Maher Zain dan Harris J Terpukau Pesona Kuliner Surabaya: Dari Rawon Setan yang Menggoda hingga Sate dengan Bumbu Kacang Juara

17 Likes Comment
Maher Zain dan Harris J Terpukau Pesona Kuliner Surabaya: Dari Rawon Setan yang Menggoda hingga Sate dengan Bumbu Kacang Juara

Surabaya – Gemuruh antusiasme menyambut kedatangan dua musisi religi internasional ternama, Maher Zain dan Harris J, yang tiba di Kota Pahlawan pada Sabtu malam, 15 November 2025. Sehari menjelang konser pamungkas mereka di Indonesia, duo ini tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyelami kekayaan budaya lokal, khususnya melalui petualangan kuliner yang tak terlupakan, memanjakan lidah dengan hidangan ikonik Surabaya seperti Rawon Setan yang legendaris dan sate lezat.

Kedatangan mereka bukan sekadar rutinitas tur, melainkan sebuah peristiwa yang dinanti-nantikan, menandai puncak dari rangkaian konser "BSI Maher Zain Live In Concert: Indonesia Tour 2025" yang telah sukses memukau penonton di Jakarta dan Makassar. Namun, sebelum memanjakan ribuan penggemar dengan lantunan melodi spiritual, Maher Zain dan Harris J memilih untuk membenamkan diri dalam esensi sejati Surabaya: kehangatan warganya dan kekayaan gastronominya. Bandara Juanda menjadi saksi bisu kedatangan mereka, disambut dengan sambutan hangat yang mencerminkan keramahan khas Jawa Timur yang tak pernah luntur.

Tak lama setelah menginjakkan kaki di Surabaya dan menyelesaikan formalitas kedatangan, agenda pertama mereka bukanlah beristirahat, melainkan berburu cita rasa otentik yang telah tersohor di seluruh Nusantara. Pilihan mereka jatuh pada kawasan Embong Malang, sebuah episentrum kuliner yang telah lama dikenal sebagai surganya para pecinta makanan di Surabaya. Jalanan yang ramai dengan berbagai aroma masakan dan hiruk pikuk penjual menjadi latar sempurna bagi petualangan gastronomi mereka. Di antara deretan warung dan restoran yang menjanjikan kelezatan, perhatian mereka tertuju pada Rumah Makan Rawon Setan, sebuah nama yang sudah melegenda dan kerap disebut-sebut sebagai destinasi wajib bagi siapa pun yang ingin merasakan rawon khas Surabaya yang sebenarnya.

Rawon, hidangan sup daging berkuah hitam pekat, adalah salah satu mahakarya kuliner Indonesia, khususnya Jawa Timur, yang telah diakui secara internasional karena keunikan rasanya. Warna hitamnya yang khas berasal dari penggunaan kluwek (Pangium edule), biji buah yang difermentasi, yang tidak hanya memberikan warna eksotis tetapi juga aroma unik, rasa gurih mendalam, dan sedikit sentuhan manis yang kompleks. Di Rumah Makan Rawon Setan, nama ‘setan’ sendiri kerap diasosiasikan dengan tingkat kepedasan yang menggigit atau intensitas rasa yang luar biasa, menjanjikan pengalaman bersantap yang tak terlupakan bagi siapa saja yang berani mencicipinya. Maher Zain dan Harris J, dengan rasa ingin tahu yang besar dan semangat petualangan kuliner, segera memesan hidangan ikonik ini, ditemani dengan piring-piring sate dan tahu telur yang menggiurkan, melengkapi hidangan utama dengan kekayaan rasa.

Sate yang disajikan di sana, kemungkinan besar sate ayam atau sate kambing yang dibakar sempurna, hadir dengan tusukan daging yang empuk, dibakar sempurna hingga aromanya menyebar menggoda selera. Aroma arang yang berasap bercampur dengan harum bumbu kacang yang baru dihaluskan memenuhi udara, menciptakan suasana bersantap yang otentik. Namun, bintang utama yang paling mencuri perhatian Maher Zain adalah bumbu kacangnya. Dengan ekspresi puas dan mata berbinar, musisi asal Swedia ini berulang kali memuji kelezatan bumbu kacang tersebut. "What is this? Oh, peanut sauce. Peanut sauce very nice, delicious," serunya, menunjukkan betapa terkesannya ia dengan perpaduan gurih, manis, dan sedikit pedas dari saus kacang yang kaya rempah, yang menjadi pelengkap sempurna untuk sate. Bumbu kacang adalah elemen fundamental dalam banyak hidangan Indonesia, dan kualitasnya seringkali menjadi penentu kelezatan sebuah sate. Pujian Maher Zain ini bukan hanya sekadar basa-basi, melainkan pengakuan tulus terhadap kekayaan cita rasa kuliner Indonesia yang mampu memikat lidah internasional.

Maher Zain dan Harris J Terpukau Pesona Kuliner Surabaya: Dari Rawon Setan yang Menggoda hingga Sate dengan Bumbu Kacang Juara

Tak hanya rawon dan sate, tahu telur juga menjadi bagian dari perjamuan mereka yang meriah. Hidangan sederhana namun kaya rasa ini terdiri dari potongan tahu yang digoreng bersama telur, disajikan dengan tauge segar, irisan mentimun, dan disiram bumbu kacang serta petis udang yang khas. Kombinasi tekstur renyah dari tahu telur, kesegaran tauge, dan saus kacang petis yang umami menjadikan tahu telur sebagai pelengkap sempurna yang membersihkan lidah dari intensitas rawon, memberikan keseimbangan rasa yang harmonis dalam setiap suapan.

Kehadiran dua bintang internasional ini di tengah keramaian Rumah Makan Rawon Setan tentu saja tidak luput dari perhatian para pengunjung. Suasana mendadak riuh namun tetap hangat ketika para penggemar mulai menyadari siapa yang duduk di antara mereka. Bisik-bisik berubah menjadi senyuman, dan beberapa ponsel mulai diangkat untuk mengabadikan momen langka ini. Puncak kehangatan terjadi ketika sekelompok musisi jalanan, dengan sigap dan penuh semangat, mulai melantunkan salah satu lagu hits Maher Zain yang paling dikenal, "Insya Allah." Alunan melodi yang akrab itu seketika memenuhi ruangan, menciptakan momen magis yang mengharukan. Maher Zain dan Harris J membalasnya dengan senyuman lebar, lambaian tangan, bahkan sesekali ikut bernyanyi kecil, menunjukkan apresiasi mereka terhadap sambutan spontan dan tulus dari warga Surabaya. Momen ini bukan hanya tentang musik, tetapi tentang jembatan budaya yang terbangun melalui melodi dan kebersamaan, memperkuat ikatan antara seniman dan penggemar.

Terkesan dengan seluruh pengalaman kuliner dan sambutan hangat, Harris J turut serta memberikan pujian setinggi langit. Keduanya kemudian dengan kompak mengangkat jempol dan mengucapkan kalimat yang sederhana namun penuh makna dalam bahasa Indonesia, "Rawon Enak, Sate Enak!" Ungkapan ini menjadi penegas betapa mereka menikmati hidangan tersebut, sekaligus menunjukkan upaya mereka untuk terhubung lebih dekat dengan budaya lokal, meninggalkan kesan mendalam akan kerendahan hati dan apresiasi mereka terhadap warisan kuliner Indonesia.

Setelah puas memanjakan lidah dan hati, Maher Zain dan Harris J beranjak dari Rumah Makan Rawon Setan, kembali ke hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan diri menghadapi konser akbar keesokan harinya. Konser terakhir dalam rangkaian tur Indonesia ini akan digelar di Convention Center (SCC) Pakuwon Trade Center (PTC), Surabaya Barat, pada Minggu, 16 November 2025. Pintu gerbang akan dibuka pada pukul 16.00 WIB, memberi kesempatan bagi ribuan penggemar untuk berbondong-bondong memadati venue. SCC PTC, sebagai salah satu pusat konvensi terbesar dan termodern di Surabaya, dipilih untuk menampung animo luar biasa dari penggemar Maher Zain dan Harris J, yang telah menanti-nantikan penampilan mereka dengan penuh harap.

Konser bertajuk ‘BSI Maher Zain Live In Concert: Indonesia Tour 2025’ ini bukan sekadar pertunjukan musik biasa. Disponsori oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), konser ini membawa pesan-pesan spiritual, perdamaian, dan inspirasi yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Melalui lagu-lagu mereka yang menyentuh hati, Maher Zain dan Harris J tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pendengar untuk merenungi makna kehidupan dan memperkuat ikatan spiritual. Kehadiran mereka di tiga kota besar Indonesia, yakni Jakarta, Makassar, dan kini Surabaya, menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu basis penggemar terbesar bagi musik religi kontemporer, menunjukkan betapa besarnya pengaruh musik mereka dalam menyatukan hati dan jiwa.

Petualangan kuliner Maher Zain dan Harris J di Surabaya menjadi cerminan sempurna dari kunjungan mereka: perpaduan antara profesionalisme sebagai seniman internasional dan kerendahan hati untuk menyatu dengan budaya lokal. Surabaya, dengan segala pesonanya – dari kelezatan Rawon Setan hingga keramahan warganya yang spontan – telah berhasil mencuri hati dua musisi ini. Momen ini tidak hanya memperkaya pengalaman mereka di Indonesia, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Surabaya, menunjukkan bahwa musik dan makanan adalah bahasa universal yang mampu menyatukan siapa saja. Malam konser yang dinanti-nantikan pun diharapkan menjadi puncak kebahagiaan dan inspirasi bagi semua yang hadir, menutup tur Indonesia dengan gemerlap dan penuh berkah. Kunjungan ini sekali lagi membuktikan bahwa Surabaya bukan hanya kota pahlawan, tetapi juga kota yang kaya akan rasa dan keramahan.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita rakyatindependen.id

Maher Zain dan Harris J Terpukau Pesona Kuliner Surabaya: Dari Rawon Setan yang Menggoda hingga Sate dengan Bumbu Kacang Juara

You might like

About the Author: angling dharma