Terobosan Digital Twin: Iman Kristian Paparkan Visi Transformasi Tata Kelola Surabaya Menuju Kota Dunia

20 Likes Comment
Terobosan Digital Twin: Iman Kristian Paparkan Visi Transformasi Tata Kelola Surabaya Menuju Kota Dunia

Surabaya, sebuah metropolis yang terus berkembang pesat, berada di ambang era baru dalam tata kelola perkotaan yang didorong oleh inovasi digital. Dalam sebuah langkah strategis yang menarik perhatian publik, Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Kristian, telah mengajukan sebuah gagasan revolusioner: visualisasi pembangunan kota digital melalui teknologi Digital Twin. Proposal ambisius ini dipresentasikan Iman dalam sesi fit and proper test untuk seleksi Kepala DPRKPP Surabaya, yang berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025, di Ruang Sidang Wali Kota, Balai Kota Surabaya.

Seleksi untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya adalah momen krusial bagi penentuan arah kebijakan dan inovasi di masa depan. Iman Kristian memanfaatkan kesempatan ini untuk memaparkan visinya yang komprehensif melalui proposal berjudul "Transformasi Kinerja DPRKPP dalam Mewujudkan Tata Kelola Hunian, Ruang dan Aset Perkotaan yang Humanis, Inklusif, dan Berkelanjutan Menuju Surabaya sebagai Kota Dunia." Judul ini sendiri sudah mencerminkan ambisi besar untuk membawa Surabaya ke panggung global sebagai kota yang cerdas, layak huni, dan berkesinambungan.

Dalam paparannya, Iman Kristian tidak hanya berbicara tentang teknologi, melainkan juga menyoroti tantangan mendasar yang dihadapi Surabaya. Sebagai kota metropolitan dengan populasi mencapai tiga juta jiwa dan kepadatan penduduk yang melampaui 8.000 jiwa per kilometer persegi, Surabaya menghadapi tekanan signifikan terhadap infrastruktur, penyediaan hunian, pengelolaan ruang publik, dan keberlanjutan lingkungan. Tantangan ini semakin kompleks dengan dinamika pertumbuhan kota yang cepat dan kebutuhan akan layanan publik yang semakin berkualitas. Oleh karena itu, Iman menyatakan optimismenya dalam membawa komitmen dan gagasan besar terkait transformasi tata kelola perkotaan berkelanjutan, khususnya melalui pengembangan Urban Spatial Dashboard berbasis Digital Twin.

Konsep Digital Twin, seperti yang dijelaskan Iman, bukan sekadar model tiga dimensi statis; ia adalah replika virtual dinamis dari kota yang terus diperbarui dengan data real-time dari berbagai sensor, kamera, dan sumber data lainnya. Kemampuan simulasi ini memungkinkan perencana kota dan pengambil keputusan untuk menguji skenario pembangunan yang berbeda, memprediksi dampak perubahan iklim terhadap infrastruktur, atau bahkan mensimulasikan respons terhadap bencana alam seperti banjir atau gempa bumi. Ini mengubah perencanaan dari proses reaktif menjadi proaktif, memungkinkan intervensi yang lebih cerdas dan tepat waktu. Data yang disajikan dalam bentuk visual interaktif ini tidak hanya memudahkan pemahaman, tetapi juga memfasilitasi dialog antara berbagai pemangku kepentingan, dari pemerintah hingga masyarakat umum.

Integrasi teknologi ini, menurut Iman, akan diselaraskan dengan skema yang sudah diatur oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2024. Perpres ini membahas pengelolaan, perolehan, dan peningkatan nilai kawasan perkotaan, yang merupakan pilar penting dalam pembangunan kota berkelanjutan. Dengan Digital Twin, DPRKPP dapat secara lebih akurat mengidentifikasi potensi nilai tambah pada suatu kawasan, merencanakan pengembangan yang optimal, dan memastikan bahwa setiap proyek pembangunan memberikan manfaat maksimal bagi kota dan warganya. Ini juga membuka peluang untuk model pembiayaan inovatif yang tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Terobosan Digital Twin: Iman Kristian Paparkan Visi Transformasi Tata Kelola Surabaya Menuju Kota Dunia

Salah satu keunggulan utama Digital Twin yang ditekankan oleh Iman adalah kemampuannya mensimulasikan pembangunan kota secara real-time, menampilkan replika digital yang secara akurat menyesuaikan bentuk bumi saat itu juga. Fitur ini krusial untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Iman menegaskan bahwa dengan Digital Twin, pemerintah kota akan mampu "membantu mengukur nilai tambah kawasan, memilih infrastruktur yang paling efektif, mencari pendanaan infrastruktur tanpa membebani APBD, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas."

Aspek pengukuran nilai tambah kawasan menjadi sangat penting dalam konteks pengembangan kota yang berkelanjutan. Digital Twin dapat menganalisis berbagai faktor seperti aksesibilitas, fasilitas umum, potensi ekonomi, dan dampak lingkungan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang potensi pertumbuhan dan pengembangan. Dalam hal pemilihan infrastruktur, simulasi berbasis Digital Twin memungkinkan evaluasi berbagai opsi, membandingkan efektivitas biaya, dampak lingkungan, dan manfaat sosial sebelum implementasi. Ini mengurangi risiko kesalahan perencanaan dan memastikan investasi publik yang lebih bijak.

Lebih lanjut, gagasan Iman tentang pendanaan infrastruktur tanpa membebani APBD menunjukkan pemikiran progresif. Digital Twin dapat memvisualisasikan potensi value capture dari proyek-proyek pembangunan, memungkinkan pemerintah untuk menarik investasi swasta atau menerapkan skema pembiayaan inovatif lainnya. Transparansi dan akuntabilitas yang tinggi adalah hasil alami dari sistem berbasis data real-time ini, di mana setiap keputusan dan perkembangannya dapat dipantau oleh publik, mendorong kepercayaan dan partisipasi masyarakat.

Program Digital Twin ini juga direncanakan untuk menjadi bagian integral dari sebuah platform yang lebih besar, dinamai Surabaya Integrated Urban Planning Enhousing Command Center (SIUPECC). Iman memaparkan bahwa SIUPECC akan berfungsi sebagai pusat kendali terpadu untuk tata ruang, hunian, gedung, dan perizinan. "Ini merupakan platform komando terpadu yang mendorong DPRKPP menuju governance by integration," jelasnya. Konsep governance by integration berarti semua aspek pengelolaan kota tidak lagi berjalan secara terpisah, melainkan terintegrasi dalam satu sistem yang koheren, efisien, dan responsif. SIUPECC akan menjadi otak operasional yang mengkoordinasikan data, informasi, dan keputusan dari berbagai sektor, menciptakan sinergi yang belum pernah ada sebelumnya.

Penerapan Digital Twin ini dianggap sangat relevan dan strategis bagi Surabaya karena kota ini sudah memiliki peta LiDAR (Light Detection and Ranging). Data LiDAR memberikan informasi topografi yang sangat akurat dan detail, yang merupakan fondasi penting untuk membangun model Digital Twin yang presisi. Meskipun pemanfaatan peta LiDAR saat ini masih terbatas dan belum dioptimalkan, keberadaannya menjadi modal awal yang sangat berharga untuk mempercepat implementasi visi Digital Twin ini. Dengan mengoptimalkan data LiDAR, Surabaya dapat membangun basis data geografis yang kuat untuk sistem Digital Twin-nya.

Secara keseluruhan, Iman Kristian menegaskan bahwa seluruh strategi transformasi yang diusungnya selaras dengan visi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk membawa kota menuju level global, yang diungkapkan dalam slogan "Bangun kotanya, bahagiakan warganya." Visi ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh penduduk. Digital Twin, dengan kemampuannya meningkatkan efisiensi, transparansi, dan partisipasi, secara langsung berkontribusi pada pencapaian kebahagiaan warga melalui layanan publik yang lebih baik, lingkungan yang lebih lestari, dan peluang ekonomi yang lebih merata.

Apabila integrasi teknologi ini terwujud, Iman optimistis penerapan Digital Twin akan memperkuat skema Peningkatan, Pengelolaan, dan Peningkatan Nilai Kawasan (P3NK) Kota Surabaya. P3NK adalah kerangka kerja yang vital untuk memastikan bahwa pengembangan kota dilakukan secara terencana dan memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan. "Di sini penerapan Digital Twin akan memperkuat P3NK, yaitu menghitung nilai kawasan, membiayai infrastruktur, dan mendukung inovasi kota," tutup Iman. Dengan demikian, Digital Twin tidak hanya menjadi alat teknis, melainkan sebuah katalisator untuk perubahan paradigma dalam tata kelola perkotaan, membawa Surabaya selangkah lebih dekat menuju cita-cita sebagai kota dunia yang cerdas, humanis, dan berkelanjutan.

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita rakyatindependen.id

Terobosan Digital Twin: Iman Kristian Paparkan Visi Transformasi Tata Kelola Surabaya Menuju Kota Dunia

You might like

About the Author: angling dharma