Washington DC (rakyatindependen.id) – Undian Piala Dunia 2026 yang digelar di Kennedy Center, Washington DC pada Sabtu dini hari (6/12/2025), secara mengejutkan menunjukkan ketiadaan "grup neraka" tradisional. Alih-alih pengelompokan maut yang kerap memicu intrik dan drama di awal turnamen, format baru dengan 48 tim justru menciptakan persaingan yang lebih merata, namun tetap menjanjikan ketidakpastian dan potensi kejutan. Ini adalah Piala Dunia pertama dengan format 48 tim, yang dibagi menjadi 12 grup beranggotakan empat tim, dengan 32 tim akan lolos ke babak gugur. Perubahan format ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak kesempatan bagi negara-negara yang sebelumnya sulit menembus putaran final, sekaligus memperluas jangkauan global turnamen paling prestisius di dunia sepak bola.
Bagi ketiga tuan rumah, jalur menuju fase gugur tampak relatif lapang. Meksiko, yang tergabung di Grup A, akan menghadapi Afrika Selatan yang gigih, Korea Selatan dengan kecepatan khasnya, dan pemenang playoff D UEFA. Tantangan terbesar mereka diperkirakan datang dari wakil Eropa yang akan ditentukan pada Maret 2026. Sementara itu, Kanada di Grup B akan bersua dengan pemenang playoff A UEFA, Qatar sebagai juara bertahan Asia, dan Swiss yang selalu merepotkan. Grup C, yang diisi oleh salah satu favorit juara, Brasil, akan menghadapi Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Sedangkan tuan rumah Amerika Serikat (AS) di Grup D akan berhadapan dengan Paraguay, Australia, dan pemenang playoff C UEFA. Meskipun tim-tim non-Eropa dan non-Amerika Selatan ini memiliki potensi kejutan, status tuan rumah dan kualitas skuad inti membuat mereka diunggulkan untuk melangkah jauh.
Juara bertahan Argentina, yang datang dengan status mentereng, seolah diberikan karpet merah. Tergabung di Grup J, Lionel Messi dan kawan-kawan akan bersaing dengan Aljazair, Austria, dan Yordania. Di atas kertas, grup ini menjadi salah satu yang paling ringan, memungkinkan Tim Tango untuk menghemat energi dan fokus pada strategi jangka panjang. Aljazair, meskipun pernah menjuarai Piala Afrika, kerap kesulitan konsisten di panggung global. Austria memiliki beberapa pemain berkualitas yang bermain di liga top Eropa, namun secara kolektif belum terbukti sebagai kekuatan besar di Piala Dunia. Yordania, yang kemungkinan besar akan menjadi debutan di ajang empat tahunan ini, akan menjadi tim paling underdogs di grup tersebut, dengan ambisi utama meraih pengalaman berharga.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menyikapi hasil undian dengan penuh percaya diri namun tetap waspada. “Kami akan memberikan yang terbaik seperti sebelumnya (Piala Dunia 2022, Red). Tim tahu apa yang harus dilakukan,” papar Scaloni dilansir dari ESPN. Pernyataan ini mencerminkan mentalitas juara yang ingin dipertahankan Argentina, sekaligus pengakuan bahwa setiap lawan, sekecil apapun, harus dihadapi dengan keseriusan penuh. Dengan skuad yang matang dan pengalaman juara dunia, Argentina diprediksi akan lolos ke fase knockout tanpa hambatan berarti, berpotensi sebagai juara grup.
Namun, tidak semua raksasa Eropa bernasib semujur Argentina. Prancis dan Inggris, dua finalis Piala Dunia dalam dua edisi terakhir, berpotensi mendapat rintangan berat yang membawa kembali memori buruk. Di Grup I, Prancis harus bersiap menghadapi Norwegia yang diperkuat oleh mesin gol mematikan, Erling Haaland. Kehadiran Haaland saja sudah cukup untuk membuat setiap lawan Prancis was-was, mengingat kemampuannya mencetak gol dari situasi apapun. Haaland menjadi ancaman tunggal yang bisa mengubah jalannya pertandingan.
Selain Norwegia, Les Bleus juga harus mewaspadai Senegal. Pertemuan dengan Senegal ini membawa kembali nostalgia buruk bagi Prancis, mengingat kekalahan mengejutkan 0-1 di pertandingan pembuka fase grup Piala Dunia 2002. Kala itu, gol Papa Bouba Diop di menit ke-30 membuyarkan mimpi Prancis yang datang sebagai juara bertahan dan juara Eropa, sekaligus menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia. Dua puluh empat tahun kemudian, sejarah berpotensi terulang.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, tidak menyembunyikan kegembiraannya atas undian ini. “Selalu menyenangkan menghadapi Prancis. Di 2002 hasilnya berpihak pada kami. 24 tahun kemudian, kami kembali bertemu. Kami pasti akan mengupayakan yang terbaik (untuk mendapat hasil serupa, Red),” ucap Thiaw, yang pernyataannya mengindikasikan motivasi ekstra dari tim Singa Teranga. Ditambah lagi, satu tim lainnya di Grup I adalah pemenang playoff 2 (antara Iraq, Bolivia, atau Suriname), yang bisa menjadi kuda hitam yang tak terduga dengan semangat juang tinggi dan gaya permainan yang mungkin belum familiar bagi tim-tim Eropa. Potensi kejutan dari tim-tim playoff seringkali tidak bisa diremehkan, mengingat mereka harus berjuang keras untuk lolos.
Nostalgia buruk juga menghantui Inggris di Grup L. The Three Lions harus berhadapan dengan Kroasia, tim yang mengubur mimpi mereka di semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia. Kala itu, gol Mario Mandzukic di babak tambahan waktu mengakhiri perjalanan Inggris, yang sebelumnya sempat unggul melalui gol Kieran Trippier. Kekalahan tersebut meninggalkan luka mendalam bagi skuad Inggris dan para pendukungnya. Kini, di Piala Dunia 2026, pertemuan kembali dengan Kroasia akan menjadi ujian mental yang berat bagi Inggris. Luka lama itu bisa menjadi motivasi atau justru beban psikologis.
Selain Kroasia, Inggris juga harus melawan Ghana dan Panama. Ghana, tim dari Afrika, dikenal dengan kekuatan fisik, kecepatan, dan kemampuan mereka untuk memberikan kejutan. Mereka pernah mencapai perempat final Piala Dunia 2010 dan selalu menjadi lawan yang sulit. Sementara Panama, wakil dari CONCACAF, mungkin terlihat sebagai tim yang kurang diunggulkan, namun mereka memiliki semangat juang yang tinggi dan kerap bermain dengan disiplin taktis. Dalam format baru dengan 48 tim, tidak ada lawan yang bisa diremehkan, dan setiap pertandingan akan krusial.
Tactician Inggris, Thomas Tuchel, menunjukkan kehati-hatiannya saat mengomentari hasil undian. “Ini grup yang sulit. Kroasia dan Ghana sangat tangguh. Untuk Panama, aku belum tahu detail tentang mereka. Tidak ada yang boleh diremehkan di sini,” ujar Tuchel kepada BBC. Pernyataan Tuchel menggarisbawahi realitas bahwa di Piala Dunia, bahkan tim-tim yang secara historis lebih lemah sekalipun bisa memberikan perlawanan sengit, terutama dengan persiapan yang matang dan motivasi tinggi. Inggris, dengan ekspektasi tinggi dari publiknya, akan berada di bawah tekanan besar untuk tampil prima sejak pertandingan pertama.
Secara keseluruhan, Undian Piala Dunia 2026 ini menjanjikan turnamen yang penuh dinamika. Dengan format yang diperluas, persaingan akan tersebar lebih merata, memberikan kesempatan bagi lebih banyak negara untuk merasakan atmosfer Piala Dunia. Namun, di balik peluang yang lebih besar, tantangan unik menanti setiap tim. Argentina mungkin mendapatkan jalur yang lebih mulus, tetapi Prancis dan Inggris harus melewati hadangan yang tidak hanya menuntut kekuatan fisik dan taktik, tetapi juga mentalitas untuk mengatasi bayangan masa lalu. Maret 2026 akan menjadi penentu siapa saja yang akan melengkapi daftar tim di babak playoff UEFA dan playoff interkontinental, menambah daftar lawan yang akan berjuang memperebutkan gelar juara dunia di tiga negara tuan rumah.
Hasil Undian Piala Dunia 2026
- Grup A: Meksiko, Afrika Selatan, Korea Selatan, pemenang playoff D UEFA
- Grup B: Kanada, pemenang playoff A UEFA, Qatar, Swiss
- Grup C: Brasil, Maroko, Haiti, Skotlandia
- Grup D: AS, Paraguay, Australia, pemenang playoff UEFA C
- Grup E: Jerman, Curacao, Pantai Gading, Ekuador
- Grup F: Belanda, Jepang, pemenang playoff UEFA B, Tunisia
- Grup G: Belgia, Mesir, Iran, Selandia Baru
- Grup H: Spanyol, Tanjung Verde, Arab Saudi, Uruguay
- Grup I: Prancis, Senegal, Pemenang playoff 2, Norwegia
- Grup J: Argentina, Aljazair, Austria, Jordania
- Grup K: Portugal, pemenang playoff 1, Uzbekistan, Kolombia
- Grup L: Inggris, Kroasia, Ghana, Panama

Pembagian playoff
- UEFA A: Italia, Wales, Bosnia-Herzegovina, Irlandia Utara
- UEFA B: Ukraina, Polandia, Albania, Swedia
- UEFA C: Turki, Slovakia, Kosovo, Rumania
- UEFA D: Denmark, Republik Ceko, Irlandia, Makedonia Utara
- Playoff 1: RD Kongo, Jamaika, Kaledonia Baru
- Playoff 2: Iraq, Bolivia, Suriname
(dio) rakyatindependen.id