaan kawasan Geopark Ijen, terutama yang berkaitan dengan konservasi alam, berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Namun, hal ini tidak menghalangi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memaksimalkan dampak ekonomi Geopark Ijen bagi kesejahteraan warganya. Ini adalah cerminan dari pendekatan kolaboratif dan adaptif yang menjadi ciri khas kepemimpinan Bupati Ipuk.

"Kami menjadikan Geopark Ijen sebagai wahana promosi yang sangat efektif untuk memperkenalkan potensi Banyuwangi ke kancah nasional dan internasional. Melalui Geopark Ijen, kami secara konsisten menciptakan dan menggelar beragam event sport tourism dan seni budaya berskala besar. Tujuannya jelas, agar masyarakat Banyuwangi, dari berbagai lapisan, dapat merasakan manfaat langsung dan nyata dari keberadaan Geopark ini," ujar Bupati Ipuk dengan penuh semangat. Pendekatan ini menunjukkan komitmen Banyuwangi untuk tidak hanya melestarikan warisan alam, tetapi juga memastikan bahwa pelestarian tersebut berdampak positif pada peningkatan taraf hidup masyarakat.
Berbagai event telah menjadi ikon Banyuwangi dan menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya. Sebut saja Tour de Banyuwangi Ijen, sebuah ajang balap sepeda internasional yang tidak hanya menantang para atlet, tetapi juga memamerkan keindahan lanskap Ijen dan sekitarnya kepada dunia. Ada pula Ijen Geopark Downhill, sebuah kompetisi sepeda gunung ekstrem yang menguji adrenalin peserta di medan Geopark Ijen yang menantang. Tak kalah menarik, Ijen Green Trail Run, ajang lari lintas alam yang memadukan olahraga dengan eksplorasi keindahan alam. Di bidang seni dan budaya, Banyuwangi menghadirkan Jazz Gunung Ijen yang menyuguhkan harmoni musik jazz dengan latar belakang alam pegunungan yang megah, serta beragam atraksi budaya lainnya yang mengangkat kekayaan tradisi lokal. Event-event ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha lokal, seniman, dan komunitas adat.
Ijen Golden Route: Kolaborasi Potensi Kaki Gunung Ijen
Untuk memperluas manfaat kawasan Geopark Ijen dan memastikan bahwa dampak ekonomi tersebar merata hingga ke pelosok desa, Bupati Ipuk memperkenalkan sebuah inisiatif unggulan bernama "Ijen Golden Route". Ini adalah sebuah paket pengalaman wisata terintegrasi yang dirancang untuk mengolaborasikan dan menampilkan seluruh potensi yang ada di kaki Gunung Ijen, dari hulu hingga hilir. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan jejaring ekonomi yang kuat antara berbagai desa dan komunitas di sekitar Geopark.
Rute tersebut mencakup banyak destinasi menarik yang sebagian besar dikelola langsung oleh masyarakat lokal. Mulai dari wisata alam yang menawan seperti air terjun tersembunyi, kebun kopi rakyat, hingga hutan pinus yang rindang. Pengunjung juga diajak untuk menikmati kekayaan kuliner lokal di warung-warung makan tradisional yang menyajikan cita rasa otentik Banyuwangi, serta bersantai di kafe-kafe instagramable yang menawarkan pemandangan indah. Tak hanya itu, Ijen Golden Route juga menawarkan pengalaman staycation bernuansa etnik di homestay-homestay yang dikelola warga, menggabungkan keindahan alam yang asri dengan kekayaan budaya lokal yang kental.
Dalam setiap aspek Ijen Golden Route, seniman dan budayawan lokal turut dilibatkan secara aktif dalam berbagai atraksi dan pertunjukan, mulai dari tarian tradisional, musik daerah, hingga pameran kerajinan tangan. "Semua elemen masyarakat, mulai dari pelaku wisata di tingkat akar rumput, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), seniman, budayawan, hingga masyarakat umum, kita berdayakan secara maksimal. Tujuannya adalah agar mereka semua merasakan manfaat ekonomi dan sosial yang signifikan dari keberadaan Geopark Ijen ini. Ini bukan hanya tentang destinasi, tetapi tentang membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan," jelas Bupati Ipuk, menegaskan visi pembangunan yang berpusat pada masyarakat.
Apresiasi Nasional dan Internasional: Pengakuan atas Kerja Keras
Hasil dari kerja keras dan pendekatan inovatif Banyuwangi mulai membuahkan hasil yang membanggakan, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Salah satu pencapaian paling menonjol adalah Desa Adat Osing Kemiren, yang merupakan bagian integral dari Geopark Ijen. Desa ini berhasil masuk dalam Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia – The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025 yang diselenggarakan oleh United Nations Tourism (sebelumnya dikenal sebagai UNWTO).
Penghargaan ini merupakan pengakuan global atas upaya Desa Kemiren dalam melestarikan warisan budaya Osing yang otentik, mengembangkan pariwisata berkelanjutan yang melibatkan masyarakat, serta menjaga keindahan alam sekitarnya. Kemiren, dengan rumah-rumah adatnya yang khas, tradisi kopi Osing, serta ritual adat seperti Barong Ider Bumi, telah menjadi model desa wisata yang sukses mengintegrasikan pariwisata dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Pengakuan dari badan PBB ini tidak hanya meningkatkan citra Banyuwangi, tetapi juga memberikan inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk mengembangkan potensi wisatanya secara berkelanjutan.
Pujian juga datang dari para panelis dan peserta forum. Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, yang wilayahnya juga memiliki potensi pariwisata besar, secara khusus menyampaikan apresiasinya terhadap Banyuwangi sebagai daerah yang mampu secara cerdas memaksimalkan potensi wisata untuk menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. "Saya tahu betul bagaimana Banyuwangi di masa lalu adalah daerah yang dikenal dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Namun, melalui visi dan kepemimpinan yang kuat, kini Banyuwangi justru berhasil menjadi daerah dengan angka kemiskinan terendah di Jawa Timur. Ini adalah sebuah kisah sukses yang patut dicontoh dan menjadi inspirasi bagi daerah lain," ujar Gubernur Iqbal, menyoroti keberhasilan Banyuwangi dalam menerjemahkan potensi pariwisata menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat.
Senada dengan itu, Prof. Dr. Michael Goutama dari Bappenas turut memberikan pujian yang mengukuhkan. "Well done, selamat buat Banyuwangi. Apa yang telah dicapai Banyuwangi dengan Geopark Ijen dan strategi pengembangannya sungguh luar biasa. Seharusnya, dengan potensi dan pengelolaan seperti ini, Geopark Ijen bisa menjadi yang terbaik di dunia," katanya, memberikan dorongan dan validasi atas upaya Banyuwangi dari perspektif perencanaan pembangunan nasional.
Pengakuan dan pujian ini bukan hanya sekadar apresiasi, melainkan juga sebuah validasi atas kerja keras, inovasi, dan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di bawah kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani dalam membangun pariwisata berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat. Geopark Ijen, dengan segala keunikan dan strateginya, telah menjelma menjadi simbol keberhasilan Banyuwangi dalam mengelola warisan alam dan budaya untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan warganya. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan visi yang jelas dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan dapat berjalan seiring dengan pelestarian, menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua.
rakyatindependen.id
![]()